Taman di Jaktim yang dipenuhi pohon khas Afrika kini menjadi spot nyore warga, menawarkan suasana eksotis dan hijau yang jarang ditemui di kawasan perkotaan
Taman di Jaktim yang dipenuhi pohon khas Afrika kini menjadi spot nyore warga, menawarkan suasana eksotis dan hijau yang jarang ditemui di kawasan perkotaan. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, suasana sore di Jalan Pulo Mas Utara dipenuhi warga yang menggelar tikar, menyiapkan piknik, dan menambah konten di Taman Waduk Ria Rio.
Keajaiban Taman Waduk Ria Rio
Taman Waduk Ria Rio menonjol sebagai tempat yang menggabungkan keindahan alam dengan kemudahan akses. Terletak di tengah kota, taman ini masih memelihara banyak pepohonan, termasuk pohon baobab yang menakjubkan. Pohon-pohon ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang mencari spot foto unik. Di ketinggian tertentu, tempat di sekitar baobab menjadi spot favorit warga untuk nyanyian ringan, atau yang biasa disebut “nyore”. Suasana eksotis ini membuat taman ini jarang ditemui di kawasan perkotaan, sehingga banyak orang mencari tempat ini melalui platform media sosial.
Musim kemarau memengaruhi tampilan taman secara signifikan. Rumput di area taman berwarna kecokelatan, dan daun-daun beberapa pohon, termasuk baobab, mulai berguguran. Meskipun demikian, warga tetap semangat. Banyak yang memanfaatkan kondisi ini untuk membuat konten, mengekspresikan kreativitas mereka melalui foto dan video yang diunggah di media sosial. Salah satu warga, Hamim, berusia 20 tahun, mengaku sering kembali ke taman ini. “Saya sudah beberapa kali ke sini. Saya juga lihat dari TikTok kayaknya tempatnya bagus gitu, cocoklah buat foto-foto, ambil banyak footage buat konten saya sendiri gitu,” ujarnya.
Pilihan Spot Favorit: Pohon Baobab
Pohon baobab, yang biasanya ditemukan di Afrika, menjadi elemen unik di Taman Waduk Ria Rio. Di tempat tertinggi taman, pohon-pohon ini menawarkan latar belakang yang dramatis bagi para pengunjung. Bagi warga Jaktim, keberadaan pohon ini menjadi simbol keunikan alam di tengah kota. Hamim menekankan bahwa taman ini memiliki daya tarik geografis karena lokasinya yang strategis. “Yang menjadi daya tariknya terutama di taman ini ya, taman ini geografisnya sih, letaknya di tengah-tengah perkotaan seperti ini masih ada banyak pepohonan lah. Terus, ini nggak tahu sih danau asli apa gimana. Ya, karena banyak pengunjung juga sih makanya lebih menjadi interest lah bagi banyak orang,” tambahnya.
Fasilitas dan Aksesibilitas
Selain keindahan alam, Taman Waduk Ria Rio juga menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan warga. Warung-warung kecil di sekitar taman menyediakan makanan ringan dan minuman, membuat pengunjung tidak perlu pergi jauh untuk mencari bekal. Kemudahan akses dari pusat kota membuat taman ini menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin berlibur singkat. Menurut Hamim, “Taman ini terletak di tengah kota sehingga mudah dicapai. Warung-warung di sekitar taman membuat pengunjung bisa langsung menikmati makanan tanpa harus keluar dari area taman.”
Pengaruh Musim Kemarau pada Kegiatan Warga
Meski musim kemarau menandai kondisi alam yang kurang ideal, banyak warga tetap melanjutkan aktivitas di taman. Hamim mengakui bahwa kondisi ini mempengaruhi suasana, namun tidak menghalangi semangat warga. “Sebenarnya masuk (konten) juga sih. Nah, berhubung ini masih musim kemarau, jadi mungkin ya kondisinya lagi kurang baik,” ujar Hamim. Meskipun demikian, kehadiran warga tetap tinggi. Kegiatan seperti piknik, olahraga ringan, dan pembuatan konten tetap berlangsung dengan semangat yang tinggi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Keberadaan taman ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. Pertama, taman menjadi tempat berkumpul yang menumbuhkan rasa kebersamaan. Warga dapat bertemu dengan teman lama, membuat kenangan baru, dan berinteraksi dalam suasana yang tenang. Kedua, aktivitas ekonomi di sekitar taman juga meningkat. Warung-warung dan penjual makanan ringan mendapat peluang bisnis tambahan. Ketiga, taman ini menjadi sorotan media sosial, menarik pengunjung dari luar kota, yang pada akhirnya meningkatkan pariwisata lokal. Akibatnya, pendapatan bagi pemilik warung dan pengelola taman pun mengalami peningkatan.
Peran Taman dalam Konservasi Alam
Keberadaan pohon baobab di Taman Waduk Ria Rio juga memiliki nilai konservasi. Walaupun tidak berasal dari daerah ini, pohon tersebut menjadi simbol penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati. Taman ini menjadi contoh bagaimana ruang terbuka hijau dapat berfungsi sebagai tempat pelestarian spesies yang tidak biasa di wilayah perkotaan. Meskipun daun-daun mulai gugur, taman tetap menjaga kebersihan dan kesehatan pohon dengan perawatan rutin, memastikan pohon tetap menjadi spot eksotis bagi warga.
Kesimpulan
Taman di Jaktim yang dipenuhi pohon khas Afrika menjadi spotnya warga, menawarkan suasana eksotis dan hijau yang jarang ditemui di kawasan perkotaan. Dengan lokasi strategis di tengah kota, fasilitas yang memadai, dan keindahan alam yang unik, taman ini menjadi tempat favorit bagi warga untuk piknik, nyore, dan membuat konten. Musim kemarau menambah nuansa dramatis, namun semangat warga tetap tinggi. Dampak sosial, ekonomi, dan konservasi alam menjadikan Taman Waduk Ria Rio sebagai contoh penting ruang terbuka hijau di perkotaan. Warga setempat, termasuk Hamim, terus mengunjungi taman ini, menjaga keberlanjutan dan keindahan tempat yang kini menjadi ikon di Jaktim.



Post Comment