Hakuhodo mengubah riset menjadi AI, menciptakan persona digital bagi lebih dari 100 konsumen di seluruh ASEAN
Hakuhodo Institute of Life & Living ASEAN (HILL ASEAN) memamerkan inovasi AI yang mengubah riset kualitatif menjadi persona digital di forum Sei-Katsu-Sha 2026 di Bengkel Space, Jakarta. Inisiatif ini menandai langkah revolusioner dalam industri periklanan, yang selama ini bergantung pada AI generatif generik. Dengan memanfaatkan data riset kualitatif selama tujuh tahun, HILL ASEAN mengembangkan Virtual Sei-katsu-sha, persona AI yang dipersonalisasi untuk lebih dari 100 konsumen di seluruh wilayah ASEAN.
Perubahan Paradigma: Dari AI Generik ke AI Berbasis Data Riset Kualitatif
Presentasi dimulai dengan kritik tajam terhadap praktik industri periklanan yang terlalu mengandalkan model AI generatif standar. Director of H+ & Innovation Wimala Djafar menekankan bahwa ketergantungan pada model dasar dapat menghilangkan diferensiasi merek. Ia menyoroti bahwa meskipun AI menawarkan kecepatan dan skala, pertumbuhan yang bermakna berasal dari manusia. “Kami memutuskan untuk menggabungkan AI dengan data manusia yang nyata—interview, kunjungan rumah, dan studi mendalam selama tujuh tahun,” jelas Djafar. Kritik ini menjadi landasan bagi pengembangan persona AI yang lebih bermakna dan terhubung secara emosional dengan konsumen.
Business of Director Kyohei Hasegawa menambahkan bahwa proses pelatihan AI dilakukan dengan data riset pribadi HILL ASEAN, sehingga setiap insight yang dihasilkan bersifat unik dan spesifik bagi klien. Ia menjelaskan bahwa selain data internal, beberapa proyek juga mengintegrasikan data klien, menciptakan model yang tidak hanya unik tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar. “Dengan data yang berbeda, insight yang kita dapatkan dari AI juga menjadi unik,” tutur Hasegawa.
Virtual Sei-katsu-sha: Persona Digital yang Diperkuat Data Lokal
Konsep Virtual Sei-katsu-sha merupakan hasil pelatihan model AI dengan dataset riset kualitatif yang kaya. Persona ini tidak hanya mencerminkan karakteristik demografis, tetapi juga perilaku, preferensi, dan minat niche yang sangat spesifik. HILL ASEAN mengklaim telah berhasil mengembangkan lebih dari 100 persona Virtual Sei-katsu-sha, masing-masing dilengkapi dengan insight hiper-lokal dan minat niche yang mendalam.
Penggunaan data riset kualitatif memungkinkan persona AI memahami konteks sosial dan budaya yang sering terlewatkan oleh model AI generik. Misalnya, dalam studi tentang perilaku konsumen di Indonesia, data kunjungan rumah dan wawancara mendalam membantu AI menangkap nuansa lokal seperti kebiasaan berbelanja di pasar tradisional atau preferensi makanan regional. Hasilnya, setiap persona menjadi representasi yang lebih akurat dari konsumen target, memudahkan klien dalam merancang kampanye yang resonan.
Integrasi Data Klien: Menambah Nilai Tambah bagi Brand
HILL ASEAN tidak hanya mengandalkan data internal; mereka juga mengintegrasikan data klien ke dalam model AI. Dengan cara ini, setiap persona Virtual Sei-katsu-sha dapat disesuaikan lebih lanjut sesuai kebutuhan spesifik merek. Integrasi ini menambah nilai tambah bagi klien karena insight yang dihasilkan tidak hanya unik tetapi juga relevan dengan strategi pemasaran mereka.
Proses integrasi melibatkan kolaborasi erat antara tim riset HILL ASEAN dan tim data klien. Data klien, seperti perilaku konsumen digital, preferensi produk, dan sejarah transaksi, dipadukan dengan dataset riset kualitatif. Hasilnya adalah model AI yang mampu memprediksi perilaku konsumen dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, serta memberikan rekomendasi kreatif yang lebih terarah.
Dampak terhadap Industri Periklanan dan Brand Differentiation
Inovasi ini memiliki dampak signifikan pada industri periklanan. Dengan menggabungkan AI dan data riset kualitatif, HILL ASEAN menawarkan solusi yang mengatasi kelemahan AI generatif generik. Brand dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan terpersonalisasi, yang pada gilirannya meningkatkan diferensiasi merek di pasar yang semakin kompetitif.
Selain itu, penggunaan persona AI yang dipersonalisasi memungkinkan kampanye pemasaran menjadi lebih relevan bagi konsumen. Misalnya, kampanye digital yang menargetkan konsumen tertentu dapat disesuaikan dengan perilaku dan preferensi yang telah diprediksi oleh Virtual Sei-katsu-sha. Hal ini meningkatkan tingkat konversi dan loyalitas pelanggan.
Penggunaan data kualitatif juga memperkuat hubungan emosional antara merek dan konsumen. Dengan memahami konteks sosial dan budaya, merek dapat menciptakan pesan yang lebih resonan, memicu keterlibatan emosional yang lebih kuat. Ini merupakan langkah penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Potensi Ekspansi di Seluruh ASEAN
HILL ASEAN menargetkan ekspansi lebih lanjut di seluruh wilayah ASEAN. Dengan lebih dari 100 persona Virtual Sei-katsu-sha yang telah dikembangkan, perusahaan siap melayani berbagai negara dengan konteks budaya yang beragam. Pendekatan berbasis data kualitatif memungkinkan adaptasi yang cepat terhadap kebutuhan pasar lokal, menjadikan solusi ini sangat fleksibel dan skalabel.
Selain itu, kolaborasi dengan klien di berbagai sektor—misalnya ritel, fintech, dan layanan kesehatan—menunjukkan bahwa model AI ini dapat diadaptasi untuk berbagai industri. Hal ini membuka peluang bagi HILL ASEAN untuk memperluas jangkauan layanan mereka, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin inovasi di bidang pemasaran berbasis AI.
Kesimpulan
Hakuhodo Institute of Life & Living ASEAN telah menunjukkan bagaimana kombinasi AI dan data riset kualitatif dapat menciptakan persona digital yang unik dan relevan. Dengan mengembangkan Virtual Sei-katsu-sha, HILL ASEAN tidak hanya menawarkan solusi inovatif bagi industri periklanan, tetapi juga membuka jalan bagi brand untuk memperoleh insight yang lebih mendalam dan terpersonalisasi. Inisiatif ini menegaskan pentingnya integrasi data manusia dengan teknologi AI dalam menciptakan diferensiasi merek yang kuat di pasar global.



Post Comment