Kesha Ratuliu bersyukur suami rela mengurus anak dan urusan rumah saat ia harus berangkat ke Eropa, menegaskan pentingnya dukungan pasangan dalam keluarga
Kesha Ratuliu mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan suami, Adhi, yang rela mengurus anak dan urusan rumah saat ia harus berangkat ke Eropa. Ia menegaskan pentingnya dukungan pasangan dalam keluarga, menyoroti bagaimana kolaborasi tersebut membawa keseimbangan dan kebahagiaan di dalam rumah tangga.
Perjalanan Kesha ke Eropa dan Peran Adhi di Rumah
Selama Kesha berada di Eropa, Adhi harus mengurus ketiga anak mereka. Meski demikian, Kesha mengatakan sang suami tidak pernah mengeluh. “Gak sih, dia gak pernah ngeluh sama sekali. Dia kayak kalau aku tanya, ‘Gimana Sayang, anak-anak aman?’ ‘Aman’, gitu aja jawabnya. Dia kayaknya gak mau bikin aku kepikiran juga sih dan mungkin so far so good ya, jadi kayak ya gak ada yang harus dikeluhin,” kata Kesha Ratuliu di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesibukan mengurus anak, Adhi menunjukkan sikap tenang dan penuh tanggung jawab. Ia tidak hanya menyiapkan makanan, menata ruang belajar, maupun mengawasi kegiatan anak di rumah. Kesha menyebutkan bahwa Adhi selalu memeriksa setiap detail, memastikan anak-anak berada dalam suasana yang aman dan nyaman. Ia menekankan bahwa Adhi tidak pernah merasa terbebani, melainkan melihatnya sebagai bagian dari peran suami dalam keluarga.
Kesempatan Menyempatkan Waktu Bersama Pasangan
Setelah kembali dari Eropa, Kesha dan Adhi menyempatkan diri menikmati waktu berdua. Mereka makan, jalan-jalan, hingga pijat bersama. “Kita waktu itu sempat pacaran dulu berduaan kayak makan, jalan-jalan, pijat juga. Aku alhamdulillah dapat pijat karena aku kayak, ‘Kayaknya aku gak bisa pijat deh’, kan karena orang-orang pulang mau pijet gitu. Aku kayaknya nggak bisa pijet, nggak mungkin aku izin pijet lagi tuh kayaknya kurang bagus gitu ya minta ke suami. Jadi kayak eh ternyata dapet waktu berduaan kita pijet berdua,” ungkapnya sambil tersenyum.
Aktivitas bersama ini tidak hanya mempererat hubungan mereka, tetapi juga memberikan ruang bagi kedua pasangan untuk saling memahami kebutuhan emosional. Kesha menilai bahwa kebersamaan ini membantu menyeimbangkan energi yang terpakai selama periode ketidakhadirannya, sehingga keduanya kembali segar dan siap menghadapi tantangan keluarga.
Kolaborasi dan Pembagian Tugas Tanpa Pandangan Patriarki
Menurut Kesha, sikap Adhi yang mau terlibat dalam urusan rumah tangga merupakan bentuk kerja sama antara suami dan istri. Ia pun bersyukur sang suami tidak memiliki pandangan patriarki mengenai pembagian tugas di rumah. “Alhamdulillah sih suamiku mau diajak berkontribusi buat jagain anak-anak, bersihin rumah, beres-beres rumah karena yang kita pelajarin selama berumah tangga, rumah tangga tuh saling sih. Jadi kayak semuanya saling. Kalau berdua k,” ia melanjutkan.
Dengan memegang prinsip bahwa rumah tangga adalah kerja tim, Kesha dan Adhi menghindari pembagian tugas yang kaku. Adhi secara aktif membantu menyiapkan sarapan, menolong anak menyiapkan tas sekolah, serta menata kebersihan rumah. Kesha menyebutkan bahwa dukungan ini tidak hanya meringankan beban emosionalnya, tetapi juga memberi contoh positif bagi anak-anak tentang nilai kerja sama dan kesetaraan dalam keluarga.
Dampak Positif bagi Kesejahteraan Keluarga
Kolaborasi yang terjalin antara Kesha dan Adhi membawa dampak positif bagi kesejahteraan keluarga. Pertama, anak-anak merasa aman dan terjaga, karena kedua orang tua mereka aktif terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, Kesha dapat fokus pada pekerjaan dan studi di Eropa tanpa khawatir akan masalah rumah tangga, sehingga produktivitasnya tetap terjaga. Ketiga, hubungan antara Kesha dan Adhi menjadi lebih kuat, karena mereka saling menghargai peran masing-masing.
Selain itu, sikap Adhi yang tidak mengeluh menunjukkan bahwa dukungan emosional dan fisik dapat memperkuat ikatan suami istri. Ketika seorang pasangan merasa dihargai dan terlibat, stres berkurang, dan kebahagiaan keluarga meningkat. Kesha menekankan bahwa penting bagi pasangan untuk saling mendukung, terutama ketika salah satu dari mereka harus menempuh perjalanan jauh.
Kesimpulan: Pentingnya Dukungan Pasangan dalam Keluarga
Kesha Ratuliu menegaskan bahwa dukungan pasangan, terutama dalam hal mengurus anak dan rumah tangga, sangat krusial bagi keseimbangan emosional dan produktivitas. Dengan Adhi yang rela mengurus ketiga anak selama ia berangkat ke Eropa, Kesha dapat fokus pada karir dan studi, sementara keluarga tetap berjalan lancar. Sikap tanpa pengeluh dan kerja sama tanpa pandangan patriarki menjadi contoh bagi pasangan lain tentang bagaimana membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis. Kebaikan ini tidak hanya memberi manfaat bagi kedua pasangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi generasi berikutnya.



Post Comment