Kabar YPU – 08 November 2026 | Nama kidzania mendadak menjadi buah bibir di jagat maya setelah YouTuber ternama Ria Ricis mengunggah foto dokumentasi kunjungannya ke lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Unggahan tersebut memicu gelombang kritik tajam dari warganet dan sejumlah figur publik karena penggunaan istilah yang dianggap tidak sensitif terhadap situasi bencana yang sedang terjadi.
Polemik ini bermula ketika Ria Ricis membagikan konten melalui akun Threads miliknya, @riaricis1795. Dalam unggahan tersebut, ia menampilkan foto dirinya dengan latar belakang langit Kalimantan yang berwarna oranye akibat kabut asap, serta foto saat ia memberikan santunan. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah keterangan atau caption yang ia tuliskan, yakni “KidZania 2026”.
Penggunaan istilah tersebut dinilai sangat tidak tepat oleh publik. Secara konsep, kidzania adalah sebuah kota interaktif berbasis edutainment yang dirancang khusus sebagai tempat bermain dan belajar bagi anak-anak usia 1 hingga 14 tahun. Tempat ini menawarkan simulasi kehidupan nyata melalui berbagai permainan peran (role-play) yang menyenangkan untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian anak. Mengaitkan suasana bencana alam yang penuh penderitaan dengan sebuah taman bermain anak dianggap sebagai tindakan yang kurang menunjukkan empati terhadap korban dan kondisi lingkungan.
Kritik tidak hanya datang dari warganet biasa, tetapi juga dari kalangan komika. Komika Niko Junius sempat melontarkan sindiran pedas melalui Threads, yang menyebut bahwa aktivitas pembuatan konten Ricis di lokasi bencana dikhawatirkan dapat mengganggu kerja para relawan. Niko bahkan menyamakan suasana yang ditampilkan Ricis dengan suasana di kidzania, merujuk pada ketidaksesuaian antara aktivitas membuat konten dengan realitas penanganan bencana yang sedang berlangsung.
Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi pemicu kemarahan publik terkait unggahan tersebut:
- Ketidaksesuaian Konteks: Menyamakan lokasi bencana alam dengan konsep kota permainan anak.
- Isu Empati: Penilaian bahwa fokus pembuatan konten mengalahkan rasa empati terhadap masyarakat terdampak karhutla.
- Etika Konten: Pertanyaan mengenai batasan antara kegiatan sosial dengan kebutuhan dokumentasi konten di tengah situasi darurat.
Menanggapi badai kritik yang menerpanya, Ria Ricis akhirnya memberikan klarifikasi melalui fitur broadcast channel di Instagram. Ia menjelaskan bahwa penggunaan caption tersebut sebenarnya merupakan bentuk respons terhadap pihak lain yang lebih dulu menggunakan istilah tersebut. “Oyah, aku pake caption Kidzania karena mau ikut kata entijen ya yg blg dluan. Biar sama,” ungkapnya. Ricis juga menyatakan bahwa dirinya sudah terbiasa menghadapi komentar negatif atau ‘digoreng’ oleh publik, asalkan perhatian masyarakat terhadap isu karhutla tetap terjaga.
Meskipun Ricis telah menghapus unggahan kontroversial tersebut, perdebatan mengenai etika selebritas dalam mendokumentasikan bencana tetap menjadi diskusi hangat. Banyak pihak menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi figur publik saat berada di wilayah terdampak bencana, agar kehadiran mereka benar-benar membawa dampak positif tanpa menyinggung perasaan korban atau mengganggu proses evakuasi dan pemadaman di lapangan.
Secara keseluruhan, kasus ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten mengenai penggunaan diksi dan sensitivitas terhadap situasi kemanusiaan. Memahami makna asli dari sebuah istilah, seperti konsep edukasi di kidzania, sangatlah krusial agar pesan yang ingin disampaikan tidak justru berbalik menjadi bumerang yang merusak citra diri dan rasa hormat terhadap sesama.

Leave a comment