Kabar YPU – 25 Oktober 2026 | Perjalanan Deportivo Alavés dalam musim ini tengah menghadapi ujian mental yang sangat berat. Setelah sempat menunjukkan performa yang menjanjikan dengan permainan yang solid meski hasil akhir tidak selalu memihak, tim kebanggaan Mendizorroza ini kini mulai kehilangan ‘sensasi positif’ yang selama ini menjadi pegangan mereka. Ketidakmampuan untuk mengonversi dominasi lapangan menjadi poin kemenangan kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas tim di klasemen.
Dalam laga terbaru melawan Málaga, Alavés menunjukkan kontradiksi yang membingungkan. Di satu sisi, mereka mampu mendominasi statistik dengan melepaskan 18 tembakan, namun di sisi lain, ketidakakuratan operan di babak pertama menjadi bumerang yang fatal. Tercatat sebanyak 36 operan gagal dilakukan pada paruh pertama, sebuah angka yang memicu efek domino kesalahan di seluruh lini permainan. Hal ini membuat aliran bola menjadi kacau dan memicu hilangnya konsentrasi pemain di area krusial.
| Statistik Pertandingan | Alavés | Málaga |
|---|---|---|
| Total Tembakan | 18 | 7 |
| Tembakan ke Gawang | 4 | 3 |
| Tembakan ke Tiang | 2 | 0 |
| Skor Akhir | 1 | 1 |
Pelatih Quique Sánchez Flores tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Ia menegaskan bahwa timnya tidak mampu menemukan ritme permainan yang seharusnya. “Ini adalah pertandingan pertama di mana kami tidak menemukan satu sama lain di momen mana pun,” ungkap Sánchez Flores dengan nada kecewa. Ia menyoroti berbagai masalah mulai dari hilangnya energi dalam melakukan tekanan (pressing), pengambilan keputusan yang buruk, hingga hilangnya fokus akibat kesalahan beruntun.
Situasi semakin pelik ketika Alavés harus berjuang tanpa kehadiran Mikel Rodríguez, pemain kunci di lini tengah yang absen karena cedera. Ketidakhadiran sosok yang mampu menghubungkan lini belakang dan depan ini membuat Alavés kesulitan menjaga fluiditas permainan. Meskipun Sánchez Flores telah melakukan berbagai eksperimen taktis dengan mengubah formasi dari 5-3-2 menjadi 4-4-2 yang asimetris, perubahan posisi pemain seperti Nahuel Tenaglia dan Abde Rebbach belum mampu memberikan stabilitas yang diharapkan.
Drama juga menyelimuti pertandingan ini melalui kontroversi wasit. Pihak Málaga dilaporkan telah mengajukan protes resmi kepada Komite Teknis Wasit (CTA) terkait gol yang dicetak Alavés. Mereka mengklaim adanya pelanggaran terhadap pemain Recio sebelum gol tercipta. Meskipun keputusan wasit tetap mengesahkan gol tersebut, ketegangan di lapangan menunjukkan betapa tingginya tekanan yang dirasakan kedua tim dalam memperebutkan poin krusial.
Di sektor lain, geliat tim wanita Deportivo Alavés W juga tengah bersiap menghadapi laga penting di Liga F melawan Deportivo Abanca W. Dengan posisi berada di peringkat ke-15, tim wanita ini memikul beban besar untuk segera meraih kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen. Performa mereka yang mencatatkan 4 gol namun kebobolan 10 gol menunjukkan adanya kerentanan di lini pertahanan yang serupa dengan tim putra.
Menghadapi rangkaian laga mendatang, Alavés harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Kebangkitan di menit-menit akhir laga melawan Málaga, yang ditandai dengan agresivitas serangan melalui pemain seperti Mañas, memberikan secercah harapan. Namun, tanpa perbaikan dalam hal ketenangan saat menguasai bola dan efektivitas di depan gawang, mimpi untuk kembali ke jalur kemenangan akan tetap terasa jauh. Tim ini harus belajar dari kesalahan ‘virus’ operan gagal dan mulai kembali membangun karakter pemenang yang sempat hilang.

Leave a comment