Skip to content

Kontroversi Ucapan Ulang Tahun Istri Gubernur Kalteng di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Kontroversi Ucapan Ulang Tahun Istri Gubernur Kalteng di Tengah Kepungan Asap Karhutla
Kontroversi Ucapan Ulang Tahun Istri Gubernur Kalteng di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Kabar YPU – 27 Agustus 2026 | Publik Kalimantan Tengah tengah dilanda kegelisahan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Namun, di tengah situasi darurat tersebut, sosok istri gubernur kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, justru menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan karena aksi sosialnya, melainkan karena rentetan unggahan ucapan selamat ulang tahun dari berbagai akun resmi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang dinilai tidak peka terhadap kondisi daerah.

Perayaan ulang tahun ke-27 bagi Aisyah Thisia yang jatuh pada 21 Agustus 2026 memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah dinas, mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata hingga Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, secara serentak mengunggah ucapan selamat melalui akun media sosial resmi mereka. Dalam unggahan tersebut, Aisyah yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah didoakan agar senantiasa diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam mendampingi suaminya, Gubernur Agustiar Sabran.

Update Agenda Nasional: Dari Jadwal Ibadah di Berbagai Kota hingga Strategi P-APBD Sumut 2026
Baca juga:
Update Agenda Nasional: Dari Jadwal Ibadah di Berbagai Kota hingga Strategi P-APBD Sumut 2026

Kritik Tajam Warganet Terkait Sensitivitas Publik

Respons masyarakat terhadap tindakan pemerintah daerah ini sangat keras. Banyak warganet menilai bahwa momentum publikasi ucapan selamat tersebut sangat tidak tepat mengingat Kalimantan sedang berjuang melawan kabut asap yang mencekik. Salah satu komentar yang viral di media sosial menyebutkan, “Sekalimantan tidak sedang bakar lilin, tapi hutannya yang terbakar,” sebagai bentuk sindiran terhadap ketidakpekaan pemerintah.

Ketidakpuasan publik ini bukan tanpa alasan. Saat ini, masyarakat membutuhkan fokus penuh pemerintah pada penanganan bencana, bukan pada seremoni pribadi. Beberapa warganet berpendapat bahwa kanal komunikasi resmi pemerintah seharusnya digunakan untuk sosialisasi kebijakan publik yang mendesak atau memberikan informasi terkini mengenai mitigasi kebakaran, alih-alih merayakan hari lahir istri gubernur kalteng.

Ragam Dinamika Pekan Ini: Dari Tragedi Pencarian Jurnalis hingga Transisi Pengawasan Bursa Mineral
Baca juga:
Ragam Dinamika Pekan Ini: Dari Tragedi Pencarian Jurnalis hingga Transisi Pengawasan Bursa Mineral
Data Bencana Keterangan
Total Titik Panas di Kalimantan 1.487 titik
Kontributor Terbesar (Kalteng) 767 titik
Status Wilayah Darurat Karhutla

Profil Aisyah Thisia dan Latar Belakangnya

Aisyah Thisia Agustiar Sabran dikenal sebagai sosok yang memiliki latar belakang di dunia kecantikan dan modeling sebelum kini aktif sebagai istri gubernur kalteng. Ia merupakan pemegang gelar Putri Pariwisata Kalteng 2020 dan pernah meraih gelar Putri Pariwisata Photogenic pada tahun yang sama. Selain memiliki karier di dunia modeling, Aisyah juga merupakan lulusan Strata 2 (S2) di bidang Kenotariatan.

Sebagai Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah, ia memiliki peran strategis dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, gaya hidupnya yang sering menampilkan kemewahan di media sosial terkadang menjadi sorotan tersendiri di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Horor di Times Square New York: Seorang Wanita Tiba-tiba Menghunus Pisau dan Menikam Dua Orang Secara Mendadak, Polisi Selidiki Motif
Baca juga:
Horor di Times Square New York: Seorang Wanita Tiba-tiba Menghunus Pisau dan Menikam Dua Orang Secara Mendadak, Polisi Selidiki Motif

Upaya Penanganan Karhutla oleh Pemerintah

Di sisi lain, Gubernur Agustiar Sabran sendiri dilaporkan tengah fokus memimpin upaya penanggulangan kebakaran. Salah satu langkah spiritual yang diambil adalah dengan menggelar salat istisqo untuk memohon turunnya hujan guna memadamkan titik api yang tersebar luas. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa Kalimantan Tengah merupakan provinsi dengan penyumbang titik panas terbanyak di Pulau Kalimantan.

Situasi ini menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi antara kebijakan penanganan bencana yang sedang dilakukan pimpinan daerah dengan gaya komunikasi instansi di bawahnya. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah agar lebih sensitif dalam mengelola media sosial di masa krisis. Publik menginginkan keterlibatan dan empati pemerintah yang nyata melalui informasi yang relevan dan bermanfaat bagi keselamatan warga, bukan sekadar konten ucapan yang terasa asing di tengah kepulan asap karhutla.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan