Skip to content

Drama di La Bombonera: Kemenangan Tipis Boca Juniors di Tengah Kontroversi Wasit dan Sanksi FIFA

Drama di La Bombonera: Kemenangan Tipis Boca Juniors di Tengah Kontroversi Wasit dan Sanksi FIFA
Drama di La Bombonera: Kemenangan Tipis Boca Juniors di Tengah Kontroversi Wasit dan Sanksi FIFA

Kabar YPU – 29 Agustus 2026 | Pertandingan sengit antara boca juniors vs lanús dalam pekan ketujuh Torneo Clausura 2026 menyuguhkan drama yang tak terlupakan di Stadion La Bombonera. Meski Boca Juniors berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0, laga ini justru lebih banyak dibicarakan karena rentetan kontroversi yang melibatkan keputusan wasit, insiden keras di lapangan, hingga pernyataan panas dari kapten tim, Leandro Paredes.

Ketegangan sudah memuncak sejak menit ke-13 saat pemain muda Boca Juniors, Leonel Flores, melakukan tekel keras terhadap pemain Lanús, Sasha Marcich. Flores yang mencoba menekan penguasaan bola melakukan aksi yang dianggap berbahaya dengan menggunakan pul (studs) pada kaki kiri Marcich. Meski pemain Lanús dan staf pelatih melakukan protes keras menuntut kartu merah langsung, wasit Pablo Dóvalo hanya memberikan kartu kuning kepada Flores.

Sejarah Baru di UEFA Konferensi Liga: Kemenangan Gemilang Trabzonspor Atas Hearts dan Rekor Gol ke-200!
Baca juga:
Sejarah Baru di UEFA Konferensi Liga: Kemenangan Gemilang Trabzonspor Atas Hearts dan Rekor Gol ke-200!

Keputusan ini memicu perdebatan panjang. Tim VAR yang terdiri dari Germán Delfino dan Javier Uziga tidak memanggil wasit untuk meninjau ulang kejadian tersebut. Secara teknis, meskipun tekel Flores tergolong ceroboh (reckless), tinjauan ulang menunjukkan bahwa dampak benturan tidak mengenai lutut Marcich secara langsung, melainkan hanya sebagian, sehingga tidak memenuhi kriteria “kekerasan berlebihan” untuk kartu merah. Namun, bagi pihak Lanús, keputusan ini tetap terasa tidak adil.

Kekesalan pihak tamu semakin memuncak saat laga mencapai menit akhir. Pada menit ke-47 waktu tambahan babak kedua, Tomás Belmonte berhasil mencetak gol kemenangan bagi Boca Juniors melalui penyelesaian cerdik yang mengecoh kiper Nahuel Losada. Gol tersebut diragukan oleh Lanús karena dugaan posisi offside, namun VAR dengan sangat cepat menyatakan gol tersebut sah. Hasil akhir boca juniors vs lanús ini meninggalkan rasa pahit bagi tim tamu.

Pakem baru gaya bermain Arema FC diuji, apakah Persik mampu menahan laju gerakan simultan pemain Singo Edan dalam laga mendebarkan?
Baca juga:
Pakem baru gaya bermain Arema FC diuji, apakah Persik mampu menahan laju gerakan simultan pemain Singo Edan dalam laga mendebarkan?

Pasca laga, berbagai pihak memberikan kritik tajam terhadap performa wasit Pablo Dóvalo. Pelatih Lanús, Mauricio Pellegrino, menyatakan kekecewaannya karena wasit tidak melakukan konsultasi VAR pada insiden Flores. Begitu pula dengan mantan pemain Boca, Carlos Izquierdoz, yang menyebut Dóvalo kurang memiliki kepribadian untuk mengusir pemain Boca dalam insiden tekel tersebut. Sementara itu, gelandang Lanús, Felipe Peña Biafore, merasa timnya bermain lebih baik namun harus kalah karena keputusan yang terlalu cepat diambil.

Pihak Terkait Kritik/Pernyataan Utama
Mauricio Pellegrino (Pelatih Lanús) Kecewa karena wasit tidak berkonsultasi dengan VAR atas tekel Flores.
Carlos Izquierdoz (Eks Pemain) Wasit kurang tegas dalam memberikan kartu merah kepada pemain Boca.
Felipe Peña Biafore (Pemain Lanús) Merasa tim bermain lebih baik namun kalah karena keputusan cepat wasit.

Di tengah euforia kemenangan, kapten Boca Juniors, Leandro Paredes, memberikan pernyataan menarik di lorong stadion. Selain membahas kembalinya dirinya ke tim, Paredes juga menanggapi sanksi 10 pertandingan yang dijatuhkan FIFA kepadanya akibat insiden di Final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Paredes menyebut sanksi tersebut “berlebihan” dan membandingkannya dengan hukuman yang diterima pemain Spanyol, Gavi.

Drama Derbi Madrid: Atlético Menang, Mourinho Meledak Protes Keputusan Wasit
Baca juga:
Drama Derbi Madrid: Atlético Menang, Mourinho Meledak Protes Keputusan Wasit

“Sanksi itu menurut saya berlebihan. Anehnya, Gavi hanya mendapat sanksi ringan, padahal dialah yang memicu gesekan dengan saya. Kami akan mengajukan banding agar hukuman ini bisa dikurangi,” ujar Paredes. Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Boca Juniors meskipun sempat menerima tawaran dari klub besar Italia, AC Milan.

Kemenangan dalam laga boca juniors vs lanús ini memang memberikan poin krusial bagi Boca, namun mereka harus tetap waspada. Selain tekanan dari hasil pertandingan, tim juga harus menghadapi kabar duka atas cedera patah tulang fibula yang dialami pemain muda Tomás Aranda, yang dipastikan absen hingga akhir musim. Meski demikian, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi skuad Xeneize untuk melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi domestik.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan