Drama di Lisbon: Gol Joao Felix Menangkan Portugal, Ambisi Wales Terganjal VAR

Drama di Lisbon: Gol Joao Felix Menangkan Portugal, Ambisi Wales Terganjal VAR

Drama di Lisbon: Gol Joao Felix Menangkan Portugal, Ambisi Wales Terganjal VAR

Kabar YPU – 25 September 2026 | Pertandingan pembuka Grup 4 League A UEFA Nations League 2026/2027 menyuguhkan duel sengit antara portugal vs wales yang berlangsung di Estadio Jose Alvalade, Lisbon. Dalam laga yang penuh drama ini, tuan rumah Portugal berhasil mengamankan tiga poin perdana mereka lewat kemenangan tipis 1-0 atas tim tamu, Wales. Meski tampil dominan, kemenangan Selecao das Quinas sempat diwarnai kontroversi setelah gol bintang mereka, Cristiano Ronaldo, dianulir oleh teknologi VAR.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Portugal langsung mengambil inisiatif serangan untuk mengamankan status mereka sebagai juara bertahan Nations League. Dominasi tuan rumah terlihat jelas dari statistik penguasaan bola yang mencapai 61 persen. Portugal tercatat melepaskan total 20 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang Wales. Sebaliknya, Wales tampak kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mampu mencatatkan dua percobaan tembakan sepanjang laga.

Drama Liga Super Turki: Fenerbahce Melaju, Galatasaray Tak Terbendung, dan Kabar Buruk dari Bintang Muda Turki
Baca juga:
Drama Liga Super Turki: Fenerbahce Melaju, Galatasaray Tak Terbendung, dan Kabar Buruk dari Bintang Muda Turki
Statistik Pertandingan Portugal Wales
Penguasaan Bola 61% 39%
Total Tembakan 20 2
Tembakan Tepat Sasaran 6 1

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Joao Felix menjadi pahlawan bagi Portugal setelah menerima umpan pendek dari Nuno Mendes. Felix melepaskan tembakan rendah dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi oleh kiper Wales, mengubah skor menjadi 1-0. Skor ini bertahan hingga turun minum, memberikan keunggulan bagi skuat asuhan pelatih baru, Jorge Jesus.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan dalam laga portugal vs wales semakin meningkat. Pada menit ke-59, stadion sempat bergemuruh saat Cristiano Ronaldo berhasil menyarangkan bola ke gawang Wales memanfaatkan umpan terobosan dari Bruno Fernandes. Namun, kegembiraan pendukung tuan rumah sirna seketika setelah Video Assistant Referee (VAR) menyatakan bahwa Ronaldo berada dalam posisi offside. Keputusan ini membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga laga berakhir.

Duel Panas di Pristina: Ambisi Kosovo vs Irlandia di Tengah Badai Kontroversi Politik
Baca juga:
Duel Panas di Pristina: Ambisi Kosovo vs Irlandia di Tengah Badai Kontroversi Politik

Meski kalah, Wales memberikan perlawanan yang cukup merepotkan di menit-menit akhir. Pemain muda seperti Brennan Johnson dan Lewis Koumas sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka gagal mencuri poin di Lisbon. Kekalahan ini terasa lebih berat bagi Wales mengingat mereka harus bertanding tanpa beberapa pemain kunci yang tengah dihantam cedera.

Pasca pertandingan, pelatih Wales, Craig Bellamy, mengungkapkan perasaan campur aduknya. Ia mengaku bangga dengan kerja keras anak asuhnya, namun tetap menuntut performa yang lebih baik di laga mendatang. Menurutnya, timnya harus menderita dalam waktu yang cukup lama tanpa penguasaan bola saat menghadapi tekanan tinggi dari tim sekelas Portugal dalam duel portugal vs wales ini.

Milan dan Juventus Catat 2 Kemenangan Beruntun, Sassuolo Tersungkur di Babak Pembuka Serie A
Baca juga:
Milan dan Juventus Catat 2 Kemenangan Beruntun, Sassuolo Tersungkur di Babak Pembuka Serie A

Bagi Portugal, kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi era baru di bawah kendali Jorge Jesus. Mengawali kampanye pertahanan gelar mereka dengan kemenangan tipis merupakan modal penting untuk bersaing di Grup 4. Sementara itu, Wales harus segera bangkit dan mengevaluasi lini serang mereka jika ingin tetap kompetitif di ajang bergengsi ini. Pertandingan portugal vs wales ini membuktikan bahwa meskipun Portugal unggul secara kualitas individu, semangat juang Wales mampu memberikan tekanan yang signifikan bagi sang juara bertahan.

Post Comment

You May Have Missed