Langkah Strategis Madrasah di Jambi Menyongsong AKGTK 2026: Persiapan Teknis dan Digitalisasi Kompetensi Guru

Langkah Strategis Madrasah di Jambi Menyongsong AKGTK 2026: Persiapan Teknis dan Digitalisasi Kompetensi Guru

Langkah Strategis Madrasah di Jambi Menyongsong AKGTK 2026: Persiapan Teknis dan Digitalisasi Kompetensi Guru

Kabar YPU – 20 September 2026 | Dunia pendidikan madrasah di Provinsi Jambi kini tengah bersiap menghadapi gelombang transformasi melalui pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah Tahun 2026. Agenda besar ini menjadi momentum krusial bagi peningkatan mutu pendidikan, di mana berbagai satuan pendidikan mulai melakukan langkah-langkah proaktif untuk memastikan kesiapan seluruh elemen, mulai dari infrastruktur perangkat hingga kesiapan mental para pendidik dalam menghadapi ujian kompetensi tersebut.

Di Kabupaten Tebo, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Tebo telah memulai langkah nyata dengan melakukan pengecekan intensif terhadap seluruh perangkat pendukung. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat menghambat proses asesmen di masa mendatang. Selain pengecekan perangkat keras, simulasi juga menjadi agenda penting dalam persiapan ini.

ISI Yogyakarta mengeluarkan aturan etika penggunaan AI di kampus, menetapkan pedoman transparansi, keamanan data, dan tanggung jawab akademik bagi semua perguruan tinggi
Baca juga:
ISI Yogyakarta mengeluarkan aturan etika penggunaan AI di kampus, menetapkan pedoman transparansi, keamanan data, dan tanggung jawab akademik bagi semua perguruan tinggi

Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, S.Pd.I, menekankan bahwa kesiapan sarana pendukung adalah kunci utama. Dengan melakukan simulasi lebih awal, pihak madrasah dapat mengidentifikasi potensi masalah pada sistem maupun perangkat sebelum pelaksanaan utama dimulai. Hal ini bertujuan agar setiap guru dan tenaga kependidikan dapat mengikuti rangkaian AKGTK dengan tenang dan lancar tanpa gangguan teknis yang berarti.

Senada dengan hal tersebut, MTsN 1 Batang Hari juga tengah melakukan persiapan matang sebagai respons atas surat edaran dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan AKGTK dijadwalkan berlangsung pada tanggal 5 hingga 9 Oktober 2026. Program yang diinisiasi oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendis Kemenag RI ini bertujuan untuk memetakan kompetensi secara akurat.

Kemenag menegaskan bahwa KKN menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan hidup bermasyarakat
Baca juga:
Kemenag menegaskan bahwa KKN menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan hidup bermasyarakat

Kepala MTsN 1 Batang Hari, Doni Parizal, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa asesmen ini merupakan momentum emas untuk meningkatkan profesionalisme pendidik. Beliau mengimbau seluruh jajaran untuk mempersiapkan aspek administratif maupun teknis secara optimal. Berikut adalah beberapa poin teknis penting yang perlu diperhatikan oleh para peserta:

  • Pengecekan Mandiri: Peserta dapat memeriksa akun dan jadwal melalui aplikasi EMISGTK mulai 19 September 2026.
  • Aplikasi Ujian: Ujian akan menggunakan sistem Safe Exam Browser (SEB) yang wajib diunduh dan diinstal oleh masing-masing peserta.
  • Uji Coba Login: Seluruh peserta diwajibkan mengikuti tahap uji coba login pada periode 19 hingga 20 September 2026.

AKGTK ini bersifat wajib bagi seluruh Guru, Kepala Madrasah, Pengawas, serta Tenaga Perpustakaan dan Laboratorium yang telah memenuhi syarat pendidikan minimal D4/S1 dan terdaftar aktif dalam sistem EMISGTK. Hasil dari asesmen ini nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) agar peningkatan kompetensi guru tepat sasaran.

Tips Sukses Menghadapi Ujian Nasional dan UTBK Tanpa Stres
Baca juga:
Tips Sukses Menghadapi Ujian Nasional dan UTBK Tanpa Stres

Secara keseluruhan, kesiapan yang dilakukan oleh madrasah-madrasah di Jambi menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional. Melalui pemetaan kompetensi yang terstruktur melalui AKGTK, diharapkan muncul standar baru dalam profesionalisme tenaga kependidikan yang mampu membawa madrasah menuju kualitas pendidikan yang lebih unggul dan kompetitif di masa depan.

Post Comment