Malam Kelam di Olimpico: Belgia Akhiri Kutukan 52 Tahun dan Hancurkan Debut Kedua Mancini

Malam Kelam di Olimpico: Belgia Akhiri Kutukan 52 Tahun dan Hancurkan Debut Kedua Mancini

Malam Kelam di Olimpico: Belgia Akhiri Kutukan 52 Tahun dan Hancurkan Debut Kedua Mancini

Kabar YPU – 26 September 2026 | Stadion Olimpico menjadi saksi bisu sejarah baru yang tercipta dalam laga Nations League malam Jumat kemarin. Pertandingan italy vs belgium berakhir dengan kemenangan telak 2-0 untuk tim tamu, sebuah hasil yang tidak hanya merusak rencana kembalinya Roberto Mancini ke kursi kepelatihan Italia, tetapi juga menandai berakhirnya kutukan panjang bagi tim nasional Belgia.

Belgia, yang kini dipimpin oleh pelatih baru Mark van Bommel, tampil dengan intensitas tinggi dan taktik 4-3-3 yang sangat disiplin. Kemenangan ini sangat bersejarah bagi The Red Devils karena merupakan kemenangan kompetitif pertama mereka atas Italia sejak Mei 1972. Selama lebih dari lima dekade, Italia selalu mendominasi pertemuan antara kedua negara tersebut, namun malam ini, dominasi itu runtuh di tangan anak asuh Van Bommel.

Persiapan Matang Menuju FIFA ASEAN Cup 2026: Dari Jersey Baru Hingga Markas Latihan Eksklusif Timnas
Baca juga:
Persiapan Matang Menuju FIFA ASEAN Cup 2026: Dari Jersey Baru Hingga Markas Latihan Eksklusif Timnas

Mika Godts dan Dodi Lukebakio Jadi Bintang

Laga italy vs belgium ini dibuka dengan kejutan dari pemain muda berbakat asal Paris Saint-Germain, Mika Godts. Pada menit ke-20, pemain berusia 20 tahun tersebut menunjukkan kelasnya dengan melakukan penetrasi dari sisi kiri, melewati dua bek Italia, dan melepaskan tembakan tenang yang mengelabui penjaga gawang. Gol tersebut menjadi gol internasional pertamanya dan memberikan keunggulan bagi Belgia.

Italia mencoba bangkit di babak kedua, namun lini pertahanan Belgia yang dikawal dengan baik tetap solid. Upaya serangan balik Belgia justru membuahkan hasil pada menit ke-69. Melalui umpan matang dari Charles De Ketelaere, Dodi Lukebakio berhasil menyarangkan bola ke gawang Italia, sekaligus memastikan tiga poin penuh bagi tim tamu. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pencetak Gol Menit Tim
Mika Godts 20′ Belgia
Dodi Lukebakio 69′ Belgia

Drama Pasca-Pertandingan dan Krisis Italia

Ketegangan tidak berhenti saat wasit meniup peluit akhir. Pertandingan italy vs belgium diwarnai dengan keributan antara kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, dan striker Belgia, Romelu Lukaku. Keduanya terlibat adu mulut dan saling memberikan gestur provokatif, yang berujung pada pemberian kartu kuning oleh wasit kepada keduanya.

Drama di Miskolc: Scamacca Jadi Pahlawan, Atalanta Berhasil Bungkam Hapoel Tel Aviv
Baca juga:
Drama di Miskolc: Scamacca Jadi Pahlawan, Atalanta Berhasil Bungkam Hapoel Tel Aviv

Bagi Italia, kekalahan ini memperpanjang periode kegelapan yang mereka alami. Setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 di bawah Mancini, kegagalan di Euro 2024, hingga kegagalan kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah pelatih sebelumnya, kembalinya Mancini justru tidak memberikan dampak instan yang diharapkan. Kegagalan ini membuat posisi Italia di dasar klasemen grup Nations League semakin terancam bersama Turki.

Analisis Taktik dan Dampak Klasemen

Mark van Bommel memberikan pujian besar kepada anak asuhnya meski mengakui adanya ruang untuk perbaikan. Ia menekankan bahwa adaptasi cepat pemain terhadap sistem barunya adalah kunci keberhasilan dalam laga italy vs belgium ini. Di sisi lain, Italia harus segera bangkit menghadapi jadwal padat melawan Turki dan Prancis dalam waktu dekat untuk menyelamatkan muka di kompetisi ini.

Dengan hasil ini, Belgia melesat ke puncak klasemen grup, sejajar dengan Prancis yang juga menang 1-0 atas Turki melalui gol Kylian Mbappe. Sementara itu, Italia harus segera mengevaluasi performa timnya jika tidak ingin semakin terpuruk dalam perjalanan Nations League musim ini.

Drama 10 Pemain: Elche Bungkam Espanyol 3-1 dan Resmi Keluar dari Zona Degradasi
Baca juga:
Drama 10 Pemain: Elche Bungkam Espanyol 3-1 dan Resmi Keluar dari Zona Degradasi

Kemenangan Belgia ini membuktikan bahwa regenerasi pemain seperti Mika Godts mampu memberikan dampak instan, sementara Italia masih berjuang mencari identitas baru di bawah kepemimpinan Roberto Mancini yang kembali mencoba membangun kejayaan Gli Azzurri.

Post Comment