Krisis Kelistrikan Sulbagsel: Pemeliharaan PLTU Jeneponto Picu Pemadaman Bergilir di Berbagai Wilayah
Kabar YPU – 03 September 2026 | Sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel) tengah menghadapi tantangan besar. Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan kini tengah mengalami pemadaman bergilir akibat adanya pemeliharaan infrastruktur penting pada pembangkit listrik utama. Kondisi ini menyebabkan penurunan daya mampu pasok yang signifikan, sehingga PLN harus melakukan pengaturan beban guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Penyebab utama dari gangguan pasokan listrik ini adalah proses pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pemeliharaan ini berdampak langsung pada berkurangnya daya yang dapat disalurkan ke sistem Sulbagsel, termasuk wilayah Kendari dan Parepare. Selain faktor pemeliharaan, tekanan terhadap sistem juga dipicu oleh faktor cuaca serta meningkatnya konsumsi listrik masyarakat yang terus melonjak.
Upaya Percepatan Pemulihan oleh PLN
Untuk mengatasi situasi ini, PT PLN (Persero) melalui unit terkait telah mengambil langkah-langkah taktis. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan lebih dari 230 teknisi ahli untuk mempercepat proses pemeliharaan infrastruktur tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan PLTU Jeneponto dapat kembali beroperasi secara normal untuk melayani sistem kelistrikan.
Berikut adalah rincian target dan langkah teknis yang sedang dilakukan:
- Target Normalisasi: Sistem kelistrikan ditargetkan kembali stabil sepenuhnya pada 5 September 2026.
- Durasi Pemadaman: Selama masa pemeliharaan, pemadaman bergilir dilakukan dengan durasi antara satu hingga empat jam di beberapa titik wilayah.
- Optimalisasi Operasi: PLN terus melakukan optimalisasi pola operasi dari sisi pembangkitan untuk meminimalkan dampak pemadaman.
- Pemantauan Pembangkit: Pemantauan ketat dilakukan pada seluruh pembangkit dalam sistem Sulbagsel, termasuk di Poso dan Malea.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menambahkan bahwa pengaturan beban ini sangat krusial untuk menjaga agar sistem tetap aman dan tidak mengalami kegagalan total (blackout). Ketersediaan energi utama seperti batubara juga menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan operasional pembangkit dalam memasok listrik ke masyarakat.
Dampak Sosial dan Keluhan Masyarakat
Situasi ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Di Kendari, Manager PLN UP3 Kendari, Hery Supriyadi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemadaman bergilir ini. Sementara itu, di wilayah lain seperti Kotawaringin Barat, masyarakat menghadapi beban hidup yang bertumpuk. Selain gangguan listrik, warga juga harus berjuang melawan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta antrean panjang bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa gangguan listrik memperparah kesulitan warga yang sudah terdampak asap tebal. Beberapa warga melaporkan adanya gangguan kesehatan, seperti kesulitan bernapas pada anak-anak, yang semakin sulit ditangani saat pasokan listrik di rumah terganggu. Meski demikian, beberapa warga mencatat bahwa intensitas pemadaman listrik mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan meskipun masalah asap dan BBM masih menjadi prioritas utama keluhan mereka.
| Wilayah Terdampak | Penyebab Utama | Estimasi Pemulihan |
|---|---|---|
| Sulawesi Tenggara (Kendari) | Pemeliharaan PLTU Jeneponto | 5 September 2026 |
| Sulawesi Selatan (Parepare) | Pengaturan beban & pemeliharaan | 5 September 2026 |
| Sulawesi Selatan (Umum) | Berkurangnya pasokan batubara | Dalam proses pemantauan |
Bagi pelanggan yang ingin mendapatkan informasi terkini atau ingin melaporkan kendala terkait layanan kelistrikan, PLN menyarankan untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center di nomor 123. Masyarakat diharapkan dapat bersabar selama proses pemeliharaan ini berlangsung demi stabilitas energi jangka panjang.
Secara keseluruhan, krisis pasokan listrik di wilayah Sulbagsel merupakan dampak dari langkah preventif pemeliharaan infrastruktur vital. Meskipun pemadaman bergilir memberikan dampak ketidaknyamanan bagi aktivitas harian, langkah ini diambil untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan di masa mendatang. Dengan pengerahan ratusan teknisi, diharapkan normalisasi pasokan dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.



Post Comment