Skip to content

Semarang Jadi Saksi Kemeriahan MTQ Nasional XXXI: Simbol Kedamaian dan Persatuan Bangsa

Semarang Jadi Saksi Kemeriahan MTQ Nasional XXXI: Simbol Kedamaian dan Persatuan Bangsa
Semarang Jadi Saksi Kemeriahan MTQ Nasional XXXI: Simbol Kedamaian dan Persatuan Bangsa

Kabar YPU – 13 September 2026 | Kota Semarang resmi menjadi pusat perhatian nasional setelah pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (mtq) Nasional XXXI Tahun 2026 digelar dengan penuh kemegahan. Bertempat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Sabtu (12/9/2026) malam, ajang bergengsi ini tidak hanya menjadi kompetisi keagamaan, tetapi juga menjelma menjadi pesta rakyat yang menyatukan berbagai elemen masyarakat dari seluruh penjuru Nusantara.

Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Sebanyak 37 kafilah dari berbagai provinsi turut memeriahkan defile pembukaan dengan menampilkan keberagaman budaya dan identitas daerah masing-masing yang sangat memukau mata para hadirin.

Bukan Sekadar Teknologi: Peran Krusial Agen Perlinsos di Balik Suksesnya Digitalisasi Bansos di Bali
Baca juga:
Bukan Sekadar Teknologi: Peran Krusial Agen Perlinsos di Balik Suksesnya Digitalisasi Bansos di Bali

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menekankan bahwa penyelenggaraan mtq di Semarang membawa misi yang lebih besar dari sekadar perlombaan. Ia menyatakan bahwa ajang ini bertujuan untuk memancarkan pesan kedamaian, kebersamaan, kolaborasi, dan keberagaman ke seluruh Indonesia bahkan dunia. “MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” tegas Luthfi, sembari menyoroti kehadiran para pemimpin daerah dari berbagai latar belakang yang hadir memberikan dukungan.

Menko PMK Pratikno juga menyampaikan apresiasi tinggi dari Presiden Prabowo Subianto atas kerja keras pemerintah daerah dalam menyukseskan gelaran ini. Selain itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan catatan penting mengenai perkembangan tradisi ini, yang ia sebut memiliki makna sosial dan kebangsaan yang mendalam bagi kemajuan bangsa.

Antusiasme masyarakat Jawa Tengah juga menjadi sorotan utama. Para peserta kafilah mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga lokal sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Ahmad Yani. Umar Mukhtar, salah satu kafilah dari Maluku Utara, mengungkapkan bahwa interaksi yang hangat dengan warga dan sopir membuat dirinya merasa sangat nyaman. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Kafilah Lampung, Makmur, menilai bahwa sambutan luar biasa dari masyarakat membuat suasana kompetisi terasa semakin meriah dan penuh persaudaraan.

Antara Keindahan dan Ancaman: Menelisik Wajah Gunung Berapi di Indonesia
Baca juga:
Antara Keindahan dan Ancaman: Menelisik Wajah Gunung Berapi di Indonesia

Salah satu kontingen yang juga mencuri perhatian adalah Kabupaten Pati. Sebanyak 10 kafilah asal Pati berhasil lolos untuk berlaga mewakili Provinsi Jawa Tengah di berbagai cabang lomba. Berikut adalah rincian peserta dari Kabupaten Pati:

Cabang Lomba Nama Peserta
Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) Durrotun Asyifa Baizurman, Dhia Ahlam Wijaya, Ahmad Zaki Attazi, Alief Fachriza Sulistyo
Hifzil Qur’an Athirotussalwa Himmatana (20 Juz), Bagas Adhitama (10 Juz)
Khat Al-Qur’an Kaligrafi Naskah Putri Alisa Qodrunnada
Tilawah Remaja Muhammad Zahron Nasywa
Tilawah Anak-Anak Muhammad Ubairis Mushoffa Al Fath
Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Ja’far Shodiq Hibatullah

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang hadir memberikan motivasi, berpesan agar para peserta dapat tampil fokus dan memberikan yang terbaik demi mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. Ia berharap keikutsertaan ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri dan qari muda.

Menilik sejarahnya, perjalanan mtq di Indonesia telah mengalami transformasi luar biasa. Dimulai dari tradisi masyarakat dan majelis qari pada era 1940-an melalui Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz, hingga akhirnya dilembagakan oleh pemerintah. Sejarah mencatat bahwa Presiden Soekarno pernah merespons antusiasme ini dengan menyelenggarakan musabaqah internasional pada Konferensi Islam Asia Afrika di Bandung tahun 1965. Sejak penyelenggaraan nasional pertama di Makassar pada tahun 1968, ajang ini terus berkembang secara berjenjang hingga mencapai edisi ke-31 di Semarang ini.

Siap-Siap Haji 2027: Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Berhak Lunas dan Aturan Baru Penerbangan
Baca juga:
Siap-Siap Haji 2027: Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Berhak Lunas dan Aturan Baru Penerbangan

Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah ini membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mampu menjadi jembatan pemersatu bangsa di tengah keberagaman. Melalui semangat sportivitas dan persaudaraan, ajang ini diharapkan terus melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membawa kedamaian bagi masyarakat luas.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan