Kabar YPU – 17 Oktober 2026 | Industri perfilman dan teater Indonesia tengah diselimuti awan mendung. Kabar duka datang dari sosok aktor senior berbakat, yadi timo, yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kepergian aktor yang dikenal dengan karakter-karakter antagonisnya ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat, sahabat, serta para penggemar setianya di seluruh tanah air.
Kabar berpulangnya aktor kelahiran tahun 1960 ini pertama kali disampaikan oleh sutradara sekaligus penulis skenario, Joko Nugroho, melalui unggahan di media sosial pribadinya. Menurut keterangan yang dihimpun, prosesi kepergian almarhum terjadi secara mendadak setelah ia sempat menghadiri sebuah pertemuan kreatif pada Kamis malam sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, almarhum dilaporkan masih dalam kondisi bugar, tampak ceria, bahkan sempat bernyanyi dan bercanda bersama rekan-rekan senimannya untuk membahas proyek film pendek mendatang.
Namun, situasi berubah drastis saat almarhum kembali ke rumah. Ia dilaporkan mengeluhkan sakit perut yang hebat. Dalam upaya memberikan pertolongan medis, almarhum segera dilarikan menuju Rumah Sakit Grand Melia Cibubur. Sayangnya, takdir berkata lain; yadi timo mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit tersebut. Meski penyebab pasti kematiannya masih dalam tahap pendalaman, beberapa informasi menyebutkan adanya indikasi serangan jantung sebagai penyebab kondisi medis yang dialami almarhum.
Nama Yadi Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung yadi timo, telah lama melekat di hati masyarakat Indonesia. Ia merupakan sosok yang sangat ikonik berkat perannya sebagai Mastur, salah satu karakter penculik dalam film legendaris Petualangan Sherina yang dirilis pada tahun 2000. Kemampuan aktingnya dalam menghidupkan karakter antagonis menjadikannya salah satu aktor yang paling diperhitungkan di layar kaca maupun layar lebar.
Berikut adalah rekam jejak singkat perjalanan karier almarhum:
- Pendidikan: Alumnus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Fakultas Seni Pertunjukan, Jurusan Teater.
- Film Ikonik: Petualangan Sherina (sebagai Mastur).
- Sinetron Populer: Buku Harian Nayla, Bukan Cinderella Biasa, Ratu di Hatiku, dan Cahaya Hati.
- Spesialisasi Peran: Karakter antagonis dan tokoh teater yang kuat.
Kepergiannya memicu gelombang simpati dari tokoh-tokoh besar perfilman. Sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, menyebut almarhum sebagai sosok guru dan senior yang sangat berjasa di awal karier sutradara tersebut. Begitu pula dengan sutradara Eka Dimitri Sitorus yang mengenang kehangatan pribadi almarhum. Melalui sebuah pesan terakhir di aplikasi percakapan, Eka menceritakan betapa perhatiannya almarhum terhadap teman-teman dekatnya, bahkan hingga hal-hal kecil seperti mengingatkan untuk makan sehat.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Taman Bahagia Dredet, Bogor. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan kampung halaman dari keluarga mendiang istri almarhum. Kehilangan yadi timo bukan sekadar kehilangan seorang aktor, melainkan kehilangan salah satu pilar seni peran yang telah mendedikasikan hidupnya untuk memperkaya khazanah budaya dan sinema di Indonesia.
Kepergian sang aktor meninggalkan warisan karya yang akan selalu dikenang oleh generasi penonton film Indonesia. Dedikasinya di panggung teater dan layar kaca akan menjadi inspirasi bagi para aktor muda yang ingin meniti karier di dunia seni peran.

Leave a comment