×

Dinamika Anak Krakatau: Status Turun Namun Tragedi Hilangnya Jurnalis Berakhir Duka

Dinamika Anak Krakatau: Status Turun Namun Tragedi Hilangnya Jurnalis Berakhir Duka

Dinamika Anak Krakatau: Status Turun Namun Tragedi Hilangnya Jurnalis Berakhir Duka

Kabar YPU – 24 September 2026 | Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tengah menunjukkan dinamika yang kompleks. Di satu sisi, status aktivitas gunung api tersebut resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Namun di sisi lain, kabar duka menyelimuti upaya liputan aktivitas krakatau setelah identitas salah satu korban hilang dalam ekspedisi jurnalistik akhirnya terungkap melalui tes DNA.

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan bahwa meskipun status aktivitas vulkanik telah turun, kewaspadaan tidak boleh kendur. Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan Selat Sunda diminta untuk tetap mematuhi seluruh rekomendasi dan arahan dari Badan Geologi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Lionel Messi mengumumkan pensiun resmi dari tim nasional Argentina, menutup karier internasionalnya yang gemilang dan meninggalkan warisan inspiratif bagi pemain muda
Baca juga:
Lionel Messi mengumumkan pensiun resmi dari tim nasional Argentina, menutup karier internasionalnya yang gemilang dan meninggalkan warisan inspiratif bagi pemain muda

Anak Krakatau Kembali Tumbuh: Siklus Alam yang Dinamis

Penelitian terbaru dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan fenomena menarik mengenai morfologi gunung api ini. Dini Nurfiani, peneliti BRIN, menjelaskan bahwa Anak Krakatau sedang berada dalam fase rekonstruksi atau pertumbuhan kembali setelah mengalami keruntuhan hebat pada tahun 2018.

Sejarah menunjukkan bahwa gunung api ini bekerja dalam sebuah siklus: pertumbuhan, erupsi, keruntuhan, dan pembangunan kembali. Berikut adalah ringkasan perubahan signifikan pasca-keruntuhan 2018:

  • Volume Material: Sekitar 0,116 kilometer kubik material runtuh ke laut di sektor barat daya.
  • Perubahan Ketinggian: Puncak gunung yang semula sekitar 330 meter menyusut drastis menjadi 120 meter.
  • Perubahan Sistem Erupsi: Hilangnya sebagian tubuh gunung mengubah tekanan saluran magma dan mengubah tipe erupsi dari interaksi air menuju erupsi Strombolian, lava fountain, hingga aliran lava.

Kolaborasi penelitian antara BRIN, PVMBG, berbagai universitas ternama seperti ITB, University of Birmingham, Penn State University, British Geological Survey, dan University of Oxford terus dilakukan untuk memantau perkembangan sistem krakatau yang dinamis ini.

Selembar kain berwarna merah yang dipajang di pelabuhan Sunda Kelapa menjadi simbol pengingat kemenangan bersejarah bagi warga Jakarta dan menegaskan semangat persatuan bangsa
Baca juga:
Selembar kain berwarna merah yang dipajang di pelabuhan Sunda Kelapa menjadi simbol pengingat kemenangan bersejarah bagi warga Jakarta dan menegaskan semangat persatuan bangsa

Tragedi Hilangnya Kru Kapal dan Lima Jurnalis

Di tengah perkembangan aktivitas vulkanik, sebuah tragedi kemanusiaan tengah menyelimuti dunia pers Indonesia. Tim Disaster Victim Investigation (DVI) secara resmi telah mengidentifikasi jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai Surakman (60), salah satu kru kapal Arupadatu I yang hilang sejak 7 September 2026.

Surakman merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, dengan tujuan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Jenazah tersebut ditemukan di perairan Sawang Bengkok pada 12 September, namun identitasnya baru dapat dipastikan setelah melalui proses tes DNA selama 10 hari.

Berikut adalah daftar individu yang dilaporkan hilang dalam insiden tersebut:

BPBD Jawa Timur mengerahkan water bombing masif untuk memadamkan karhutla di kawasan Arjuno, berharap dapat mengendalikan api dengan cepat
Baca juga:
BPBD Jawa Timur mengerahkan water bombing masif untuk memadamkan karhutla di kawasan Arjuno, berharap dapat mengendalikan api dengan cepat

Hingga saat ini, Kapolda Banten Irjen Hengki menyatakan bahwa kapal Arupadatu I serta tujuh orang lainnya masih belum ditemukan. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah kapal tersebut tenggelam ke dasar laut atau hanyut terbawa arus. Operasi pencarian besar-besaran telah melibatkan ratusan personel dan puluhan kapal di kawasan seluas lebih dari 8.000 mil laut persegi, namun keberadaan mereka masih menjadi misteri.

Situasi di sekitar krakatau saat ini menuntut keseimbangan antara pemantauan ilmiah terhadap pertumbuhan gunung dan kewaspadaan tinggi terhadap keselamatan jiwa manusia di perairan sekitarnya. Penemuan jenazah Surakman membawa duka mendalam, sembari meninggalkan harapan yang belum pasti bagi keluarga dari lima jurnalis yang masih dinyatakan hilang.

Post Comment

You May Have Missed

Kategori Nama Afiliasi/Peran
Jurnalis M. Bagus Khoirunnas ANTARA
Jurnalis Firdaus Wajidi Anadolu Agency
Jurnalis Arie Basuki Merdeka.com
Jurnalis Yudistiro Pranoto iNews
Jurnalis Donal Husni Freelance
Kru Kapal Surakman ABK (Telah Teridentifikasi)
Kru Kapal Warta Kapten Kapal
Kru Kapal Heriyanto Pemandu