Drama di Craven Cottage: Arbeloa Murka, Man Utd Selamat dari Kekalahan Fulham
Kabar YPU – 21 September 2026 | Pertandingan sengit tersaji di Craven Cottage saat fulham menjamu Manchester United dalam lanjutan Premier League yang penuh kontroversi. Laga yang seharusnya menjadi momentum kemenangan perdana bagi pelatih anyar Fulham, Alvaro Arbeloa, justru berakhir dengan hasil imbang 1-1 setelah gol telat Matheus Cunha di menit ke-89 menyelamatkan tim tamu dari kekalahan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester United yang sedang dalam tren negatif mencoba menekan, namun lini pertahanan tuan rumah tampil solid. Bernd Leno, kiper Fulham, menjadi bintang dengan berbagai penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas dari Lisandro Martinez dan tembakan jarak jauh dari Bruno Fernandes serta Matheus Cunha. Namun, dominasi tuan rumah harus terhenti pada menit ke-63 akibat gol bunuh diri yang tidak disengaja oleh Martinez setelah menerima bola dari Calvin Bassey.
Kejadian tersebut membuat Fulham unggul, namun ketegangan mulai meningkat di lapangan. Alvaro Arbeloa, sang manajer, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap performa perangkat pertandingan. Ia secara terbuka menuding bahwa wasit Michael Oliver dan timnya memberikan perlakuan khusus kepada Manchester United agar mereka tidak kalah. Arbeloa menyoroti sebuah insiden pelanggaran terhadap Harry Maguire sesaat sebelum gol penyeimbang tercipta.
“Semua keputusan berpihak pada mereka. Anda bisa melihat sebelum mereka mencetak gol, pelanggaran terhadap Maguire—dia pria dengan berat 100 kilo. Setiap keputusan diberikan untuk mereka,” ujar Arbeloa dengan nada geram kepada media.
Arbeloa bahkan mengaitkan keputusan wasit tersebut dengan kesalahan penilaian pada laga Manchester derby pekan lalu. Ia merasa adanya ketidakadilan sistematis yang merugikan timnya. Di sisi lain, pihak Premier League telah merilis pernyataan resmi melalui teknologi VAR untuk mengonfirmasi bahwa keputusan wasit Peter Bankes yang tidak memberikan penalti atas dugaan handball oleh Bassey adalah sudah tepat.
Di kubu Manchester United, situasi tidak kalah panas. Meskipun berhasil mencuri satu poin, tekanan terhadap manajer Michael Carrick semakin meningkat. United saat ini terpuruk di peringkat ke-12 klasemen dengan hanya mengantongi lima poin dari lima laga pembuka, sebuah awal musim yang setara dengan performa buruk mereka pada musim 2014-15. Kritik juga datang dari dalam skuad sendiri; Matheus Cunha menyatakan bahwa Fulham tampil dengan energi yang jauh lebih besar dibandingkan United pada babak kedua.
Namun, Carrick menepis kritik tersebut. Ia bersikeras bahwa timnya terus berjuang hingga detik terakhir. Berikut adalah ringkasan statistik dan jalannya pertandingan:
| Menit | Kejadian | Keterangan |
|---|---|---|
| 10′ | Peluang Emas | Bernd Leno menyelamatkan tembakan Lisandro Martinez |
| 25′ | Tiang Gawang | Tembakan Bruno Fernandes membentur tiang |
| 31′ | Tiang Gawang | Tembakan Matheus Cunha membentur tiang |
| 63′ | Gol | Gol bunuh diri Lisandro Martinez (0-1) |
| 89′ | Gol | Matheus Cunha mencetak gol penyeimbang (1-1) |
Hasil imbang ini menjadi pil pahit bagi Fulham yang masih tertahan di zona degradasi, tepat di atas Tottenham Hotspur. Bagi Arbeloa, kegagalan meraih kemenangan pertama di Premier League ini menjadi beban berat di awal kariernya. Sementara itu, Manchester United akan menggunakan jeda internasional untuk melakukan evaluasi total sebelum menghadapi Tottenham di Old Trafford pada 10 Oktober mendatang.
Secara keseluruhan, laga ini mencerminkan krisis kepercayaan yang tengah dialami kedua tim. Fulham berjuang untuk keluar dari dasar klasemen, sementara Manchester United berjuang untuk sekadar menemukan bentuk permainan yang stabil di tengah tekanan besar dari para penggemar dan pengamat sepak bola.



Post Comment