Skip to content

Optimalisasi Aset Strategis: Gedung Graha Merah Putih Telkom Bakal Jadi Markas Badan Gizi Nasional

Optimalisasi Aset Strategis: Gedung Graha Merah Putih Telkom Bakal Jadi Markas Badan Gizi Nasional
Optimalisasi Aset Strategis: Gedung Graha Merah Putih Telkom Bakal Jadi Markas Badan Gizi Nasional

Kabar YPU – 10 September 2026 | Rencana transformasi besar tengah menyelimuti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, di mana salah satu aset properti prestisiusnya, Gedung Graha Merah Putih (GMP), diproyeksikan akan beralih fungsi menjadi kantor Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini memicu perhatian publik, terutama mengenai bagaimana perusahaan telekomunikasi raksasa tersebut mengelola asetnya di tengah upaya penguatan fundamental bisnis.

COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa rencana penggunaan gedung milik telkom tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi aset yang telah melalui kajian internal mendalam. Menurutnya, pemanfaatan gedung tersebut adalah bentuk tindakan korporasi (corporate action) yang wajar untuk memastikan aset tidak menjadi beban biaya pemeliharaan yang tidak produktif.

Strategi Besar Danantara: Amankan Aset Minyak Bumi AS di Tengah Gejolak Energi Global
Baca juga:
Strategi Besar Danantara: Amankan Aset Minyak Bumi AS di Tengah Gejolak Energi Global

Transparansi Harga dan Mitigasi Risiko Bisnis

Mengingat statusnya sebagai perusahaan terbuka, setiap transaksi yang melibatkan aset telkom harus mematuhi prinsip transparansi dan kewajaran pasar. Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses penyewaan ini akan melibatkan penilaian independen dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna memastikan harga sewa sesuai dengan nilai pasar, bahkan dikabarkan berada di atas harga pasar saat ini.

“Semua transaksi itu tentu harus berdasarkan harga pasar karena Telkom itu adalah perusahaan terbuka. Kita harus menghindari benturan kepentingan dan memastikan tidak ada kerugian bagi perusahaan,” ujar Dony saat memberikan keterangan di Jakarta. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Danantara untuk mengoptimalkan seluruh aset BUMN agar lebih produktif dan tidak sekadar menjadi beban biaya operasional seperti PBB dan biaya pemeliharaan lainnya.

Aspek Transaksi Ketentuan & Mekanisme
Dasar Harga Harga Pasar (Market Price)
Penilaian Melibatkan Penilai Independen (KJPP)
Tujuan Optimalisasi Aset & Efisiensi Biaya
Status Perusahaan Perusahaan Terbuka (Tbk)

Koordinasi Pemindahan dan Operasional BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, sebelumnya telah mengonfirmasi adanya koordinasi intensif dengan Danantara terkait rencana pemindahan kantor tersebut. BGN menargetkan proses transisi dari kantor saat ini ke Graha Merah Putih dapat rampung dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan. Untuk menjaga kelancaran operasional, para karyawan telkom yang sebelumnya menempati gedung tersebut akan dipindahkan ke gedung lain yang terletak di area belakang dengan fasilitas yang memadai.

10 Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik Dunia 2026 Versi CNTraveller, Panduan Lengkap untuk Penumpang yang Mengutamakan Kenyamanan
Baca juga:
10 Maskapai Kelas Ekonomi Terbaik Dunia 2026 Versi CNTraveller, Panduan Lengkap untuk Penumpang yang Mengutamakan Kenyamanan

Meskipun CEO Danantara, Rosan Roeslani, sempat enggan memberikan komentar mendalam terkait detail teknis pemindahan tersebut, kepastian mengenai koordinasi antarlembaga terus berjalan. Hal ini menunjukkan adanya integrasi pengelolaan aset negara yang lebih sistematis di bawah pengawasan Danantara.

Transformasi Strategis dan Kinerja Keuangan Telkom

Di sisi lain, langkah optimalisasi aset ini beriringan dengan agenda besar transformasi perusahaan yang dikenal sebagai TLKM 30. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang bergerak menuju model Strategic Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Strategi ini bertujuan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih terfokus, transparan, dan akuntabel melalui delayering bisnis ke dalam lima segmen utama:

  • B2C (Business to Consumer)
  • B2B Infrastructure
  • B2B ICT (Information and Communication Technology)
  • International
  • Others and Ancillary

Transformasi ini juga mencakup rencana pemisahan sebagian bisnis Wholesale Fiber Connectivity Tahap 2 ke anak usaha, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), yang dijadwalkan dalam RUPSLB pada 30 September 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas pengembangan usaha, mengikuti tren global industri telekomunikasi.

Masyarakat diminta lebih waspada setelah Kemenhub menemukan banyak bus beroperasi tanpa izin resmi, mengancam keselamatan penumpang
Baca juga:
Masyarakat diminta lebih waspada setelah Kemenhub menemukan banyak bus beroperasi tanpa izin resmi, mengancam keselamatan penumpang

Secara finansial, telkom menunjukkan performa yang tetap tangguh. Hingga paruh pertama 2026, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 75,9 triliun, tumbuh 3,9 persen secara tahunan (YoY). Laba bersih juga tercatat tumbuh 1,4 persen YoY mencapai Rp 10,6 triliun, yang membuktikan bahwa meskipun sedang melakukan restrukturisasi aset dan organisasi, fundamental perusahaan tetap terjaga dengan disiplin operasional yang kuat.

Secara keseluruhan, rencana penyewaan Gedung Graha Merah Putih kepada BGN bukan sekadar perpindahan kantor biasa, melainkan bagian dari manuver strategis untuk memastikan setiap jengkal aset perusahaan memberikan nilai tambah maksimal. Dengan pengawasan ketat terhadap harga pasar dan transparansi transaksi, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi finansial perusahaan sekaligus mendukung efisiensi penggunaan aset negara.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan