Kabar YPU – 28 Oktober 2026 | Kondisi tidak menentu tengah melanda psis semarang di tengah perhelatan kompetisi Championship 2026/2027. Setelah menjalani rangkaian pertandingan sepanjang bulan Oktober, tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini tampak kesulitan menemukan ritme permainan yang konsisten. Dari empat laga yang dijalani, tim hanya mampu mengumpulkan empat poin, sebuah pencapaian yang jauh dari ekspektasi suporter yang mendambakan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Puncak kemunduran performa terlihat saat PSIS Semarang harus bertandang ke Stadion Utama Sumatera Utara pada Minggu (25/10/2026) malam. Menghadapi PSMS Medan, Mahesa Jenar harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan tipis 1-2. Meski sempat memiliki keunggulan jumlah pemain setelah pemain lawan, Javier Siverio, menerima kartu merah di babak pertama, PSIS gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk membalikkan keadaan. Gol penutup dari Ridwan di menit ke-90+8 hanya mampu memperkecil ketertinggalan, namun tidak cukup untuk menyelamatkan muka.
Evaluasi Lini Serang dan Performa Cadenazzi
Salah satu sorotan tajam dalam krisis ini adalah belum pecahnya telur bagi penyerang anyar, Felipe Cadenazzi. Didatangkan untuk menggantikan Rafinha, pemain asal Argentina dengan tinggi 1,91 meter ini diharapkan menjadi solusi produktivitas gol melalui peran sebagai target man. Namun, dalam dua laga awal bersama psis semarang, Cadenazzi belum mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Padahal, rekam jejak Cadenazzi cukup menjanjikan di kompetisi tanah air. Berikut adalah ringkasan statistik gol Cadenazzi di klub sebelumnya:
| Klub | Kompetisi | Jumlah Gol |
|---|---|---|
| Borneo FC Samarinda | Liga 1 2023/2024 | 15 Gol |
| PSMS Medan | Championship 2025/2026 | 12 Gol |
Pelatih Widodo C. Putro kini dituntut untuk segera menemukan formula agar Cadenazzi dapat beradaptasi dengan skema permainan tim dan memberikan dimensi baru dalam duel udara maupun serangan balik.
Krisis di Semua Lini: Dari Tim Senior hingga EPA U-20
Masalah performa tidak hanya menghantui tim senior. Di level pembinaan usia muda, tim EPA U-20 psis semarang juga mengalami hasil yang mengecewakan. Dalam dua pertemuan beruntun melawan Persis Solo U-20 pada akhir Oktober, tim muda Mahesa Jenar harus menelan kekalahan telak dengan agregat skor 1-7. Kekalahan ini semakin mempertegas adanya masalah konsistensi di berbagai tingkatan skuad klub.
Menanggapi situasi yang kian memanas, COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal, melalui pernyataan resminya di media sosial, meminta seluruh elemen tim untuk tetap fokus dan tidak menyerah. Ia menekankan bahwa kerja keras telah dilakukan, namun hasil memang belum berpihak kepada tim saat ini. Semangat “Yoh Iso Yoh” digaungkan untuk memacu motivasi pemain dalam menghadapi laga-laga krusial berikutnya.
Analisis Posisi di Klasemen
Akibat rentetan hasil negatif ini, posisi psis semarang di klasemen sementara Grup A Championship 2026/2027 merosot ke peringkat kelima dengan koleksi 10 poin dari tujuh pertandingan. Perjalanan menuju target promosi kini menjadi semakin berat, mengingat tim-tim pesaing seperti PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru terus menunjukkan tren positif.
Secara keseluruhan, PSIS Semarang tengah berada dalam fase kritis yang membutuhkan evaluasi mendalam, baik dari sisi taktik kepelatihan, adaptasi pemain asing, hingga mentalitas pemain di lapangan. Kemampuan tim untuk bangkit di sisa kompetisi akan menjadi penentu apakah mimpi promosi mereka masih bisa terwujud atau justru berakhir dengan kegagalan musim ini.

Leave a comment