Skip to content

Drama di Poljud: Gol Bersejarah Ivan Perišić Berakhir dengan Kartu Merah Saat Kroasia Takluk dari Spanyol

Drama di Poljud: Gol Bersejarah Ivan Perišić Berakhir dengan Kartu Merah Saat Kroasia Takluk dari Spanyol
Drama di Poljud: Gol Bersejarah Ivan Perišić Berakhir dengan Kartu Merah Saat Kroasia Takluk dari Spanyol

Kabar YPU – 07 Oktober 2026 | Stadion Poljud di Split menjadi saksi bisu drama emosional yang melibatkan bintang veteran Kroasia, ivan perišić, dalam laga lanjutan UEFA Nations League melawan juara dunia Spanyol. Dalam pertandingan yang berlangsung penuh tensi ini, Perišić tampil sebagai pahlawan sekaligus aktor utama yang menyebabkan perubahan nasib tim nasional Kroasia yang harus menelan kekalahan tipis 1-2.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Kroasia, yang berusaha bangkit setelah kekalahan memalukan 0-7 dari Inggris beberapa hari sebelumnya, tampil jauh lebih agresif dan berani di bawah asuhan Slaven Bilić. Pada menit ke-17, stadion meledak dalam kegembiraan ketika ivan perišić berhasil mencetak gol pembuka. Berawal dari skema serangan yang dibangun oleh Mateo Kovačić, bola dialirkan kepada Igor Matanović yang melepaskan tembakan, namun Unai Simón gagal menghalau bola dengan sempurna, membiarkan Perišić menyambar bola muntah untuk menyarangkan gol ke gawang Spanyol.

Krisis Beruntun di Klub Necaxa: Dari Insiden Pemain Hingga Perubahan Pelatih
Baca juga:
Krisis Beruntun di Klub Necaxa: Dari Insiden Pemain Hingga Perubahan Pelatih

Gol tersebut bukan sekadar gol biasa, melainkan sebuah pencapaian monumental bagi sang pemain. Dengan gol tersebut, ivan perišić berhasil mencatatkan gol ke-40 miliknya untuk tim nasional Kroasia. Pencapaian ini menempatkannya di posisi kedua pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kroasia, hanya terpaut lima gol dari legenda hidup Davor Šuker. Selain itu, di usia 37 tahun 246 hari, ia juga menjadi pencetak gol tertua kedua melawan Spanyol dalam pertandingan resmi, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo.

Namun, momentum keunggulan Kroasia perlahan mulai luntur di babak kedua. Spanyol, yang dipimpin oleh pelatih Luis de la Fuente, meningkatkan tekanan secara masif. Pada menit ke-61, Mikel Merino berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan dari Dani Olmo. Tekanan Spanyol semakin tak terbendung saat memasuki menit-menit akhir pertandingan.

Kebangkitan FC Nantes di Ligue 2: Akhiri Tren Buruk Lewat Kemenangan Dramatis
Baca juga:
Kebangkitan FC Nantes di Ligue 2: Akhiri Tren Buruk Lewat Kemenangan Dramatis

Drama mencapai puncaknya pada menit ke-79 ketika ivan perišić menerima kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah. Pelanggaran terhadap Marc Cucurella memaksa sang pemain veteran meninggalkan lapangan lebih awal. Kekurangan jumlah pemain ini menjadi titik balik fatal bagi Kroasia. Hanya berselang beberapa menit, tepatnya pada menit ke-88 atau 89, Mikel Merino kembali mencetak gol yang memastikan kemenangan Spanyol menjadi 1-2.

Berikut adalah ringkasan statistik pertandingan di Poljud:

Bradley Barcola resmi bergabung Liverpool dengan ambisi mengukir trofi Premier League bersama skuad baru musim depan
Baca juga:
Bradley Barcola resmi bergabung Liverpool dengan ambisi mengukir trofi Premier League bersama skuad baru musim depan
Statistik Kroasia Spanyol
Skor Akhir 1 2
Pencetak Gol Ivan Perišić (17′) Mikel Merino (61′, 89′)
Kartu Merah 1 (Ivan Perišić) 0
Status Tim 3 Poin Lolos ke Perempat Final

Kekalahan ini membuat posisi Kroasia dalam grup menjadi sulit. Saat ini, Kroasia tertahan di posisi dengan tiga poin, sementara Spanyol telah memastikan diri melaju ke babak perempat final Nations League. Bagi Kroasia, tugas berat menanti di dua laga terakhir pada bulan November, di mana mereka dijadwalkan bertandang ke markas Inggris sebelum menutup fase liga dengan menjamu Ceko di kandang sendiri.

Meskipun harus menelan pil pahit, performa tim nasional Kroasia menunjukkan peningkatan mentalitas yang signifikan dibandingkan laga sebelumnya. Semangat juang yang ditunjukkan para pemain, termasuk kontribusi luar biasa dari ivan perišić sebelum insiden kartu merah, memberikan harapan bahwa tim ini masih mampu bersaing di level elit meskipun harus menghadapi tantangan berat di sisa turnamen ini.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan