Skip to content

Drama di Istanbul: Beşiktaş vs Palace Berakhir Imbang, Kontroversi Kartu Merah dan Aksi Provokatif Warnai Laga

Drama di Istanbul: Beşiktaş vs Palace Berakhir Imbang, Kontroversi Kartu Merah dan Aksi Provokatif Warnai Laga
Drama di Istanbul: Beşiktaş vs Palace Berakhir Imbang, Kontroversi Kartu Merah dan Aksi Provokatif Warnai Laga

Kabar YPU – 23 Oktober 2026 | Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan pekan ketiga UEFA Europa League yang mempertemukan dua tim besar, yakni duel beşiktaş vs palace di Vodafone Park, Istanbul. Pertandingan yang penuh dengan tensi tinggi ini berakhir dengan skor imbang 2-2, menyisakan banyak perdebatan terkait keputusan wasit dan perilaku pemain di lapangan.

Beşiktaş memulai laga dengan dominasi yang cukup baik. Meskipun Crystal Palace mencoba menekan sejak awal, tim tamu sempat mengalami kegagalan setelah gol Jean-Philippe Mateta dianulir oleh VAR karena posisi offside. Memasuki masa tambahan waktu babak pertama, Beşiktaş akhirnya memecah kebuntuan melalui aksi Wilfred Ndidi. Mendapat umpan panjang dari Yasin Ozcan, Ndidi berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Palace untuk melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang, membawa tuan rumah unggul 1-0.

Persaingan Sengit UEFA Nations League 2026/27: Menakar Peluang Slovakia di Grup C
Baca juga:
Persaingan Sengit UEFA Nations League 2026/27: Menakar Peluang Slovakia di Grup C

Memasuki babak kedua, Crystal Palace menunjukkan mentalitas yang kuat untuk bangkit. Kerja sama apik antara Dwight McNeil dan Anan Khalaili membuka ruang bagi Yeremy Pino untuk mencetak gol penyeimbang setelah keputusan VAR membatalkan dugaan offside sebelumnya. Belum sempat Beşiktaş mengatur ulang pertahanan, Palace kembali membalikkan keadaan melalui Jean-Philippe Mateta pada menit ke-55, membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.

Namun, drama dalam laga beşiktaş vs palace belum berakhir. Pelatih Beşiktaş, Italiano, melakukan manuver taktis dengan memasukkan Junior Olaitan yang terbukti menjadi penyelamat. Pada menit ke-73, Olaitan melepaskan tendangan jarak jauh yang indah untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pertandingan semakin memanas ketika Ümit Akdağ menerima kartu merah pada menit ke-77 akibat pelanggaran keras terhadap Jorgen Strand Larsen, memaksa Beşiktaş bermain dengan sepuluh orang di sisa laga.

Aaron Evans secara eksklusif mengungkap keinginannya kembali beraksi di liga Indonesia, harapan bagi fans tanah air
Baca juga:
Aaron Evans secara eksklusif mengungkap keinginannya kembali beraksi di liga Indonesia, harapan bagi fans tanah air

Selain masalah kartu merah, laga ini juga diwarnai oleh aksi provokatif dari penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Setelah mencetak gol, Mateta terlihat menendang tiang sudut yang dipasangi bendera Beşiktaş, sebuah tindakan yang memicu kemarahan suporter tuan rumah. Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, menuai kritik karena dianggap tidak memberikan sanksi tegas atas tindakan tidak sportif tersebut.

Berikut adalah ringkasan statistik dan kejadian penting dalam pertandingan:

Fenomena Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Dari Dominasi Kevin Diks di Eropa hingga Kontroversi di Asia Tenggara
Baca juga:
Fenomena Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Dari Dominasi Kevin Diks di Eropa hingga Kontroversi di Asia Tenggara
Keterangan Detail Kejadian
Skor Akhir Beşiktaş 2-2 Crystal Palace
Pencetak Gol Beşiktaş Wilfred Ndidi (45+2′), Junior Olaitan (73′)
Pencetak Gol Palace Yeremy Pino (51′), Jean-Philippe Mateta (55′)
Kartu Merah Ümit Akdağ (Beşiktaş)
Lokasi Vodafone Park, Istanbul

Hasil imbang ini membuat Beşiktaş tetap melaju di kompetisi Eropa dengan catatan tujuh poin dari tiga pertandingan, menjadikannya posisi yang cukup solid. Di sisi lain, hasil beşiktaş vs palace ini memberikan tekanan tambahan bagi pelatih Crystal Palace, Pierre Sage. Meski memuji mentalitas pemainnya, kegagalan meraih kemenangan saat unggul jumlah pemain membuat masa depan Sage di kursi kepelatihan mulai dipertanyakan oleh media Inggris.

Secara keseluruhan, laga beşiktaş vs palace ini menunjukkan kualitas sepak bola Eropa yang tidak terduga, di mana tim yang bermain dengan sepuluh orang mampu menunjukkan daya juang luar biasa untuk mengamankan satu poin berharga di hadapan pendukung mereka sendiri.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan