Skip to content

Rektor UMY mengajak dosen tingkatkan kompetensi agar siap menghadapi dinamika kecerdasan buatan (AI) yang semakin mempengaruhi dunia akademik

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Achmad Nurmandi, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dosen dalam menghadapi dinamika kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi dunia akademik. Pada acara Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026, beliau mengajak para pendidik untuk terus mengasah kemampuan mereka agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Acara Baitul Arqam: Meneguhkan Komitmen Pendidikan

Acara Baitul Arqam Dosen Tetap UMY Tahun 2026, bertema “Peneguhan Komitmen untuk Mewujudkan Budaya Organisasi Berkemajuan,” dilaksanakan di UMY Student Dormitory pada Rabu, Yogyakarta. Dalam sambutannya, Prof. Nurmandi menyoroti bagaimana perubahan cepat di bidang AI menuntut dosen untuk melakukan upskilling secara berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa “Perkembangan saat ini menuntut kita untuk terus memperbarui pengetahuan dan memahami perubahan situasi, termasuk kebutuhan pasar kerja.”

Skandal Kecurangan TKA 2026: Kemendikdasmen Kantongi Nama Pelaku dan Siapkan Sanksi Tegas
Baca juga:
Skandal Kecurangan TKA 2026: Kemendikdasmen Kantongi Nama Pelaku dan Siapkan Sanksi Tegas

Perubahan Teknologi dan Dampaknya pada Pembelajaran

Prof. Nurmandi memperingatkan bahwa stagnasi kompetensi dosen dapat membuat proses pembelajaran menjadi tidak lagi relevan. Ia menegaskan bahwa perubahan saat ini tidak hanya terjadi pada lini teknologi, tetapi juga memengaruhi karakter mahasiswa dan tuntutan pasar kerja. Dengan meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai bidang, dosen perlu memahami bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Survei Alumni: Menyoroti Kebutuhan Peningkatan Kompetensi

Berdasarkan hasil survei alumni UMY dalam beberapa tahun terakhir, Prof. Nurmandi mencatat bahwa tren lulusan yang belum bekerja berada pada kisaran 20 persen. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan antara apa yang diajarkan di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata di dunia kerja. Oleh karena itu, upskilling menjadi kunci untuk menutup celah tersebut.

Cara aman dan tepat yang harus Anda lakukan saat mobil mogok di jalan raya agar tetap terhindar bahaya
Baca juga:
Cara aman dan tepat yang harus Anda lakukan saat mobil mogok di jalan raya agar tetap terhindar bahaya

Strategi Upskilling untuk Dosen UMY

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Prof. Nurmandi menyarankan beberapa strategi upskilling bagi dosen, antara lain: mengikuti pelatihan terkait AI dan teknologi digital, berkolaborasi dengan industri dalam proyek penelitian, serta memanfaatkan platform e-learning untuk memperluas pengetahuan. Dengan menerapkan strategi ini, dosen dapat menyesuaikan metode pengajaran dengan perkembangan AI dan kebutuhan industri.

Dampak Positif bagi Mahasiswa dan Industri

Dengan meningkatnya kompetensi dosen dalam bidang AI, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan yang lebih relevan dan praktis. Hal ini dapat meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja. Selain itu, industri akan mendapatkan tenaga kerja yang sudah terbiasa dengan teknologi AI, sehingga proses adaptasi menjadi lebih cepat dan efisien.

ISI Yogyakarta mengeluarkan aturan etika penggunaan AI di kampus, menetapkan pedoman transparansi, keamanan data, dan tanggung jawab akademik bagi semua perguruan tinggi
Baca juga:
ISI Yogyakarta mengeluarkan aturan etika penggunaan AI di kampus, menetapkan pedoman transparansi, keamanan data, dan tanggung jawab akademik bagi semua perguruan tinggi

Kesimpulan: Kesiapan Menghadapi Masa Depan AI

Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi dinamika AI memerlukan komitmen berkelanjutan dari setiap dosen. Melalui upskilling dan peningkatan kompetensi, UMY berupaya memastikan bahwa proses pembelajaran tetap relevan dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Dengan langkah-langkah ini, UMY berharap dapat terus menjadi institusi pendidikan yang berkemajuan dan berinovasi dalam era digital.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan