Skip to content

Aksi Agresif Danantara: Dari Restrukturisasi BUMN hingga Target Setoran Rp120 Triliun ke Negara

Aksi Agresif Danantara: Dari Restrukturisasi BUMN hingga Target Setoran Rp120 Triliun ke Negara
Aksi Agresif Danantara: Dari Restrukturisasi BUMN hingga Target Setoran Rp120 Triliun ke Negara

Kabar YPU – 05 September 2026 | Langkah strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau danantara kini tengah menjadi pusat perhatian di berbagai sektor ekonomi nasional. Lembaga investasi ini tidak hanya berperan sebagai pengelola aset, tetapi juga bertindak sebagai motor penggerak transformasi mendalam bagi sejumlah perusahaan besar di Indonesia, mulai dari sektor kesehatan, konstruksi, hingga perbankan.

Dalam upaya memperkuat fundamental ekonomi negara, Danantara tengah mendorong transformasi menyeluruh pada PT Indonesia Healthcare Corporation (IHC). Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, menegaskan bahwa transformasi ini harus dilakukan secara fundamental dan tidak setengah-setengah. Fokus utamanya adalah membangun standar kesehatan global melalui penguatan manajemen, tata kelola, fasilitas medis, hingga pengembangan talenta kelas dunia.

7 jalur kereta api terindah di Indonesia menampilkan panorama menakjubkan, dari pegunungan Sumatra hingga pesisir Bali, menawarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan
Baca juga:
7 jalur kereta api terindah di Indonesia menampilkan panorama menakjubkan, dari pegunungan Sumatra hingga pesisir Bali, menawarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan

Restrukturisasi dan Efisiensi Korporasi

Selain sektor kesehatan, Danantara juga memberikan instruksi tegas kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) untuk melakukan penyederhanaan struktur usaha. Dari 18 entitas yang dimiliki saat ini, ADHI diminta untuk memangkas jumlah anak perusahaan guna memperkuat fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor profesional. Langkah ini bertujuan untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan melalui restrukturisasi yang ditargetkan selesai pada September 2026.

Pengaruh Danantara juga merambah ke sektor perbankan. Hal ini terlihat dalam perombakan jajaran direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang baru saja dilaksanakan melalui RUPSLB 2026. Salah satu poin menarik adalah penempatan Wiwik Wahyuni, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur senior di Danantara Asset Management (DAM), ke dalam jajaran direksi BTN sebagai Direktur Human Capital & Compliance.

Ekspansi Global dan Ketahanan Pangan

Di sisi lain, Danantara melalui CEO-nya, Rosan Perkasa Roeslani, juga mendorong ekspansi internasional untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah nyata adalah penjajakan investasi PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk membangun pabrik urea di Vladivostok, Rusia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar global Pupuk Indonesia sekaligus mengamankan pasokan melalui kemitraan strategis dengan perusahaan Rusia, Ruschem.

Menkeu Suahasil mengungkapkan defisit APBN Agustus 2026 sebesar Rp 240,1 triliun, menyoroti tekanan anggaran nasional
Baca juga:
Menkeu Suahasil mengungkapkan defisit APBN Agustus 2026 sebesar Rp 240,1 triliun, menyoroti tekanan anggaran nasional

Berikut adalah ringkasan fokus utama transformasi yang sedang dijalankan:

  • Sektor Kesehatan: Transformasi fundamental IHC menuju standar global.
  • Sektor Konstruksi: Penyederhanaan struktur anak usaha ADHI untuk efisiensi.
  • Sektor Perbankan: Penyegaran manajemen di BTN melalui talenta berpengalaman.
  • Sektor Industri: Ekspansi investasi pupuk ke pasar Rusia untuk ketahanan pangan.

Tantangan Fiskal dan Target Setoran Negara

Di tengah berbagai agenda transformasi tersebut, muncul isu mengenai kontribusi finansial Danantara terhadap kas negara. Pemerintah menargetkan tambahan penerimaan negara sekitar Rp120 triliun dari keuntungan Danantara tahun ini. Dana tersebut direncanakan akan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk memperkuat cadangan fiskal (buffer) pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa meskipun pihak Danantara menyampaikan keberatan karena belum mengetahui rencana tersebut secara mendalam, kebijakan ini tetap dijalankan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dianggap krusial sebagai bantalan fiskal untuk menghadapi tantangan penurunan penerimaan negara pada tahun 2027, terutama akibat potensi penurunan harga komoditas minyak dan batu bara.

Era Baru Kelistrikan Nasional: Mengenal Suroso Isnandar, Sosok Teknokrat yang Resmi Menjabat Dirut PLN
Baca juga:
Era Baru Kelistrikan Nasional: Mengenal Suroso Isnandar, Sosok Teknokrat yang Resmi Menjabat Dirut PLN

Secara keseluruhan, peran Danantara menunjukkan ambisi besar pemerintah untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, kompetitif, dan berkontribusi langsung pada stabilitas fiskal negara. Meskipun menghadapi berbagai dinamika internal dan tantangan ekonomi global, arah kebijakan ini menunjukkan upaya serius dalam mengoptimalkan aset negara untuk pertumbuhan jangka panjang.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan