Skip to content

Aksi Heroik Veda Ega Pratama: Dari Start Posisi 8 di Kualifikasi Hingga Podium di Moto3 Malaysia 2026

Aksi Heroik Veda Ega Pratama: Dari Start Posisi 8 di Kualifikasi Hingga Podium di Moto3 Malaysia 2026
Aksi Heroik Veda Ega Pratama: Dari Start Posisi 8 di Kualifikasi Hingga Podium di Moto3 Malaysia 2026

Kabar YPU – 02 November 2026 | Persaingan sengit di lintasan balap Sirkuit Sepang, Malaysia, kembali menyuguhkan drama yang memukau para penggemar balap motor dunia. Fokus utama tertuju pada pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang menunjukkan performa luar biasa dalam ajang Moto3 2026. Perjalanan Veda di seri Malaysia ini dimulai dengan penuh perjuangan, di mana hasil kualifikasi moto3 menempatkannya di posisi yang cukup menantang sebelum balapan utama dimulai.

Pada sesi kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu (31/10), persaingan memperebutkan posisi terdepan sangatlah ketat. Maximo Quiles, juara dunia yang tampil impresif, berhasil mengamankan pole position setelah mencatatkan waktu terbaik 2 menit 10,396 detik pada sesi Q2. Sementara itu, Veda Ega Pratama yang membalap untuk Honda Team Asia harus puas menempati urutan kedelapan. Meskipun tidak memulai dari baris terdepan, hasil kualifikasi moto3 tersebut memberikan modal penting bagi Veda untuk menempatkan diri di baris ketiga bersama Joel Kelso dan Adrian Fernandez.

Setelah debut tak mengecewakan di BRI Super League, manajemen Garudayaksa FC berjanji terus memperbaiki dan menutup kekurangan tim ke depan
Baca juga:
Setelah debut tak mengecewakan di BRI Super League, manajemen Garudayaksa FC berjanji terus memperbaiki dan menutup kekurangan tim ke depan

Berikut adalah ringkasan 10 besar starting grid Moto3 Malaysia 2026 berdasarkan hasil kualifikasi:

  • 1. Maximo Quiles (Spanyol)
  • 2. Brian Uriarte
  • 3. Hakim Danish
  • 4. David Almansa
  • 5. Alvaro Carpe
  • 6. Matteo Bertelle
  • 7. Joel Kelso
  • 8. Veda Ega Pratama (Indonesia)
  • 9. Adrian Fernandez
  • 10. Peserta lainnya

Memasuki balapan utama yang digelar pada Minggu (1/11), Veda Ega Pratama tidak menyerah dengan posisi startnya. Menyadari bahwa ia harus mengejar ketertinggalan, pembalap berusia 17 tahun ini tampil sangat agresif sejak lampu hijau menyala. Ia merangsek perlahan dari posisi kedelapan, melewati satu per satu pesaingnya dengan manuver yang berani dan presisi tinggi.

Duka di Brasil: Timnas Futsal Indonesia Tersingkir dari Copa das Nacoes, Hector Souto Beri Reaksi Menohok
Baca juga:
Duka di Brasil: Timnas Futsal Indonesia Tersingkir dari Copa das Nacoes, Hector Souto Beri Reaksi Menohok

Ketegangan memuncak pada lima putaran terakhir balapan. Veda terlibat duel sengit dengan David Almansa, Hakim Danish, dan Alvaro Carpe untuk memperebutkan posisi podium. Meskipun tekanan dari pembalap tuan rumah sangat kuat, Veda tetap mampu menjaga konsistensi dan ketenangan di atas motornya. Perjuangan keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis saat ia berhasil menyentuh garis finis di posisi kedua atau runner-up.

Keberhasilan ini menjadi catatan prestasi yang sangat membanggakan bagi dunia otomotif Indonesia. Posisi kedua ini berhasil menggeser rekor pribadi Veda sebelumnya yang meraih podium ketiga di Moto3 Brasil. Maximo Quiles tetap mendominasi balapan dengan finis di posisi pertama, diikuti oleh Alvaro Carpe di posisi ketiga. Hasil ini semakin memperkokoh posisi Quiles di puncak klasemen sementara dengan koleksi 351 poin.

Hasil Kualifikasi Moto3 San Marino 2026: David Almansa Kuasai Pole Position, Veda Ega Pratama Start di Posisi 16
Baca juga:
Hasil Kualifikasi Moto3 San Marino 2026: David Almansa Kuasai Pole Position, Veda Ega Pratama Start di Posisi 16

Selain performa di lintasan, momen unik juga terjadi di luar balapan. Veda Ega Pratama sempat merayakan keberhasilannya dengan menyantap belalang goreng pemberian salah satu pendukungnya, sebuah momen yang sempat membuat rivalnya, Maximo Quiles, merasa terkejut. Keberhasilan Veda di Malaysia membuktikan bahwa meskipun hasil kualifikasi moto3 tidak menempatkannya di posisi terdepan, mentalitas juara dapat membawa seorang pembalap naik ke podium tertinggi.

Secara keseluruhan, seri Moto3 Malaysia 2026 telah menunjukkan kualitas persaingan yang sangat tinggi. Bagi Indonesia, performa Veda Ega Pratama menjadi sinyal positif bahwa talenta muda tanah air mampu bersaing di level tertinggi kancah internasional, membuktikan bahwa strategi dan keberanian di lintasan seringkali lebih menentukan daripada sekadar posisi start di awal balapan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan