Skip to content

Kontras Nasib Maarten Paes: Berjaya Bersama Timnas Indonesia, Namun Terpinggirkan di Ajax Amsterdam

Kontras Nasib Maarten Paes: Berjaya Bersama Timnas Indonesia, Namun Terpinggirkan di Ajax Amsterdam
Kontras Nasib Maarten Paes: Berjaya Bersama Timnas Indonesia, Namun Terpinggirkan di Ajax Amsterdam

Kabar YPU – 18 Oktober 2026 | Dunia sepak bola tanah air tengah diramaikan oleh kabar kontras yang dialami oleh penjaga gawang andalan Timnas Indonesia, maarten paes. Di satu sisi, ia baru saja mencatatkan sejarah manis bersama skuad Garuda dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, namun di sisi lain, ia harus menghadapi realita pahit di level klub bersama Ajax Amsterdam.

Keberhasilan Timnas Indonesia merengkuh gelar juara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen puncak bagi para pemain keturunan yang membela tanah air. Maarten Paes, yang saat ini berusia 28 tahun, menjadi salah satu pilar penting dalam kesuksesan tersebut. Namun, euforia kemenangan tersebut seolah tidak berbanding lurus dengan situasi yang ia hadapi di Belanda. Sepulangnya dari tugas internasional, Paes justru harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan pelatih Ajax, Michel Sánchez.

Keajaiban Messi dan Ekspansi Bisnis Besar: Inter Miami Amankan Kemitraan Strategis dengan American Airlines
Baca juga:
Keajaiban Messi dan Ekspansi Bisnis Besar: Inter Miami Amankan Kemitraan Strategis dengan American Airlines

Persaingan di bawah mistar gawang Ajax Amsterdam kini menjadi tantangan berat bagi sang kiper. Saat ini, posisi utama penjaga gawang Ajax lebih banyak dipercayakan kepada Marc-Andre ter Stegen. Hal ini terlihat jelas dalam beberapa pertandingan krusial terakhir. Berikut adalah ringkasan performa dan situasi Maarten Paes di klubnya:

Pertandingan Lawan Kompetisi Status Paes
10 Oktober 2026 NEC Nijmegen Liga Belanda Cadangan (Tidak bermain)
15 Oktober 2026 Hajduk Split UEFA Conference League Cadangan (Tidak bermain)

Kekalahan Ajax dari Hajduk Split dengan skor 1-2 di Stadion Poljud pada fase liga UEFA Conference League semakin mempertegas sulitnya posisi Paes. Meskipun ia masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke Kroasia, ia harus rela melihat Ter Stegen mengawal gawang timnya. Hingga saat ini di musim 2026/2027, Paes baru mencatatkan lima penampilan dari total 13 pertandingan yang dilakoni Ajax, sementara Ter Stegen telah tampil sebanyak delapan kali.

Misi Mencuri Poin di Pamekasan: Mampukah Magis Moussa Sidibe Selamatkan Bhayangkara FC dari Terjangan Madura United?
Baca juga:
Misi Mencuri Poin di Pamekasan: Mampukah Magis Moussa Sidibe Selamatkan Bhayangkara FC dari Terjangan Madura United?

Namun, di tengah tekanan klub, sisi positif muncul dari interaksi antar pemain di Timnas Indonesia. Kiper Persija Jakarta, Nadeo Argawinata, mengungkapkan bahwa pengalaman satu tim dengan Maarten Paes dan Emil Audero merupakan proses belajar yang luar biasa. Menurut Nadeo, komunikasi antara mereka bertiga berlangsung sangat aktif dan dua arah.

Nadeo menyebutkan bahwa Paes dan Audero tidak hanya berbagi pengalaman mengenai teknik bermain di level Eropa, tetapi mereka juga menunjukkan rasa ingin tahu yang besar terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia, termasuk kompetisi domestik seperti BRI Super League. Pertukaran pengetahuan ini menciptakan atmosfer positif di dalam skuad Garuda, di mana pemain lokal dapat belajar standar Eropa, dan pemain keturunan dapat lebih memahami karakteristik sepak bola Indonesia.

Dilema Lini Tengah Manchester United: Mampukah Youri Tielemans Menjadi Solusi Masalah Besar Michael Carrick?
Baca juga:
Dilema Lini Tengah Manchester United: Mampukah Youri Tielemans Menjadi Solusi Masalah Besar Michael Carrick?

Situasi yang dialami Maarten Paes merupakan ujian mental yang besar. Setelah merasakan manisnya trofi juara bersama negara, ia kini harus kembali ke mode tempur untuk membuktikan kualitasnya di Ajax Amsterdam. Meski sempat menjadi pilihan utama sejak diboyong dari FC Dallas pada Februari 2026, persaingan ketat di klub menuntutnya untuk tetap konsisten dalam sesi latihan demi merebut kembali tempat di tim utama.

Perjalanan karier Paes menunjukkan bahwa sepak bola profesional selalu penuh dengan pasang surut. Keberhasilannya di level internasional memberikan kepercayaan diri, namun tantangan di level klub menuntut kesabaran dan kerja keras ekstra. Para penggemar sepak bola Indonesia kini menantikan momen di mana sang kiper kembali mendapatkan menit bermain reguler di Eropa, agar performanya untuk Timnas Indonesia tetap berada di level tertinggi.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan