Skip to content

Unisa Yogyakarta menyalurkan 50 losida kepada warga sekitar dalam program bantuan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas

Unisa Yogyakarta menyalurkan 50 losida kepada warga sekitar dalam program bantuan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas. Pada hari Rabu, 16 September 2026, mahasiswa baru Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta bersiap mendistribusikan sekitar 50 Losida Sisa Dapur (Losida) kepada warga di Gedung Universitas ‘Aisyiyah, Kalurahan Nogotirto, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari program kebersihan lingkungan dan kesehatan yang rutin dilakukan oleh pihak kampus.

Pengantar Program Losida di Unisa Yogyakarta

Losida, singkatan dari Lodong Sisa Dapur, merupakan wadah kompos yang dirancang khusus untuk menampung sisa makanan organik. Dengan menanamkan konsep Losida, Unisa Yogyakarta mengajak mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk lebih aktif mengelola sampah organik. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat berupa pupuk organik yang dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman di lingkungan kampus maupun di rumah warga.

Wagub Jateng mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk mendukung 2.000 penghafal Al Quran dalam program pendidikan agama
Baca juga:
Wagub Jateng mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk mendukung 2.000 penghafal Al Quran dalam program pendidikan agama

Program bantuan Losida ini sudah menjadi tradisi tahunan di Unisa Yogyakarta. Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Agama Islam, Kemuhammadiyahan dan Keaisyiyahan, Prof. Mufdlilah, distribusi Losida dilakukan rutin setiap tahun. Tahun ini, sasaran distribusi berada di Padukuhan Karangtengah, Kalurahan Nogotirto, Sleman, dan jumlah Losida yang disalurkan mencapai sekitar 50 unit.

Kronologi Distribusi Losida pada 16 September 2026

Persiapan distribusi Losida dimulai di pagi hari. Mahasiswa baru Unisa Yogyakarta, yang mewakili 50 kelompok mahasiswa, menyiapkan Losida yang telah dihias dan dilukis sebagai bentuk kreativitas. Setiap Losida dipersonalisasi dengan warna dan pola unik, sehingga menambah nilai estetika bagi penerima.

Pada pukul 06:15 WIB, distribusi resmi dimulai. Mahasiswa baru, yang telah dilatih mengenai cara penggunaan Losida, mengantar setiap unit ke warga sekitar. Mereka menjelaskan cara memanfaatkan Losida, mulai dari menambah bahan organik hingga cara menanam benih tanaman. Selain itu, mahasiswa juga memberikan penjelasan tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Selama kegiatan, mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan saran dan masukan. Banyak warga yang mengungkapkan antusiasme mereka terhadap program ini, menegaskan bahwa Losida akan membantu mereka mengurangi sampah organik serta menyediakan pupuk alami bagi kebun rumah.

Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini dapat kembali bersekolah secara gratis berkat program bantuan pemerintah
Baca juga:
Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin kini dapat kembali bersekolah secara gratis berkat program bantuan pemerintah

Manfaat Losida bagi Kesejahteraan Komunitas

Losida tidak hanya sekadar wadah sampah, melainkan alat yang mendukung kesehatan lingkungan. Dengan menumbuhkan pupuk organik, Losida dapat meningkatkan kesuburan tanah, sehingga tanaman tumbuh lebih sehat. Hal ini berdampak positif pada produksi pangan lokal, yang pada gilirannya dapat menurunkan harga bahan makanan di pasar tradisional.

Selain manfaat agrikultur, penggunaan Losida juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang. Warga yang belajar mengelola sampah organik menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan dari sampah yang tidak terkelola. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha mikro berbasis kompos, seperti menjual pupuk organik atau produk hortikultura.

Di tingkat kampus, program Losida memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Mahasiswa yang terlibat dalam distribusi belajar tanggung jawab sosial, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan komunitas setempat.

Peran Unisa Yogyakarta dalam Peningkatan Kesejahteraan Lingkungan

Unisa Yogyakarta telah lama menempatkan program sosial sebagai bagian integral dari pendidikan. Melalui distribusi Losida, kampus menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial. Kegiatan ini sejalan dengan visi Unisa Yogyakarta untuk mencetak mahasiswa yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa pendidikan mulai dari SD hingga universitas negeri harus disediakan secara gratis untuk seluruh warga
Baca juga:
Prabowo menegaskan bahwa pendidikan mulai dari SD hingga universitas negeri harus disediakan secara gratis untuk seluruh warga

Program Losida juga memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Sisa dapur yang biasanya menjadi sampah organik diolah menjadi pupuk, mengurangi kebutuhan akan pupuk kimia. Dengan demikian, Unisa Yogyakarta turut berkontribusi pada pengurangan polusi dan emisi gas rumah kaca.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Unisa Yogyakarta berharap program Losida ini dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia. Dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan sosial, kampus dapat memperluas dampak positifnya ke komunitas yang lebih luas. Namun, tantangan tetap ada, seperti memastikan keberlanjutan pasokan bahan organik dan meningkatkan partisipasi warga.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Unisa Yogyakarta berencana mengadakan pelatihan rutin bagi mahasiswa dan warga, serta memperkuat kerja sama dengan lembaga pemerintah setempat. Selain itu, kampus juga akan mengembangkan modul pendidikan tentang pengelolaan sampah organik yang dapat dipakai di sekolah dan komunitas.

Kesimpulan

Distribusi 50 Losida oleh mahasiswa Unisa Yogyakarta pada 16 September 2026 menegaskan komitmen kampus terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan komunitas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat praktis bagi warga sekitar, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa dalam program sosial, Unisa Yogyakarta menumbuhkan generasi muda yang peduli, kreatif, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Program Losida menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tinggi dapat memimpin perubahan sosial melalui tindakan nyata dan partisipatif.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan