Skip to content

Dominasi Total! Napoli Hancurkan Monza 4-1 dalam Laga Penuh Drama di U-Power Stadium

Dominasi Total! Napoli Hancurkan Monza 4-1 dalam Laga Penuh Drama di U-Power Stadium
Dominasi Total! Napoli Hancurkan Monza 4-1 dalam Laga Penuh Drama di U-Power Stadium

Kabar YPU – 29 Oktober 2026 | Pertandingan lanjutan pekan ke-9 Serie A menyuguhkan duel sengit antara monza vs napoli yang berakhir dengan kemenangan telak bagi tim tamu. Bermain di Stadion U-Power, Napoli menunjukkan kelasnya dengan melumat tuan rumah Monza dengan skor mencolok 4-1. Kemenangan ini menjadi pernyataan tegas bagi skuad asuhan Massimiliano Allegri yang tengah berusaha membangun momentum positif setelah performa impresif di kompetisi Eropa dan kemenangan atas Roma beberapa waktu lalu.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Napoli langsung mengambil kendali permainan. Strategi menyerang yang diterapkan membuat lini pertahanan Monza kewalahan menghadapi intensitas tinggi tim tamu. Gol pembuka tercipta pada menit ke-10 melalui aksi klinis Rasmus Hojlund yang memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah setelah menerima umpan matang dari kapten tim, Giovanni Di Lorenzo. Gol tersebut menjadi sinyal awal dominasi Napoli dalam laga monza vs napoli malam ini.

Drama Menit Akhir di Lahti Stadium: FF Jaro Curi Poin dari FC Lahti dalam Pertarungan Penentuan Relegasi
Baca juga:
Drama Menit Akhir di Lahti Stadium: FF Jaro Curi Poin dari FC Lahti dalam Pertarungan Penentuan Relegasi

Namun, Monza tidak tinggal diam. Tim besutan Juric ini menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Menjelang akhir babak pertama, Monza berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi gemilang Varela. Pemain yang kini menjadi top skor sementara Serie A tersebut menunjukkan ketajamannya dengan menyambar umpan silang akurat dari Robinson, mengecoh kiper Milinkovic-Savic, dan mengubah skor menjadi 1-1. Momen ini sempat memberikan harapan bagi pendukung tuan rumah sebelum babak kedua dimulai.

Memasuki babak kedua, Napoli kembali menunjukkan taringnya. Politano menjadi sosok kunci yang mengubah alur pertandingan. Pemain sayap yang dikenal lincah ini berhasil membawa Napoli kembali unggul melalui penyelesaian akhir yang tenang. Tidak hanya mencetak gol, Politano juga menjadi otak serangan dengan memberikan assist bagi gol selanjutnya. Dominasi Napoli semakin tak terbendung saat Rafa Marin menambah keunggulan, sebelum akhirnya De Bruyne menutup pesta gol Napoli menjadi 4-1.

Era Baru USMNT: Regenerasi Pemain Muda Bersinar dalam Laga Amerika vs Peru
Baca juga:
Era Baru USMNT: Regenerasi Pemain Muda Bersinar dalam Laga Amerika vs Peru

Meskipun meraih kemenangan besar, Napoli tetap menghadapi catatan negatif. Pemain tengah andalan, Stanislav Lobotka, harus ditarik keluar pada menit ke-15 karena cedera, sebuah kerugian besar bagi stabilitas lini tengah mereka. Di sisi lain, performa individu beberapa pemain Napoli patut diacungi jempol dalam laga monza vs napoli ini:

  • Rasmus Hojlund: Menjadi ancaman konstan di lini depan dengan penyelesaian akhir yang dingin.
  • Domenico Politano: Pemain paling berpengaruh yang mengatur tempo serangan dari sisi sayap.
  • Kevin De Bruyne: Memberikan dimensi baru dalam kreativitas serangan tim.

Hasil ini membawa Napoli naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. Walaupun jarak dengan puncak klasemen masih cukup lebar, yakni 11 poin, kemenangan di laga monza vs napoli ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang sangat dibutuhkan. Napoli kini bersiap menghadapi tantangan besar berikutnya dalam laga tandang melawan Juventus di Torino.

Debut Spektakuler Leonardo Balerdi di AS Roma: ‘The New Franco Baresi’ yang Mengguncang Serie A
Baca juga:
Debut Spektakuler Leonardo Balerdi di AS Roma: ‘The New Franco Baresi’ yang Mengguncang Serie A

Bagi Monza, kekalahan ini menjadi evaluasi berat bagi Juric. Meskipun Varela tampil luar biasa sebagai mesin gol, kerapuhan lini pertahanan saat menghadapi serangan balik cepat Napoli menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di papan tengah klasemen. Pertandingan monza vs napoli ini membuktikan bahwa efisiensi di depan gawang dan kedalaman skuad menjadi faktor pembeda utama dalam kompetisi level tinggi seperti Serie A.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan