Aksi Nyata KSR PMI ULM dalam Evakuasi KM Virgo Transport 8 dan Semangat Kemanusiaan di HUT PMI ke-81

Aksi Nyata KSR PMI ULM dalam Evakuasi KM Virgo Transport 8 dan Semangat Kemanusiaan di HUT PMI ke-81

Aksi Nyata KSR PMI ULM dalam Evakuasi KM Virgo Transport 8 dan Semangat Kemanusiaan di HUT PMI ke-81

Kabar YPU – 20 September 2026 | Dunia kemanusiaan kembali menunjukkan taringnya melalui aksi heroik para relawan di berbagai penjuru tanah air. Salah satu sorotan utama datang dari peran aktif ksr PMI Unit Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang terjun langsung dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kehadiran mahasiswa ini menjadi bagian krusial dalam penanganan darurat yang melibatkan berbagai instansi negara.

Sejak Minggu, 13 September 2026, anggota KSR PMI Unit ULM telah bersiaga di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Tugas yang mereka emban tidaklah ringan, mencakup pertolongan pertama bagi korban, proses evakuasi dari badan kapal, hingga pendataan korban yang tiba di pelabuhan. Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, mengapresiasi dedikasi para mahasiswanya yang menunjukkan kontribusi nyata dalam situasi kritis tersebut.

Cak Imin menyampaikan selamat berjuang kepada Gus Kikin yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PBNU, menegaskan dukungan penuh organisasi
Baca juga:
Cak Imin menyampaikan selamat berjuang kepada Gus Kikin yang baru dilantik sebagai Ketua Umum PBNU, menegaskan dukungan penuh organisasi

Berikut adalah detail keterlibatan mahasiswa dalam operasi tersebut:

  • Pertolongan Pertama: Memberikan penanganan medis awal bagi korban yang dalam kondisi kritis.
  • Evakuasi: Membantu menurunkan korban dari kapal ke ruang kesehatan sementara sebelum dirujuk ke rumah sakit.
  • Pendataan: Melakukan pencatatan identitas korban guna membantu koordinasi dengan pihak Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.

Hafiz Abdillah, salah satu mahasiswa FKIP ULM yang bertugas, menegaskan bahwa keterlibatan ksr merupakan wujud komitmen organisasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, baik dalam menghadapi bencana alam maupun nonalam. Rekan-rekan mahasiswa lainnya seperti Fatimah, Mastiah, Rusdiana Noor, dan Winda Rossita Dewi juga turut menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan pembagian tugas di lapangan.

ANTARA meningkatkan sinergi tim pencarian lima pewarta foto yang hilang kontak, mengoptimalkan jaringan lapangan demi temukan jejak mereka
Baca juga:
ANTARA meningkatkan sinergi tim pencarian lima pewarta foto yang hilang kontak, mengoptimalkan jaringan lapangan demi temukan jejak mereka

Di sisi lain, semangat kesukarelaan ini juga bergema dalam peringatan Hari Ulang Tahun PMI ke-81 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalam apel besar yang digelar pada Kamis (17/9), ratusan peserta yang terdiri dari anggota PMR dan ksr dari berbagai perguruan tinggi seperti UIN Mataram dan Universitas 45 Mataram berkumpul untuk memperingati momentum bersejarah tersebut. Plt. Ketua PMI NTB, NS Lalu Doddy Setiawan, mengingatkan bahwa PMI lahir hanya satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, menjadikannya organisasi yang memiliki akar kuat dengan sejarah bangsa.

Tema HUT ke-81, yaitu “Peduli, Bergerak, dan Bersama”, menjadi pengingat bagi seluruh relawan untuk selalu tanggap terhadap kondisi masyarakat. Selain itu, tantangan nyata seperti musim kekeringan akibat fenomena El Nino menuntut kesiapsiagaan relawan dalam distribusi air bersih. Di masa depan, modernisasi digital melalui Unit Donor Darah (UDD) juga menjadi fokus utama untuk mempercepat respons tanggap darurat di lapangan.

DFB Pokal: Bayern München melaju ke babak kedua setelah menundukkan Osnabrück dengan skor meyakinkan 4-1 dalam laga yang penuh aksi
Baca juga:
DFB Pokal: Bayern München melaju ke babak kedua setelah menundukkan Osnabrück dengan skor meyakinkan 4-1 dalam laga yang penuh aksi

Selain di bidang kemanusiaan, istilah ksr juga merujuk pada kelompok penggerak budaya, seperti Komunitas Seni Rompong di Luwuk, Banggai. Mereka baru saja menetapkan 62 anggota baru Angkatan XVI setelah melalui proses seleksi ketat yang meliputi uji bakat seni dan latihan dasar seni. Hal ini menunjukkan bahwa semangat organisasi dan kaderisasi yang kuat dapat diterapkan baik dalam misi penyelamatan nyawa maupun dalam pelestarian budaya lokal.

Secara keseluruhan, dinamika kegiatan para relawan dan komunitas ini mencerminkan betapa pentingnya peran pemuda dalam menjaga stabilitas sosial, baik melalui aksi tanggap bencana maupun pelestarian nilai-nilai luhur bangsa. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Post Comment