Skip to content

Kontroversi Jersey Ceuta: Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé Dihujat Suporter Akibat Sembunyikan Pesan Solidaritas

Kontroversi Jersey Ceuta: Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé Dihujat Suporter Akibat Sembunyikan Pesan Solidaritas
Kontroversi Jersey Ceuta: Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé Dihujat Suporter Akibat Sembunyikan Pesan Solidaritas

Kabar YPU – 17 September 2026 | Dunia sepak bola Spanyol tengah diguncang oleh kontroversi etis yang melibatkan dua bintang besar Real Madrid, Kylian Mbappé dan vinícius júnior. Insiden ini bermula saat laga La Liga antara Real Madrid melawan Elche pada Selasa lalu, di mana kedua pemain tersebut terlihat sengaja menyembunyikan pesan solidaritas untuk kota Ceuta yang tertera pada jersey khusus sebelum pertandingan dimulai.

Pesan “Todos somos caballas” (Kita semua adalah warga Ceuta) merupakan bagian dari inisiatif La Liga untuk menunjukkan dukungan terhadap kota otonom Spanyol yang tengah menghadapi krisis migran besar-besaran. Namun, rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan vinícius júnior memberikan instruksi kepada Mbappé tentang cara mengenakan jersey tersebut, di mana keduanya tampak menggulung bagian bawah baju atau mengatur posisi kain guna menutupi tulisan tersebut. Rekan setim mereka, Ibrahima Konaté, juga terlihat tidak menampilkan pesan tersebut dengan hanya memegang jersey di tangannya.

Duel Raksasa ASEAN: JDT Gagal Amankan Poin Penuh dalam Laga Panas Darul Takzim FC vs Buriram Utd
Baca juga:
Duel Raksasa ASEAN: JDT Gagal Amankan Poin Penuh dalam Laga Panas Darul Takzim FC vs Buriram Utd

Tindakan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Asosiasi suporter Real Madrid di Ceuta mengecam keras langkah tersebut. Miguel Angel Montano, ketua asosiasi, menyatakan kekecewaan mendalam dan menyebut tindakan para pemain sebagai sebuah “aib”. Dalam pernyataan pedasnya, ia bahkan menyebut kedua bintang tersebut sebagai sosok yang “palsu dan munafik” karena dianggap tidak menunjukkan empati kepada penduduk Ceuta yang sedang mengalami kesulitan.

Kemarahan publik juga merambah ke media sosial. Beberapa pengguna menuntut Presiden Real Madrid, Florentino Perez, untuk menjatuhkan sanksi berat berupa denda atau skorsing tanpa gaji agar tindakan serupa tidak terulang. Namun, di sisi lain, terdapat kelompok yang membela hak pemain. Mereka berpendapat bahwa atlet seharusnya memiliki kebebasan berekspresi dan tidak boleh dipaksa untuk terlibat dalam gerakan politik atau pesan solidaritas tertentu.

Drama Delapan Gol di Etihad: Manchester City Tekuk Sunderland, Bristol City Pesta Gol di WSL
Baca juga:
Drama Delapan Gol di Etihad: Manchester City Tekuk Sunderland, Bristol City Pesta Gol di WSL

Menanggapi badai kritik yang menerjang, Kylian Mbappé akhirnya memecah keheningan melalui wawancara eksklusif. Ia memberikan pembelaan dengan menyatakan bahwa ia tidak ingin memprioritaskan satu penderitaan di atas penderitaan lainnya. Pernyataan ini tampaknya merupakan upaya untuk meredam perdebatan yang berkembang di luar lapangan, meskipun belum berhasil meredakan amarah para pendukung di Ceuta.

Pihak manajemen Real Madrid sendiri telah mengambil langkah defensif dengan membela hak kebebasan berekspresi para pemainnya. Meskipun situasi sedang memanas, performa di lapangan tetap berjalan dengan Real Madrid berhasil memenangkan laga tersebut dengan skor tipis 3-2. Di tengah ketegangan ini, Eden Hazard, mantan pemain Real Madrid, justru memberikan perspektif lain dengan memberikan dukungan kepada José Mourinho yang kini memimpin klub, serta menanggapi performa vinícius júnior yang sempat dikritik karena penurunan produktivitas gol di awal musim.

Debut Emosional Zidane Berakhir Imbang: Keajaiban Olise Tak Cukup Bendung Ketangguhan Italia
Baca juga:
Debut Emosional Zidane Berakhir Imbang: Keajaiban Olise Tak Cukup Bendung Ketangguhan Italia

Secara keseluruhan, insiden ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara ekspresi personal atlet dan tanggung jawab sosial dalam olahraga profesional. Meskipun Real Madrid berhasil mengamankan poin di lapangan, bayang-bayang kontroversi pesan Ceuta ini diprediksi akan terus menghantui para pemain dalam beberapa waktu mendatang, terutama dalam hubungan mereka dengan basis suporter lokal di wilayah tersebut.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan