Kabar YPU – 12 September 2026 | Pertandingan pembuka fase grup Liga Champions musim ini menyuguhkan tensi tinggi saat duel psv vs shakhtar berlangsung di Philips Stadion. Dalam laga yang penuh emosi dan drama, tuan rumah PSV Eindhoven harus puas berbagi angka dengan skor imbang 1-1 saat menjamu Shakhtar Donetsk. Meskipun mampu menyamakan kedudukan, hasil ini terasa pahit bagi skuad asuhan Eindhoven yang sangat mendambakan kemenangan perdana di kompetisi elite Eropa tersebut.
Jalannya pertandingan dimulai dengan dominasi PSV, namun tim tamu dari Ukraina tersebut berhasil mengejutkan pendukung tuan rumah. Melalui sebuah situasi kontroversial di masa injury time babak pertama, Gleiker Mendoza berhasil mencetak gol pembuka bagi Shakhtar Donetsk. Gol tersebut terjadi sesaat setelah bek sayap PSV, Sergino Dest, mengalami tekel keras di lini tengah yang sempat menghentikan momentum serangan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, PSV menunjukkan karakter yang jauh lebih agresif. Tekanan yang dilakukan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil berkat kerja sama apik antara Armando Obispo dan Sergino Dest. Obispo mengirimkan umpan tarik yang presisi ke dalam kotak penalti, yang kemudian diselesaikan dengan tembakan keras oleh Dest untuk mengubah skor menjadi 1-1. Gol ini tidak hanya menyelamatkan poin bagi PSV, tetapi juga menjadi momen penebusan pribadi bagi Dest yang terpilih sebagai Player of the Match.
Menanggapi hasil psv vs shakhtar ini, pelatih Shakhtar Donetsk, Arda Turan, menyatakan rasa bangganya atas karakter yang ditunjukkan anak asuhnya. Turan mengakui bahwa bermain di Philips Stadion sangatlah sulit karena intensitas pressing yang tinggi dari pemain PSV. “Jika kami bermain seperti PSV, kami tidak akan menang. Kami harus memainkan gaya kami sendiri,” ujar Turan. Ia juga memuji ketahanan fisik para pemainnya yang mampu bertahan di bawah tekanan hebat sepanjang laga.
Di sisi lain, pemain bertahan Shakhtar, Valeryi Bondar, mengakui kekuatan fisik PSV yang luar biasa. Ia mencatat bahwa PSV musim ini tampil sangat dominan dalam duel satu lawan satu, yang membuat timnya harus bekerja ekstra keras untuk menjaga organisasi pertahanan. Meski demikian, fokus utama Shakhtar saat ini adalah menghadapi tantangan unik di kompetisi ini, di mana mereka harus menjalani beberapa laga kandung di London, tepatnya di Stamford Bridge, karena situasi konflik yang terjadi di Ukraina.
Bagi PSV, hasil imbang dalam laga psv vs shakhtar ini menyisakan catatan taktis yang perlu diperbaiki. Sergino Dest mengakui adanya rasa frustrasi karena tim gagal menembus pertahanan rapat Shakhtar pada paruh pertama. “Kami merasa ada peluang untuk mendapatkan lebih. Meskipun ini hasil imbang melawan tim yang bagus, rasanya tetap pahit bagi kami,” ungkap bek asal Amerika Serikat tersebut.
Laga ini juga menjadi momen bersejarah bagi gelandang muda Jepang, Kodai Sano, yang menjalani debut resminya di Liga Champions. Bagi Sano, kesempatan bermain di level tertinggi ini adalah perwujudan mimpi masa kecilnya, meskipun ia menyadari masih banyak aspek taktis yang harus ditingkatkan dalam skuad PSV ke depannya.
Secara keseluruhan, hasil imbang ini mencerminkan betapa ketatnya persaingan di fase grup Liga Champions tahun ini. PSV menunjukkan kekuatan menyerang yang menjanjikan, sementara Shakhtar Donetsk membuktikan bahwa mereka memiliki mentalitas yang tangguh untuk bertahan di kompetisi paling bergengsi di Eropa meskipun harus bermain jauh dari rumah kandang mereka yang sebenarnya.

Leave a comment