Skip to content

Ambisi Besar Al Ittihad: Dominasi Liga Roshn Saudi dan Drama Transfer yang Mengguncang Eropa

Ambisi Besar Al Ittihad: Dominasi Liga Roshn Saudi dan Drama Transfer yang Mengguncang Eropa
Ambisi Besar Al Ittihad: Dominasi Liga Roshn Saudi dan Drama Transfer yang Mengguncang Eropa

Kabar YPU – 24 Oktober 2026 | Dunia sepak bola sedang menyoroti pergerakan masif yang dilakukan oleh klub raksasa Arab Saudi, al ittihad, baik di atas lapangan hijau maupun di meja perundingan transfer pemain. Di tengah persaingan ketat Liga Roshn Saudi Pro League, klub yang berbasis di Jeddah ini menunjukkan taringnya dengan performa yang semakin solid, sembari terus menjadi magnet bagi talenta-talenta kelas dunia yang memicu ketegangan dengan klub-klub besar di Eropa.

Pada pekan kesebelas kompetisi Liga Roshn Saudi, al ittihad berhasil mengamankan kemenangan krusial atas Al Diriyah dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion King Abdullah Sports City. Kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan untuk terus menempel ketat dua rival utama mereka, Al Nassr dan Al Hilal. Dalam laga tersebut, penyerang muda asal Nigeria, George Ilenikhena, kembali membuktikan kelasnya sebagai ujung tombak yang mematikan.

Misi Kebangkitan di UEFA Nations League: Mampukah Cyprus Menjaga Momentum di Hadapan Latvia?
Baca juga:
Misi Kebangkitan di UEFA Nations League: Mampukah Cyprus Menjaga Momentum di Hadapan Latvia?

Ilenikhena mencetak gol pembuka pada menit ke-30 setelah memanfaatkan situasi bola muntah pasca tembakan rekannya, Rios. Ketajaman pemain muda ini bukanlah kebetulan semata, melainkan sebuah tren yang konsisten sepanjang musim. Berikut adalah statistik impresif Ilenikhena saat tampil sebagai starter:

  • Jumlah pertandingan sebagai starter: 8 laga
  • Gol yang dicetak: 8 gol
  • Assist yang diberikan: 3 assist
  • Total kontribusi gol: 11 kontribusi

Kemenangan al ittihad semakin dikunci oleh Georginio Wijnaldum yang mengeksekusi penalti pada menit ke-77, memastikan tiga poin penuh tetap berada di tangan mereka. Dengan tambahan poin ini, klub kini mengoleksi 21 poin dan bertengger di peringkat keempat klasemen, memperlebar harapan untuk merangsek ke posisi puncak di sisa musim ini.

Namun, kejayaan di lapangan hijau tidak lepas dari dinamika di luar lapangan. Nama al ittihad kembali menjadi buah bibir setelah munculnya kabar mengenai kegagalan transfer pemain sayap asal Aljazair, Anis Hadj Moussa, dari Feyenoord. Kabarnya, klub asal Arab Saudi ini telah mengajukan tawaran fantastis senilai €42,5 juta, sebuah angka yang memecahkan rekor klub bagi Feyenoord.

Luis Enrique Membalas Kritik Tajam Enzo Maresca: Jangan Remehkan Level Ligue 1!
Baca juga:
Luis Enrique Membalas Kritik Tajam Enzo Maresca: Jangan Remehkan Level Ligue 1!

Meskipun tawaran tersebut sangat menggiurkan, manajemen Feyenoord memutuskan untuk menolak proposal tersebut pada hari terakhir bursa transfer. Direktur Feyenoord, Robert Eenhoorn, mengungkapkan bahwa terdapat beberapa poin dalam kontrak yang dianggap mencurigakan atau “raising red flags”. Salah satu poin utamanya adalah skema pembayaran di mana hanya 10 persen dari total biaya yang dibayarkan di awal, serta absennya jaminan bank yang diminta oleh pihak Feyenoord.

Ketidakpastian mengenai komitmen finansial ini membuat transfer yang hampir terealisasi tersebut batal. Meski demikian, agresivitas al ittihad dalam membidik pemain bintang menunjukkan ambisi mereka untuk membangun skuad bertabur bintang yang mampu mendominasi kompetisi domestik maupun kontinental. Selain Ilenikhena yang tampil konsisten, kehadiran pemain berpengalaman seperti Youssef En-Nesyri dan Dion Lopy juga menjadi kunci dalam menjaga kedalaman skuad di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Di sisi lain, sejarah panjang klub ini juga terlihat dari keterlibatan mereka dalam kompetisi regional. Sebagai contoh, Al Ittihad Ahli dari Aleppo (Suriah) juga menunjukkan performa kuat dalam AFC Challenge League 2026/27 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Paro FC berkat gol dramatis Mohammad Rihanieh. Hal ini menunjukkan bahwa nama besar yang membawa elemen ‘Ittihad’ di berbagai negara memiliki tradisi kompetitif yang tinggi di kancah Asia.

Jersey Persib musim ini diprediksi raih penjualan Rp10 miliar, pesanan player issue melonjak 441 persen menguatkan popularitas
Baca juga:
Jersey Persib musim ini diprediksi raih penjualan Rp10 miliar, pesanan player issue melonjak 441 persen menguatkan popularitas

Secara keseluruhan, al ittihad saat ini berada di persimpangan jalan yang menarik antara pembuktian kekuatan di liga domestik melalui performa pemain muda seperti Ilenikhena, dan upaya ambisius untuk menguasai pasar transfer global. Jika konsistensi di lapangan dapat dipertahankan, tidak mustahil bagi mereka untuk mematahkan dominasi Al Nassr dan Al Hilal dalam waktu dekat.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan