Skip to content

Palembang Berduka dan Berdoa: Tragedi Keluarga di Sukarami hingga Sholat Istisqa di Tengah Polusi Tinggi

Palembang Berduka dan Berdoa: Tragedi Keluarga di Sukarami hingga Sholat Istisqa di Tengah Polusi Tinggi
Palembang Berduka dan Berdoa: Tragedi Keluarga di Sukarami hingga Sholat Istisqa di Tengah Polusi Tinggi

Kabar YPU – 29 Agustus 2026 | Kota Palembang tengah melewati akhir pekan yang penuh dengan dinamika sosial dan religius. Di tengah kesibukan warga yang perlu memperhatikan jadwal sholat palembang agar tetap menjalankan ibadah tepat waktu, kota ini dihadapkan pada berbagai peristiwa penting, mulai dari tragedi kemanusiaan yang memilukan hingga upaya spiritual pemerintah kota dalam menghadapi krisis kualitas udara.

Tragedi memilukan terjadi di Jalan Batu Jajar, Kecamatan Sukarami, pada Jumat (28/8/2026) pagi. Seorang nenek berinisial MR (86) meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius akibat disiram bensin oleh cucunya sendiri, MRN (27). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.50 WIB ini bermula saat korban sedang memasak di dapur bersama anaknya, Katarina (51).

Dunia Perairan dalam Sorotan: Dari Tragedi Sabotase hingga Prestasi Legendaris Cristiano Ronaldo
Baca juga:
Dunia Perairan dalam Sorotan: Dari Tragedi Sabotase hingga Prestasi Legendaris Cristiano Ronaldo

Menurut keterangan kepolisian, terduga pelaku secara tiba-tiba menyiramkan bensin ke arah kedua korban. Api dengan cepat menyambar dapur dan melukai kedua korban. Saat ini, Katarina masih dalam kondisi kritis di rumah sakit, sementara terduga pelaku sedang menjalani observasi medis di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar Palembang karena diketahui memiliki riwayat perawatan di sana. Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik tindakan nekat tersebut.

Beralih ke isu lingkungan, Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah spiritual dengan menggelar Sholat Istisqa di halaman Rumah Dinas Walikota Palembang pada Sabtu (29/8/2026). Langkah ini diambil menyusul tingginya Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang mencapai angka 158, menempatkan Palembang pada peringkat ke-17 dalam tingkat pencemaran udara.

Walikota Palembang, H Ratu Dewa, menjelaskan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini sudah cukup luas. Beliau menyoroti tiga kecamatan yang menjadi titik paling rawan, yaitu:

Aksi viral pelajar yang menggendong teman naik motor bonceng empat orang memicu perdebatan keselamatan di jalan Ciputat
Baca juga:
Aksi viral pelajar yang menggendong teman naik motor bonceng empat orang memicu perdebatan keselamatan di jalan Ciputat
  • Kecamatan Gandus
  • Kecamatan Kertapati
  • Kecamatan Ilir Barat I

Dalam pelaksanaan Sholat Istisqa yang dipimpin oleh Ahmad Tarmizi Muhaimin, S.Pd.I, Al-Hafidz, seluruh jajaran ASN dan tokoh masyarakat bersatu memohon turunnya hujan untuk membasuh polusi udara. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Selain isu polusi dan kriminalitas, kepolisian juga merespons keresahan masyarakat terkait isu limbah. Polsek Seberang Ulu (SU) II melakukan pengecekan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Tangga Takat setelah adanya kabar viral mengenai pembuangan limbah. Kapolsek SU II, Kompol Dedi Rahmat Hidayat, memastikan bahwa pihak SPPG telah memiliki sistem pengelolaan limbah yang sesuai standar.

Berikut adalah tahapan pengolahan limbah yang dijelaskan oleh pihak pengelola SPPG:

Dinamika Chicago: Dari Ketegangan Musim Baru Chicago Fire hingga Insiden Penembakan di South Side
Baca juga:
Dinamika Chicago: Dari Ketegangan Musim Baru Chicago Fire hingga Insiden Penembakan di South Side
  1. Limbah dialirkan ke tangki pertama untuk memisahkan limbah padat yang nantinya dijadikan pupuk kompos.
  2. Air limbah dialirkan ke tangki kedua untuk proses pengendapan lumpur.
  3. Air yang telah melalui proses penyaringan dibuang ke saluran pembuangan tanpa sisa busa, minyak, maupun bau menyengat.

Bagi masyarakat yang ingin mengatur aktivitas di tengah berbagai peristiwa ini, sangat penting untuk selalu memantau jadwal sholat palembang agar kewajiban agama tetap terjaga. Sebagai pengingat untuk Sabtu, 29 Agustus 2026, pelaksanaan ibadah dapat dimulai dari waktu Subuh hingga Isya sesuai dengan ketentuan waktu setempat.

Mengetahui jadwal sholat palembang secara akurat akan membantu warga dalam menyusun agenda harian, baik untuk bekerja maupun saat harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi kualitas udara yang sedang tidak sehat. Dengan memperhatikan jadwal sholat palembang, diharapkan masyarakat tetap bisa menjaga keseimbangan antara kewajiban duniawi dan spiritual di tengah situasi kota yang sedang dinamis.

Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa di Palembang pekan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan, kesehatan mental, serta penguatan solidaritas melalui doa bersama. Pemerintah kota terus berupaya menangani titik api karhutla, sementara kepolisian terus menindaklanjuti kasus-kasus kriminal demi keamanan warga.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan