Skip to content

Aksi Nyata Kepolisian Daerah Jambi: Dari Penanganan Karhutla Hingga Program Polisi Peduli Pengangguran

Aksi Nyata Kepolisian Daerah Jambi: Dari Penanganan Karhutla Hingga Program Polisi Peduli Pengangguran
Aksi Nyata Kepolisian Daerah Jambi: Dari Penanganan Karhutla Hingga Program Polisi Peduli Pengangguran

Kabar YPU – 23 Oktober 2026 | Kepolisian Daerah Jambi tengah menunjukkan intensitas kinerja yang tinggi dalam merespons berbagai tantangan krusial di wilayah Provinsi Jambi. Dalam satu hari yang sibuk pada Kamis (22/10/2026), jajaran kepolisian terlibat aktif dalam dua agenda besar yang berbeda: penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pelosok serta penguatan kesejahteraan sosial melalui program pemberdayaan masyarakat di pusat kota.

Situasi darurat karhutla menjadi prioritas utama di lapangan. Wakapolda Jambi, Brigjen Pol K Yani Sudarto, bersama Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di wilayah Labuhan Pering, Provinsi Jambi. Peninjauan ini dilakukan bersama Gubernur Jambi, Al Haris, guna memastikan sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah berjalan secara terpadu dalam menghadapi ancaman kebakaran yang masih melanda wilayah tersebut.

Dinamika Jakarta: Dari Terobosan AI untuk Pendidikan Hingga Skandal Judi Online di Kompleks Militer
Baca juga:
Dinamika Jakarta: Dari Terobosan AI untuk Pendidikan Hingga Skandal Judi Online di Kompleks Militer

Dukungan logistik dan mobilisasi personel dilakukan secara intensif, termasuk penggunaan bantuan udara. Berikut adalah detail temuan dan langkah penanganan di lapangan:

  • Temuan Titik Api: Berdasarkan hasil patroli udara menggunakan helikopter TNI AD MI-17V5, ditemukan tiga titik api (firespot), yang terdiri dari dua titik di wilayah Labuhan Pering dan satu titik di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNB Sembilang).
  • Mobilisasi Udara: Mengingat sulitnya akses darat menuju lokasi, helikopter digunakan untuk mengirimkan personel tambahan dan peralatan dari Labuhan Pering menuju Sadu.
  • Koordinasi Terpadu: Wakapolda Jambi juga memantau perkembangan situasi di Posko Pemantauan Bencana Provinsi Jambi untuk memastikan koordinasi antarinstansi tetap solid.

Di sisi lain, kepolisian daerah jambi juga menunjukkan sisi humanis melalui program inovatif yang menyasar sektor ekonomi masyarakat. Kapolda Jambi, Irjen Pol Widodo, mengunjungi Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Jambi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran).

Gelombang Video Viral: Dari Kekerasan Demonstran di Delhi hingga Dugaan Perundungan di Kampus Bandung
Baca juga:
Gelombang Video Viral: Dari Kekerasan Demonstran di Delhi hingga Dugaan Perundungan di Kampus Bandung

Program Poliran dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga agar memiliki daya saing di dunia kerja. Kapolda menekankan pentingnya data yang akurat dalam menjalankan program ini. Beliau menginstruksikan perlunya pemetaan kondisi pengangguran di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi agar bantuan pelatihan tepat sasaran. Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan, diharapkan akses informasi mengenai peluang kerja dapat lebih luas menjangkau masyarakat.

Namun, di tengah upaya positif tersebut, tantangan internal institusi tetap menjadi sorotan. Laporan dari Indonesia Police Watch (IPW) mencatat adanya peningkatan kasus kekerasan di lingkungan kepolisian secara nasional sepanjang tahun 2026, termasuk yang terjadi di wilayah Jambi. IPW menyoroti pentingnya penguatan pengawasan melekat sesuai Perpol Nomor 2 Tahun 2022 guna mencegah penyimpangan perilaku anggota di masa mendatang.

Miami dalam Kabut Tragedi dan Dinamika: Dari Kecelakaan Pesawat Hingga Sorotan Olahraga Dunia
Baca juga:
Miami dalam Kabut Tragedi dan Dinamika: Dari Kecelakaan Pesawat Hingga Sorotan Olahraga Dunia

Secara keseluruhan, dinamika kerja kepolisian daerah jambi mencerminkan kompleksitas tugas kepolisian modern. Di satu sisi, mereka harus sigap menghadapi bencana alam yang mengancam ekosistem, di sisi lain mereka dituntut hadir sebagai solusi atas masalah sosial ekonomi masyarakat, sembari tetap menjaga integritas internal institusi melalui pengawasan yang ketat.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan