Akademisi UMBY Kembangkan Inovasi Deteksi Dini Perundungan Siber untuk Lindungi Generasi Digital
Akademisi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memaparkan inovasi terobosan dalam perlindungan digital, yakni aplikasi Bully Buster, di ajang Sarasehan Sains Teknologi Yogyakarta (SSTY) yang diadakan di Yogyakarta. Aplikasi ini bertujuan mendeteksi dini indikasi perundungan siber di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan Natural Language Processing (NLP).
Pengembangan Bully Buster oleh Tim Lintas Disiplin UMBY
Inovasi Bully Buster dikembangkan oleh tim akademisi UMBY yang terdiri dari Putri Taqwa Prasetyaningrum, Eka Aryani, dan Abdul Hadi. Tim ini memadukan bidang teknologi informasi dengan bimbingan dan konseling, sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis tetapi juga holistik. Putri Taqwa Prasetyaningrum menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu sekolah merespons maraknya perundungan digital di media sosial maupun grup percakapan.
Fitur utama Bully Buster meliputi deteksi pola komunikasi berbahaya, sistem pelaporan anonim, dasbor pemantauan konselor, dan dukungan terapi berbasis virtual reality. Dengan demikian, aplikasi ini tidak hanya mengidentifikasi potensi perundungan, tetapi juga menyediakan mekanisme intervensi yang dapat diakses oleh guru, konselor, dan orang tua.
Bagaimana Bully Buster Bekerja?
Melalui algoritma AI dan NLP, Bully Buster dapat menganalisis teks yang diunggah di platform digital yang digunakan sekolah. Aplikasi ini mengenali kata kunci, nada, dan konteks yang menunjukkan adanya perilaku merendahkan atau mengancam. Ketika pola tersebut terdeteksi, sistem akan mengirimkan pemberitahuan kepada konselor melalui dasbor yang telah disediakan. Konselor kemudian dapat meninjau situasi secara lebih mendalam dan memutuskan langkah intervensi yang tepat.
Selain itu, Bully Buster menyediakan fitur pelaporan anonim yang memungkinkan siswa atau pihak lain melaporkan insiden perundungan tanpa khawatir identitas terungkap. Fitur ini penting untuk mengurangi rasa takut dan stigma yang sering melekat pada korban perundungan siber.
Dukungan Terapi Virtual Reality
Fasilitas terapi berbasis virtual reality (VR) merupakan tambahan inovatif dari Bully Buster. Melalui sesi VR, korban dapat mengalami simulasi situasi yang menenangkan dan belajar teknik coping yang efektif. Pendekatan ini menambah dimensi baru dalam penanganan dampak psikologis perundungan digital, sekaligus memperkuat peran guru dan konselor sebagai fasilitator dalam proses penyembuhan.
Peran Guru, Konselor, dan Orang Tua
Meskipun teknologi menjadi pilar utama dalam deteksi dan intervensi, Bully Buster tetap menempatkan peran manusia sebagai kunci utama. Guru berperan sebagai pengawas harian yang dapat memanfaatkan dasbor untuk memantau aktivitas siswa. Konselor menggunakan data yang disediakan untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis. Orang tua, di sisi lain, dapat dihubungkan melalui laporan anonim untuk mendapatkan informasi dan menindaklanjuti situasi yang terjadi di rumah.
Implikasi Sosial dan Dampak Positif
Dengan adanya Bully Buster, sekolah dapat lebih proaktif dalam melindungi generasi digital. Deteksi dini memungkinkan intervensi lebih cepat, sehingga potensi dampak jangka panjang perundungan siber dapat diminimalkan. Selain itu, sistem pelaporan anonim meningkatkan partisipasi siswa dalam melaporkan perilaku tidak pantas, menciptakan budaya transparansi dan kepercayaan di antara komunitas sekolah.
Teknologi ini juga dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya literasi digital. Ketika siswa melihat adanya sistem yang dapat mengidentifikasi perilaku berbahaya, mereka lebih cenderung untuk berpikir kritis tentang interaksi online dan mengembangkan kebiasaan yang sehat.
Potensi Ekspansi dan Kolaborasi
Keberhasilan Bully Buster di SSTY membuka peluang untuk kolaborasi lebih luas antara UMBY dengan lembaga pendidikan lain di Indonesia. Adaptasi aplikasi ini dapat dilakukan di tingkat provinsi atau nasional, menyesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan masing-masing daerah. Selain itu, kolaborasi dengan penyedia platform media sosial dapat memperkaya data dan meningkatkan akurasi deteksi pola perilaku.
Kesimpulan
Inovasi Bully Buster yang dikembangkan oleh akademisi UMBY menandai langkah signifikan dalam upaya melindungi generasi digital dari perundungan siber. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, NLP, dan terapi virtual reality, aplikasi ini menyediakan solusi komprehensif yang melibatkan teknologi, konselor, dan keluarga. Deteksi dini dan intervensi yang tepat dapat mengurangi dampak psikologis, meningkatkan keamanan digital, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif bagi semua siswa.



Post Comment