×

Kenapa Dewi Perssik Selalu Membagikan Makanan Setiap Jumat? Simak Alasan Pribadi yang Ia Ungkap Baru-baru Ini

Kenapa Dewi Perssik Selalu Membagikan Makanan Setiap Jumat? Simak Alasan Pribadi yang Ia Ungkap Baru-baru Ini

Dewi Perssik, seorang jurnalis senior media berita Indonesia, kini menjadi sorotan publik karena kebiasaan uniknya yang selalu membagikan makanan setiap hari Jumat. Kebiasaan ini tidak sekadar tradisi, melainkan juga merupakan wujud komitmen pribadi yang ia ungkapkan baru-baru ini di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan.

Asal Usul Kebiasaan Mengaji dan Berbagi Makanan

Kebiasaan Dewi Perssik bermula dari janji yang dibuatnya ketika ayahnya, yang dikenal sebagai sosok spiritual dan penuh kasih, meninggal dunia pada tahun 2019. “Ya kebetulan ada rezeki aja, gitu karena memang saya pernah berjanji ketika Papi saya meninggal dunia tahun 2019,” ujar Dewi saat wawancara. Ayahnya memiliki kebiasaan membaca Yasin setiap malam Jumat, sebuah ritual yang diyakini membawa berkah dan kedamaian bagi keluarga. Setelah kepergian ayahnya, Dewi memutuskan untuk melanjutkan kebiasaan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan kenangan.

Instruktur fitnes Riana Ree menapaki panggung musik, mengumumkan debut album dan tur pertama setelah beralih karier
Baca juga:
Instruktur fitnes Riana Ree menapaki panggung musik, mengumumkan debut album dan tur pertama setelah beralih karier

Menurut Dewi, ayahnya sering menekankan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan sesepuh yang telah meninggal. “Papi saya itu kan ibaratnya, kalau kepercayaan saya itu, setiap malam Jumat itu kan ngaji-ngaji Yasin. Orang tua-orang tua, atau kakek-kakek kita, atau sesepuh-sesepuh kita yang sudah meninggal dunia itu pasti pulang ke rumah kita,” tambahnya. Kebiasaan ini menjadi landasan bagi Dewi untuk mengamalkan pengajian secara rutin, meskipun tidak selalu dalam skala besar. Ia menekankan bahwa inti dari pengajian tersebut adalah Al-Qur’an, khususnya surat Yasin, yang dianggap memiliki makna mendalam.

Proses Berbagi Makanan Setiap Jumat

Setelah menyelesaikan pengajian, Dewi Perssik melanjutkan kegiatan dengan membagikan makanan kepada orang-orang di sekitarnya. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk sedekah yang diniatkan untuk almarhum ayahnya. Sebelum makanan dibagikan, ia biasanya membacakan doa dan Al-Fatihah sebagai penguat niat. “Sebelum makanan dibagikan, ia biasanya membacakan doa dan Al-Fatihah. Ia bahkan menga,” kata Dewi, meskipun kalimat tersebut terpotong, namun jelas menunjukkan ketegasan dalam melaksanakan ritual ini.

Menurut Dewi, kebiasaan berbagi makanan ini tidak hanya sekadar memberi, melainkan juga sebagai upaya menjaga hubungan spiritual dengan leluhur. Ia percaya bahwa setiap kali ia menyalurkan makanan, ia sekaligus menyalurkan energi positif dan harapan bagi orang tua yang telah meninggal. “Nah, ketika anak cucunya itu gak ngaji Yasin, gak apa, mereka itu pulang ibaratnya gak bawa makanan, gitu. Jadi makanan-makanan itu kan selain malam Jumat itu saya ada ngaji, walaupun gak banyak, cukup jantungnya Al-Qur’an aja, Yasin,” ungkapnya.

Andrew Andika Tekankan Pentingnya Menjaga Komunikasi dengan Tengku Dewi demi Kesejahteraan dan Kebahagiaan Anak Mereka, Sambil Menghadapi Tantangan Keluarga
Baca juga:
Andrew Andika Tekankan Pentingnya Menjaga Komunikasi dengan Tengku Dewi demi Kesejahteraan dan Kebahagiaan Anak Mereka, Sambil Menghadapi Tantangan Keluarga

Motivasi Pribadi dan Nilai Spiritual yang Didukung

Dewi Perssik menekankan bahwa motivasi di balik kebiasaan ini bersifat pribadi dan tidak semata-mata untuk mendapatkan pengakuan publik. Ia menjelaskan bahwa ia melakukan semua ini demi menjaga kenangan akan ayahnya. “Habis itu besoknya biasanya saya bagi-bagi makanan. Itu yang orang tua saya terapkan ke saya, Papi saya. Jadi ketika Papi saya itu meninggal, saya nazar, nanti kalau misalkan Papi sudah meninggal, saya nggak akan pernah lupa apa yang diajarkan almarhum Papi saya untuk saya,” ungkap Dewi. Dalam pandangannya, setiap tindakan berbagi makanan adalah wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan.

Nilai spiritual yang mendasari kebiasaan ini mencakup rasa hormat kepada leluhur, kepercayaan pada keberkahan, serta komitmen untuk meneruskan warisan spiritual. Dewi percaya bahwa dengan terus mengaji Yasin dan berbagi makanan, ia tidak hanya menjaga hubungan dengan almarhum ayahnya, tetapi juga memperkuat ikatan emosional dengan komunitas yang menerima kebaikan tersebut.

Dampak Positif pada Komunitas dan Diri Sendiri

Dampak positif dari kebiasaan Dewi Perssik tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Melalui pengajian rutin, ia memperoleh ketenangan batin dan rasa damai yang sulit didapatkan melalui aktivitas profesionalnya. Selain itu, tindakan berbagi makanan memperluas jaringan sosial dan meningkatkan rasa empati di antara anggota komunitas.

Foto-foto mengabadikan keseruan girls trip Kesha, Syifa Hadju, dan Nadira menjelajahi Eropa, menampilkan momen tak terlupakan
Baca juga:
Foto-foto mengabadikan keseruan girls trip Kesha, Syifa Hadju, dan Nadira menjelajahi Eropa, menampilkan momen tak terlupakan

Komunitas yang menerima makanan dari Dewi Perssik merasakan kehangatan dan solidaritas. Mereka tidak hanya mendapatkan kebutuhan pokok, tetapi juga mendapatkan pesan spiritual melalui doa dan bacaan Al-Qur’an yang disampaikan sebelum makanan dibagikan. Hal ini menciptakan suasana yang lebih bersahabat dan mendukung solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

Kesimpulan

Dewi Perssik, melalui kebiasaan mengaji Yasin dan berbagi makanan setiap hari Jumat, menunjukkan komitmen pribadi yang kuat terhadap warisan spiritual dan nilai kebersamaan. Motivasi utamanya adalah untuk menjaga kenangan akan ayahnya dan memperkuat hubungan spiritual dengan leluhur. Kebiasaan ini tidak hanya membawa dampak positif bagi dirinya sendiri, tetapi juga mempererat ikatan sosial di komunitasnya. Dengan tindakan sederhana namun penuh makna, Dewi Perssik menjadi contoh bagaimana tradisi dapat diadaptasi dan dijadikan bentuk pengabdian yang berkelanjutan bagi generasi selanjutnya.

Post Comment

You May Have Missed