Kabar YPU – 21 Oktober 2026 | Bintang tenis Filipina, alexandra eala, akhirnya berhasil menemukan kembali bentuk permainan terbaiknya setelah melalui periode sulit dalam rangkaian tur Asia. Bertanding di ajang WTA 500 Ningbo Open di China, petenis berusia 21 tahun ini menunjukkan dominasi luar biasa dengan melenggang mulus ke babak 16 besar setelah menumbangkan wakil Prancis, Diane Parry, dalam laga pembuka yang berlangsung pada Senin (19/10/2026).
Kemenangan ini menjadi momentum krusial bagi Eala untuk memutus tren negatif yang sempat menghantui performanya belakangan ini. Sebelum tampil gemilang di Ningbo, ia sempat mengalami kekalahan beruntun di Singapura Open, kegagalan meraih medali emas di Asian Games, hingga kekalahan mengejutkan dari petenis peringkat 217 dunia, Shi Han, di Wuhan Open. Namun, di Ningbo Yinzhou Tennis Center, ia membuktikan bahwa dirinya masih merupakan salah satu kekuatan besar di dunia tenis wanita.
Dominasi Mutlak di Lapangan
Dalam pertandingan melawan Diane Parry, yang menempati peringkat 32 dunia, Eala tampil sangat klinis. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar 77 menit untuk menyudahi perlawanan pemain Prancis tersebut dengan skor telak 6-3 dan 6-1. Statistik pertandingan menunjukkan perbedaan kelas yang mencolok antara keduanya:
| Statistik | Alexandra Eala | Diane Parry |
|---|---|---|
| Winner | 12 | 11 |
| Unforced Errors | 9 | 25 |
| Rasio Error/Winner | 1,33 | 0,44 |
| Persentase Service Points Won | 63% | 40% |
Eala sempat tertahan saat kedudukan imbang 3-3 di set pertama, namun ia kemudian melakukan gebrakan dengan menyapu bersih tujuh gim beruntun. Ketangguhan mental ini menjadi kunci utama keberhasilannya mengamankan tiket ke putaran kedua sekaligus mencatatkan kemenangan ke-34 miliknya di level WTA Tour sepanjang musim 2026.
Menghadapi Kritik dan Dukungan Solid
Performa menurun Eala di turnamen sebelumnya sempat memicu kritik tajam dari sejumlah penggemar di media sosial. Namun, hal ini justru memicu gelombang dukungan dari sesama atlet Filipina. Atlet lompat jauh, Ernest Obiana, secara terbuka membela Eala melalui unggahan di Instagram, mengingatkan bahwa atlet bukanlah dewa yang selalu sempurna dan bahwa dukungan jauh lebih dibutuhkan daripada komentar pedas saat seorang atlet sedang terpuruk.
Pernyataan ini sejalan dengan dukungan dari Philippine Tennis Association (Philta) yang terus berdiri di belakang alexandra eala. Mereka menekankan bahwa tantangan yang dihadapi Eala adalah bagian alami dari perjalanan seorang profesional, dan keberhasilannya dalam menembus peringkat 20 dunia merupakan pencapaian yang harus dirayakan, bukan dikritik saat ia mengalami masa sulit.
Target Selanjutnya: Perempat Final
Setelah berhasil melewati babak pertama dengan sangat meyakinkan, tantangan berat telah menanti di babak 16 besar. Eala dijadwalkan akan berhadapan dengan petenis unggulan ke-13 asal Rusia, Diana Shnaider, pada hari Rabu. Shnaider sendiri tampil impresif setelah mengalahkan Yulia Putintseva dalam laga sebelumnya.
Jika alexandra eala mampu menaklukkan Shnaider, ia akan melangkah ke babak perempat final dan kemungkinan besar akan menghadapi unggulan ke-12, Iva Jovic. Kemenangan di Ningbo Open ini bukan sekadar soal prestise, melainkan juga tentang hadiah uang tunai yang fantastis sebesar $185.500 atau sekitar Rp11,7 miliar jika ia berhasil keluar sebagai juara.
Dengan kembalinya ritme permainan dan kepercayaan diri yang meningkat, Eala kini memiliki peluang besar untuk menuliskan catatan sejarah baru di musim 2026 ini. Perjalanan menuju perempat final akan menjadi ujian nyata apakah konsistensi yang ia tunjukkan di Ningbo dapat dipertahankan hingga akhir turnamen.

Leave a comment