Skip to content

Tragedi di Blok M: Pengakuan Pilu Sopir BYD yang Ketiduran Hingga Ojol Dilindas Mobil BYD

Tragedi di Blok M: Pengakuan Pilu Sopir BYD yang Ketiduran Hingga Ojol Dilindas Mobil BYD
Tragedi di Blok M: Pengakuan Pilu Sopir BYD yang Ketiduran Hingga Ojol Dilindas Mobil BYD

Kabar YPU – 27 Oktober 2026 | Insiden kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menyisakan fakta mengejutkan terkait penyebab kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis di mana seorang ojol dilindas mobil byd ini bermula dari kondisi pengemudi yang kelelahan hebat hingga tidak sadarkan diri saat berkendara di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, mengungkapkan bahwa pengemudi mobil listrik BYD Atto 1 berinisial S (46) mengaku tertidur saat sedang mengemudikan kendaraannya. Akibat kondisi tersebut, kaki pengemudi secara tidak sadar menginjak pedal gas, yang memicu rentetan kecelakaan beruntun hingga menabrak beberapa kendaraan lain.

Teror Foto Syur Editan dan Pemerasan: Kisah Pilu IRT di Gresik yang Menjadi Korban Debt Collector Pinjol Ilegal
Baca juga:
Teror Foto Syur Editan dan Pemerasan: Kisah Pilu IRT di Gresik yang Menjadi Korban Debt Collector Pinjol Ilegal

Kronologi Kejadian dan Pengakuan Pengemudi

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, S yang berdomisili di Bogor tersebut tengah mengejar setoran hingga larut malam. Hal inilah yang memicu rasa kantuk luar biasa yang tak tertahankan. Dalam keterangannya, S mengaku bahwa dirinya benar-benar tidak menyadari bahwa mobilnya telah menabrak kendaraan lain dan bahkan melindas seorang pengemudi ojek online.

  • Penyebab Utama: Pengemudi tertidur karena kelelahan mengejar setoran.
  • Kondisi Kendaraan: Mobil listrik BYD Atto 1 yang tidak sengaja menginjak pedal gas saat pengemudi terlelap.
  • Dampak: Menabrak empat mobil sebelum akhirnya terjadi insiden ojol dilindas mobil byd.

Polisi juga telah memastikan bahwa pengemudi berinisial S tersebut dalam kondisi negatif narkoba maupun alkohol. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menegaskan bahwa hasil tes urine dan alkohol menunjukkan hasil negatif, sehingga faktor utama kecelakaan adalah murni karena kelelahan fisik.

Penggerebekan Besar di Tangsel Ungkap Ratusan Ton Duit Palsu, Polisi Temukan Jaringan Internasional yang Menggerogoti Ekonomi Nasional
Baca juga:
Penggerebekan Besar di Tangsel Ungkap Ratusan Ton Duit Palsu, Polisi Temukan Jaringan Internasional yang Menggerogoti Ekonomi Nasional

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Korban dalam insiden ini adalah Hasan Syukur (56), seorang pengemudi ojek online (ojol) dari layanan Grab yang sedang melintas mencari orderan. Akibat kecelakaan tersebut, Hasan mengalami luka serius setelah ojol dilindas mobil byd di lokasi kejadian. Saat ini, Hasan tengah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati.

Terdapat rencana untuk memindahkan proses perawatan Hasan ke RS Polri Kramat Jati. Langkah ini diambil menyusul instruksi dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yang memberikan jaminan bahwa pihak Polri akan menanggung seluruh biaya perawatan korban hingga dinyatakan pulih sepenuhnya. Namun, pemindahan ini masih menunggu evaluasi medis dari pihak RS Fatmawati untuk memastikan kondisi pasien sudah cukup stabil untuk dipindahkan.

Aksi Sigap Kepolisian Daerah Jambi: Dari Penangkapan Pelaku Karhutla Hingga Penyelesaian Kasus Pengeroyokan TNI
Baca juga:
Aksi Sigap Kepolisian Daerah Jambi: Dari Penangkapan Pelaku Karhutla Hingga Penyelesaian Kasus Pengeroyokan TNI
Detail Informasi Keterangan
Identitas Korban Hasan Syukur (56), Driver Grab
Identitas Pelaku S (46), Driver Online (Bogor)
Lokasi Kejadian Jl. Panglima Polim, Blok M, Jakarta Selatan
Jenis Kendaraan BYD Atto 1 (Mobil Listrik)
Status Medis Pelaku Negatif Narkoba & Alkohol

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan, terutama para pejuang rupiah di jalanan, untuk selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara. Kelelahan yang ekstrem dapat berakibat fatal, sebagaimana kasus ojol dilindas mobil byd yang merenggut ketenangan warga di kawasan Jakarta Selatan ini. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kelengkapan administrasi kendaraan dan prosedur hukum bagi pengemudi yang terlibat.

Secara keseluruhan, kecelakaan ini merupakan murni kecelakaan akibat faktor manusia (human error) yang dipicu oleh kelelahan hebat. Meskipun pengemudi tidak dalam pengaruh zat terlarang, ketidaksadaran saat mengemudi menjadi faktor kunci yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian materiil yang besar di kawasan Blok M.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan