Skip to content

Drama di Brawijaya: Brace Ernesto Gomez Redam Perlawanan Sengit PSS Sleman

Drama di Brawijaya: Brace Ernesto Gomez Redam Perlawanan Sengit PSS Sleman
Drama di Brawijaya: Brace Ernesto Gomez Redam Perlawanan Sengit PSS Sleman

Kabar YPU – 24 Oktober 2026 | Pertandingan pekan keenam BRI Super League 2026/2027 menyuguhkan tensi tinggi saat Persik Kediri menjamu PSS Sleman di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Kamis (22/10/2026). Dalam laga yang penuh drama ini, Melvyn Lorenzen sempat menjadi pahlawan bagi tim tamu dengan mencetak gol penyeimbang, namun kegagalan tim Super Elang Jawa mempertahankan momentum membuat mereka harus pulang dengan tangan hampa.

Persik Kediri langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Tekanan yang dilancarkan Macan Putih membuahkan hasil cepat pada menit ke-8. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan Christophe Nduwarugira terhadap Jose Enrique di dalam kotak penalti, wasit menunjuk titik putih. Ernesto Gomez yang bertindak sebagai eksekutor tampil tenang dan sukses mengecoh kiper Pedro Caracoci, membawa tuan rumah unggul 1-0.

Drama Debut Impian Thijs Dallinga: FC Köln Comeback Dramatis Lawan Hoffenheim!
Baca juga:
Drama Debut Impian Thijs Dallinga: FC Köln Comeback Dramatis Lawan Hoffenheim!

Tertinggal lebih dulu, PSS Sleman tidak tinggal diam. Tim asuhan Pieter Huistra meningkatkan intensitas serangan untuk mencari celah di lini pertahanan Persik. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-31. Melvyn Lorenzen yang tampil tajam berhasil memanfaatkan bola liar di depan gawang untuk menyarangkan bola ke jala Persik, mengubah skor menjadi imbang 1-1.

Namun, keunggulan PSS Sleman tidak bertahan lama. Menjelang akhir babak pertama, Persik kembali menunjukkan kelasnya sebagai tuan rumah. Pada menit ke-42, sebuah serangan balik yang mematikan terjadi setelah tendangan Bayu Otto membentur tiang gawang. Bola muntah yang liar langsung disambar oleh Ernesto Gomez melalui sundulan terukur yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang PSS, membuat skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Persik.

Drama San Siro: Inter Milan Comeback Dramatis, Rasmus Højlund Sempat Bawa Napoli Unggul
Baca juga:
Drama San Siro: Inter Milan Comeback Dramatis, Rasmus Højlund Sempat Bawa Napoli Unggul

Pertandingan sebenarnya sempat diwarnai kontroversi terkait keputusan VAR. Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyatakan kekecewaannya setelah gol Gustavo Tocantins dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Huistra berargumen bahwa posisi Tocantins saat menerima umpan terakhir masih berada dalam garis yang sah, sehingga ia merasa timnya layak mendapatkan setidaknya satu poin dari laga tersebut.

Meskipun Melvyn Lorenzen telah menunjukkan performa yang cukup impresif dengan golnya, kesalahan kecil di lini pertahanan PSS Sleman menjadi faktor fatal yang menghalangi mereka meraih hasil maksimal. Pieter Huistra mengakui bahwa meskipun timnya bermain secara positif dan memberikan perlawanan sengit, kurangnya aspek klinis dalam menjaga pertahanan membuat mereka harus menerima kekalahan.

Debut Manis dan Ambisi Besar: Anthony Gordon Jadi Senjata Baru Hansi Flick di Barcelona
Baca juga:
Debut Manis dan Ambisi Besar: Anthony Gordon Jadi Senjata Baru Hansi Flick di Barcelona

Di sisi lain, kemenangan ini membawa Persik Kediri mengoleksi 10 poin dan merangkak naik ke papan atas klasemen sementara. Pelatih Marcos Reina Torres tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya dan mendedikasikan kemenangan ini untuk para suporter setia yang memadati Stadion Brawijaya. Bagi PSS Sleman, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar sebelum menghadapi tantangan berikutnya melawan Borneo FC.

Secara keseluruhan, laga ini membuktikan betapa ketatnya persaingan di BRI Super League musim ini. Persik mampu memanfaatkan keunggulan kandang dengan efisien, sementara PSS Sleman harus belajar dari kesalahan fatal di lini belakang agar tidak terulang di pertandingan mendatang.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan