Skip to content

Diplomasi di Tengah Dinamika Global: Peran Abiy Ahmed Ali dalam KTT BRICS 2026 di India

Diplomasi di Tengah Dinamika Global: Peran Abiy Ahmed Ali dalam KTT BRICS 2026 di India
Diplomasi di Tengah Dinamika Global: Peran Abiy Ahmed Ali dalam KTT BRICS 2026 di India

Kabar YPU – 13 September 2026 | Pertemuan para pemimpin dunia di New Delhi menandai babak baru dalam geopolitik global, di mana kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Abiy Ahmed Ali menjadi sorotan utama dalam upaya memperkuat kerja sama antarnegara berkembang. Dalam rangkaian KTT BRICS ke-18 yang berlangsung pada 12-13 September 2026, fokus utama dunia tertuju pada bagaimana blok ekonomi ini dapat merespons fragmentasi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang tengah melanda dunia saat ini.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyambut hangat kedatangan Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed Ali, di Bharat Mandapam, lokasi megah penyelenggaraan KTT BRICS tahun ini. Pertemuan bilateral antara Modi dan Abiy Ahmed Ali dilakukan secara khusus di Hyderabad House sebelum sesi pleno dimulai. Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin membahas spektrum luas hubungan bilateral serta berbagai area kepentingan bersama guna memperkuat kemitraan strategis antara India dan Ethiopia.

Dinamika Rusia vs Nigeria: Dari Drama Comeback di Lapangan Hijau hingga Persaingan Energi di Afrika Barat
Baca juga:
Dinamika Rusia vs Nigeria: Dari Drama Comeback di Lapangan Hijau hingga Persaingan Energi di Afrika Barat

Hubungan antara India dan Ethiopia telah lama terjalin dengan akar sejarah yang mendalam dan multifaset. Sebelumnya, PM Modi juga telah memberikan ucapan selamat kepada Abiy Ahmed Ali atas kemenangan telak Partai Prosperity dalam pemilihan parlemen Ethiopia. Momentum ini dianggap sebagai peluang emas bagi kedua negara untuk mempererat ikatan persahabatan dan kolaborasi di berbagai sektor strategis.

KTT BRICS 2026 yang dipimpin oleh India mengusung tema besar: “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tema ini mencerminkan visi untuk menciptakan pendekatan yang berpusat pada manusia dengan semangat “Humanity First”. Berikut adalah beberapa fokus utama dalam agenda KTT kali ini:

Ketegangan Timur Tengah Memuncak: AS Kerahkan Armada Pesawat Militer ke Berbagai Pangkalan Militer Strategis
Baca juga:
Ketegangan Timur Tengah Memuncak: AS Kerahkan Armada Pesawat Militer ke Berbagai Pangkalan Militer Strategis
  • Tata Kelola Global yang Inklusif: Memperkuat multilateralisme dalam pengambilan keputusan internasional.
  • Ketahanan Ekonomi: Menghadapi disrupsi teknologi dan tekanan sumber daya global.
  • Inovasi dan Keberlanjutan: Mendorong kerja sama dalam teknologi hijau dan aksi iklim.
  • Kerja Sama Selatan-Selatan: Memajukan kepentingan negara-negara berkembang di lembaga multilateral.

Saat ini, kelompok BRICS telah berkembang pesat dan mencakup 11 negara anggota yang memiliki pengaruh ekonomi signifikan, yaitu:

Wilayah Negara Anggota
Asia India, China, Iran, Indonesia
Afrika Ethiopia, Egypt, South Africa
Amerika Latin Brazil
Timur Tengah Saudi Arabia, UAE

Selain anggota inti, KTT ini juga melibatkan negara-negara mitra seperti Belarus, Kuba, Bolivia, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam. Kehadiran para pemimpin ini, termasuk Presiden Iran Masoud Pelezshkian dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, menunjukkan betapa pentingnya platform BRICS dalam menyeimbangkan kekuatan ekonomi dunia.

U-Turn Otoritas Portugal: Status Perlindungan Saksi Rui Pinto Kembali Diperpanjang
Baca juga:
U-Turn Otoritas Portugal: Status Perlindungan Saksi Rui Pinto Kembali Diperpanjang

Di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan ketidakpastian geopolitik, peran kepemimpinan Abiy Ahmed Ali di Ethiopia dalam blok ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas kawasan Afrika dan memperkuat suara Global South. Melalui sinergi yang dibangun di New Delhi, BRICS berupaya mengubah representasi yang luas menjadi hasil kerja sama yang konkret dan bermakna bagi seluruh anggotanya.

Secara keseluruhan, KTT BRICS 2026 bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan sebuah langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan inovatif di tengah dunia yang terus berubah. Fokus pada keberlanjutan dan inklusivitas menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas global di masa depan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan