×

Buku ‘Swan Song’ Meledak: Pengakuan Mengejutkan Charles Spencer Tentang Sisi Kelam Kehidupan Lady Diana

Buku 'Swan Song' Meledak: Pengakuan Mengejutkan Charles Spencer Tentang Sisi Kelam Kehidupan Lady Diana

Buku ‘Swan Song’ Meledak: Pengakuan Mengejutkan Charles Spencer Tentang Sisi Kelam Kehidupan Lady Diana

Kabar YPU – 22 September 2026 | Dunia literatur dan kerajaan Inggris diguncang oleh perilisan buku terbaru bertajuk ‘Swan Song: Diana, My Sister’ yang ditulis oleh charles spencer. Buku ini bukan sekadar memoar biasa, melainkan sebuah narasi intim yang mencoba membongkar lapisan-lapisan kehidupan mendiang Putri Diana yang selama ini tersembunyi dari publik. Dirilis pada 22 September, karya ini menjanjikan potret paling jujur mengenai sosok sang Putri Kerajaan Wales, sekaligus memicu kontroversi besar di lingkungan Istana Buckingham.

Dalam bukunya, charles spencer mengungkapkan fakta-fakta yang selama ini jarang diketahui. Salah satu pengakuan yang paling menyita perhatian adalah mengenai kondisi masa kecil Diana. Ia menyebutkan bahwa sang adik menderita ADHD (gangguan pemusatan perhatian) dan disleksia saat bersekolah. Menurutnya, kurangnya dukungan dari sistem pendidikan saat itu membuat Diana sering dianggap gagal, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya rasa percaya diri sang putri di masa dewasa.

Dinamika Global Hari Ini: Dari Ketegangan Politik Irlandia Utara hingga Strategi Keuangan Masa Tua
Baca juga:
Dinamika Global Hari Ini: Dari Ketegangan Politik Irlandia Utara hingga Strategi Keuangan Masa Tua

Selain aspek kesehatan mental, buku ini juga menyoroti hubungan kompleks antara Diana dan Raja Charles III. Sebuah klaim yang sangat mengejutkan muncul mengenai percakapan telepon antara Spencer dan Charles sesaat setelah kematian tragis Diana di Paris pada tahun 1997. Spencer menuliskan bahwa Charles terdengar sangat gembira, layaknya seorang pemenang lotre, dan sempat mengeluarkan pernyataan dingin yang berbunyi, “Yakinlah, kita akan segera melupakannya!”

Klaim eksplosif ini tidak luput dari perhatian pihak kerajaan. Buckingham Palace mengeluarkan pernyataan resmi yang cukup tajam untuk meredam dampak buku tersebut. Pihak istana menyatakan bahwa mereka tidak mengomentari buku sebagai prinsip, namun mereka mengingatkan bahwa rasa duka yang mendalam dapat mengaburkan akal sehat, penilaian, dan ingatan seseorang, bahkan bertahun-tahun setelah kehilangan tersebut terjadi. Namun, bagi charles spencer, pernyataan ini dianggap sebagai upaya manipulatif untuk meragukan ingatan aslinya.

Mengenal lebih dalam profil Sidharto Reza, Presiden Dewan HAM PBB yang sekaligus mewakili Indonesia di panggung internasional
Baca juga:
Mengenal lebih dalam profil Sidharto Reza, Presiden Dewan HAM PBB yang sekaligus mewakili Indonesia di panggung internasional

Kontroversi tidak berhenti di lingkungan istana. Seorang jurnalis ternama, Piers Morgan, secara terbuka mengancam akan menuntut charles spencer atas tuduhan penyebaran informasi yang dianggap tidak akurat. Morgan membantah klaim Spencer mengenai reaksi dirinya saat tidak diundang ke pemakaman Diana. Morgan menunjukkan adanya kesalahan kronologi dalam narasi Spencer, yang menurutnya merusak kredibilitas penulis secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa poin utama yang dibahas dalam memoar tersebut:

Dunia Dalam Guncangan: Dari Konflik Warisan Selebriti hingga Ketegangan Pajak Turis di Inggris
Baca juga:
Dunia Dalam Guncangan: Dari Konflik Warisan Selebriti hingga Ketegangan Pajak Turis di Inggris
  • Masa Kecil Diana: Perjuangan menghadapi ADHD dan disleksia serta minimnya empati dari lingkungan sekolah.
  • Pertemuan Pertama: Detail pertemuan awal antara Diana dan Pangeran Charles di Althorp pada tahun 1977 yang penuh nuansa.
  • Konflik Pasca-Tragedi: Ketegangan emosional antara keluarga Spencer dan pihak kerajaan setelah kecelakaan di Paris.
  • Perspektif Personal: Perjalanan emosional Charles Spencer dalam menghadapi minggu-minggu paling kelam dalam hidupnya.

Buku ini disusun dalam 31 bab yang terinspirasi dari fragmen pidato pemakaman Diana. Dengan perpaduan antara kenangan masa kecil yang hangat dan detail peristiwa tragis, ‘Swan Song’ diprediksi akan mengubah persepsi dunia terhadap keluarga kerajaan Inggris selamanya. Apakah buku ini akan memperkuat atau justru menghancurkan citra monarki, tetap menjadi pertanyaan besar bagi sejarah modern Inggris.

Secara keseluruhan, karya ini merupakan upaya terakhir dari seorang kakak untuk memberikan suara bagi adiknya yang telah tiada. Meskipun penuh dengan tuduhan dan ancaman hukum, narasi yang dibawa oleh charles spencer memberikan dimensi manusiawi yang sangat dalam pada sosok yang selama ini hanya dikenal melalui lensa kamera paparazzi.

Post Comment