×

Antara Dominasi Menyerang dan Frustrasi Hasil: Drama Ajax di Johan Cruijff Arena

Antara Dominasi Menyerang dan Frustrasi Hasil: Drama Ajax di Johan Cruijff Arena

Antara Dominasi Menyerang dan Frustrasi Hasil: Drama Ajax di Johan Cruijff Arena

Kabar YPU – 20 September 2026 | Klub raksasa Belanda, ajax, memasuki masa jeda internasional dengan perasaan yang campur aduk setelah menyajikan pertandingan penuh drama melawan Excelsior. Meski mendominasi jalannya laga dengan serangan yang masif, tim asuhan Míchel Sánchez harus puas berbagi angka dengan skor imbang 2-2 di kandang sendiri, Johan Cruijff Arena. Hasil ini menandai kehilangan poin krusial yang membuat posisi mereka di klasemen Eredivisie tetap stagnan di angka empat belas poin setelah tujuh pekan berjalan.

Secara taktis, performa ofensif yang ditunjukkan oleh skuad Amsterdam sangat mengesankan. Míchel Sánchez menerapkan filosofi ‘attack, attack, attack’ yang membuahkan hasil statistik luar biasa. Ajax tercatat melakukan hingga 33 upaya ke gawang lawan, sebuah angka yang tidak pernah dicapai tim ini sejak November 2022. Salah satu momen keindahan serangan terlihat pada gol pembuka oleh Julian Brandt, yang merupakan hasil dari rangkaian operan sabar selama 70 detik yang berhasil membongkar pertahanan rapat Excelsior.

Masa Depan Federico Chiesa di Liverpool: Antara Ambisi Inter Milan dan Rencana Pembersihan Skuad The Reds
Baca juga:
Masa Depan Federico Chiesa di Liverpool: Antara Ambisi Inter Milan dan Rencana Pembersihan Skuad The Reds

Kehadiran Tolu Arokodare menjadi pembeda di babak kedua. Pemain pinjaman dari Wolves tersebut menunjukkan kelasnya sebagai penyerang yang sangat berpengaruh. Sejak masuk sebagai pemain pengganti, Arokodare melakukan sembilan percobaan tembakan, rekor tertinggi bagi seorang pemain pengganti menurut catatan Opta. Ketajaman pemain asal Nigeria ini membawa Ajax kembali unggul setelah Excelsior sempat menyamakan kedudukan melalui Lennard Hartjes dan Aymen Sliti. Arokodare sendiri berhasil mencetak gol penyeimbang yang memastikan satu poin bagi timnya.

Namun, kemenangan yang seharusnya diraih sirna akibat berbagai kontroversi di lapangan. Pertandingan diwarnai protes keras terkait keputusan wasit Van der Laan. Sebuah insiden melibatkan Youri Baas di dalam kotak penalti sendiri memicu perdebatan panas, di mana banyak pihak, termasuk mantan wasit Mario van der Ende, menilai aksi tersebut seharusnya berbuah penalti bagi Excelsior. Selain itu, para pendukung merasa ada ketidakadilan dalam durasi waktu tambahan dan penanganan pelanggaran keras yang terjadi sepanjang laga.

Dilema Karier Mauricio Pochettino: Antara Kontroversi Gelar Chelsea dan Ambisi Besar di Timnas Amerika Serikat
Baca juga:
Dilema Karier Mauricio Pochettino: Antara Kontroversi Gelar Chelsea dan Ambisi Besar di Timnas Amerika Serikat

Di balik dinamika lapangan, manajemen ajax juga tengah mempersiapkan penguatan lini tengah. Kabar mengenai kedatangan Yves Bissouma mulai mencuat. Pemain eks Tottenham Hotspur ini dikabarkan akan didatangkan dengan skema yang sangat menguntungkan secara finansial. Berkat negosiasi yang dipimpin oleh Jordi Cruijff, Bissouma diharapkan bisa memperkuat persaingan di lini tengah bersama Sofyan Amrabat dan Jorthy Mokio tanpa memberikan beban gaji yang berlebihan bagi klub. Saat ini, Bissouma masih menunggu penyelesaian izin kerja sebelum bisa memperkuat tim secara resmi.

Meskipun hasil akhir terasa pahit, Míchel Sánchez tetap memberikan pujian kepada anak asuhnya. Ia melihat adanya progres nyata dalam kualitas permainan tim. Pelatih Spanyol tersebut meyakini bahwa jika intensitas serangan dan kualitas permainan seperti ini terus dipertahankan, kemenangan akan datang dengan sendirinya. Fokus utama kini adalah meningkatkan efektivitas di depan gawang agar dominasi permainan tidak terbuang sia-sia.

Kepulangan Emosional Franck Kessié ke Atalanta: ‘Pilihan Hati’ yang Menepis Ambisi Juventus
Baca juga:
Kepulangan Emosional Franck Kessié ke Atalanta: ‘Pilihan Hati’ yang Menepis Ambisi Juventus

Secara keseluruhan, situasi ajax saat ini mencerminkan sebuah tim yang sedang dalam proses transisi menuju performa puncak. Mereka memiliki daya ledak serangan yang mengerikan, namun masih berjuang dengan konsistensi pertahanan dan penyelesaian akhir. Jeda internasional ini diharapkan menjadi momentum bagi tim untuk mengevaluasi kekurangan teknis sekaligus memulihkan mentalitas sebelum kembali bertarung di kompetisi domestik.

Post Comment