Skip to content

Strategi Low Tuck Kwong: Borong Saham BYAN Rp 1,12 Triliun Usai Divestasi ke Grup Jhonlin

Strategi Low Tuck Kwong: Borong Saham BYAN Rp 1,12 Triliun Usai Divestasi ke Grup Jhonlin
Strategi Low Tuck Kwong: Borong Saham BYAN Rp 1,12 Triliun Usai Divestasi ke Grup Jhonlin

Kabar YPU – 16 Oktober 2026 | Dinamika kepemilikan saham di sektor energi kembali memanas setelah konglomerat batu bara, Low Tuck Kwong, melakukan aksi korporasi besar-besaran terhadap PT bayan resources. Setelah sebelumnya melakukan divestasi saham dalam skala masif kepada kelompok usaha milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, Low Tuck Kwong justru kembali masuk ke pasar dengan membeli kembali saham emiten tersebut dalam jumlah signifikan.

Pada pertengahan Oktober 2026, Low Tuck Kwong tercatat melakukan dua kali aksi pembelian saham dalam waktu yang berdekatan. Pada 13 Oktober 2026, ia membeli 500.000 lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,6 miliar. Tak berhenti di situ, pada 14 Oktober 2026, ia kembali memborong 100.001.000 lembar saham dengan harga eksekusi Rp 11.200 per saham, yang secara total mencapai nilai fantastis sebesar Rp 1,12 triliun.

Pantau Pergerakan Logam Mulia: Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Tengah Fluktuasi Pasar Global
Baca juga:
Pantau Pergerakan Logam Mulia: Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Tengah Fluktuasi Pasar Global

Perubahan Struktur Kepemilikan Saham

Aksi beli bertubi-tubi ini secara otomatis mengubah komposisi kepemilikan langsung Low Tuck Kwong di PT bayan resources. Berikut adalah rincian perubahan kepemilikannya:

  • Sebelum Transaksi: 3.316.666.832 saham (9,95%)
  • Setelah Transaksi: 3.416.667.832 saham (10,25%)

Meskipun telah melepas sebagian besar sahamnya kepada pihak lain, Low Tuck Kwong menegaskan bahwa tujuan dari pembelian kembali ini adalah untuk investasi jangka panjang. Ia juga memberikan pernyataan tegas bahwa dirinya tetap memegang status sebagai pengendali dan akan terus mempertahankan kendali atas perusahaan batu bara tersebut.

Latar Belakang Divestasi ke Grup Jhonlin

Rangkaian transaksi ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan besar yang melibatkan PT Jhonlin Baratama. Sebelum aksi borong kembali ini terjadi, PT Jhonlin Baratama telah merampungkan akuisisi saham dalam jumlah jumbo dari Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Transaksi divestasi ini mencakup pengalihan sekitar 30,25% saham perusahaan.

Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Bank Central Asia Pertegas Komitmen Prinsip Kehati-hatian di Tengah Fluktuasi Pasar Global
Baca juga:
Bantah Isu Akuisisi Haji Isam, Bank Central Asia Pertegas Komitmen Prinsip Kehati-hatian di Tengah Fluktuasi Pasar Global

Data transaksi akuisisi oleh pihak Jhonlin dapat dirinci sebagai berikut:

Komponen Transaksi Detail Informasi
Total Saham Diakuisisi 10.084.088.370 lembar
Persentase Kepemilikan Jhonlin 30,25%
Harga per Lembar Saham Rp 2.588
Estimasi Total Nilai Transaksi ± Rp 26,43 Triliun

Selain Low Tuck Kwong, Direktur Bayan Resources, Lim Chai Hock, juga melakukan pelepasan saham pada hari yang sama dengan transaksi jumbo tersebut. Kepemilikan Lim Chai Hock berkurang dari 3,26% menjadi 2,96% setelah melepas 100.001.000 lembar saham di harga yang sama dengan pembelian Low Tuck Kwong.

Kondisi Pasar dan Agenda Perusahaan

Di tengah pergeseran struktur kepemilikan ini, pergerakan harga saham bayan resources di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi. Pada penutupan perdagangan 15 Oktober 2026, saham BYAN tercatat melemah tipis 1,77% ke level Rp 11.100 per saham, meskipun sempat menyentuh level tertinggi di Rp 11.325. Volume perdagangan harian menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,7 triliun.

Kabar Gembira! Bank Mandiri Siap Guyur Dividen BMRI Rp6,16 Triliun, Simak Jadwal Pentingnya
Baca juga:
Kabar Gembira! Bank Mandiri Siap Guyur Dividen BMRI Rp6,16 Triliun, Simak Jadwal Pentingnya

Menyusul perubahan struktur pemegang saham yang signifikan ini, perusahaan dijadwalkan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 November 2026. Rapat ini diprediksi akan menjadi momentum krusial untuk membahas arah kebijakan strategis perusahaan di bawah struktur kepemilikan yang baru.

Secara keseluruhan, manuver Low Tuck Kwong yang membeli kembali saham setelah melakukan divestasi besar menunjukkan strategi manajemen portofolio yang sangat dinamis. Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi kendalinya di PT bayan resources, tetapi juga memberikan sinyal kepercayaan terhadap fundamental jangka panjang perusahaan di tengah perubahan peta kekuatan pemilik di industri batu bara nasional.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan