Kabar YPU – 16 Oktober 2026 | Stadion Olimpico menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah Liga Champions musim 2026/2027. Real Madrid berhasil mencatatkan kemenangan spektakuler lewat aksi remontada setelah sempat tertinggal 1-3 dari tuan rumah AS Roma. Dalam laga yang penuh emosi ini, performa kiper AS Roma, pierluigi gollini, menjadi sorotan karena harus menghadapi gempuran bertubi-tubi dari lini serang Los Blancos di penghujung laga.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari kubu tuan rumah. AS Roma yang bermain di hadapan pendukung sendiri tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Mario Hermoso hampir saja mencetak gol pembuka pada menit kelima melalui tembakan melengkung, namun Thibaut Courtois tampil sigap menepis bola. Tekanan Roma terus berlanjut, termasuk peluang emas Paulo Dybala yang masih meleset tipis dari gawang Madrid.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-20. Berawal dari kecerdikan Paulo Dybala merebut bola di lini tengah, Matias Soule melepaskan umpan terobosan mematikan kepada Marten de Roon. Tendangan jarak jauh de Roon yang berbelok arah setelah membentur pemain lawan gagal diantisipasi oleh Courtois, membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk Roma. Madrid mencoba merespons cepat, dan pada menit ke-25, Kylian Mbappe berhasil menyamakan kedudukan. Tembakan keras Mbappe yang mengenai kaki Gianluca Mancini berubah arah dan melambung melewati jangkauan pierluigi gollini, mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, AS Roma kembali menunjukkan taringnya. Pada menit ke-51, Donyell Malen berhasil memanfaatkan kesalahan distribusi bola Courtois untuk mencetak gol kedua Roma setelah menerima umpan dari Rodrigo Mora. Hanya berselang enam menit, Malen kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui umpan Matias Soule, membawa Roma unggul telak 3-1. Pada fase ini, pierluigi gollini sempat tampil sangat gemilang dengan menggagalkan dua peluang emas dari Mbappe serta satu percobaan dari pemain muda Endrick, menjaga keunggulan Roma tetap aman.
Namun, mentalitas juara Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho mulai berbicara. Perubahan strategi dengan memasukkan Carlos Espi dan Endrick memberikan dimensi baru dalam serangan Madrid. Pada menit ke-83, Carlos Espi berhasil menyambar bola muntah di tengah kemelut setelah sundulan Endrick, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Drama mencapai puncaknya pada menit ke-85 ketika Endrick menyambut sepak pojok Arda Guler dengan sundulan tajam yang gagal dihalau oleh pierluigi gollini, membuat skor imbang 3-3.
Hanya dalam dua menit setelah penyama kedudukan, Madrid kembali menggempur melalui situasi bola mati. Arda Guler kembali mengirimkan umpan sepak pojok yang akurat, dan kali ini Antonio Rudiger memenangkan duel udara dengan sundulan keras ke gawang Roma. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Real Madrid dengan skor akhir 4-3. Kemenangan ini membawa Real Madrid merangkak ke peringkat kedelapan klasemen dengan enam poin, sementara AS Roma tertahan di posisi ke-25 dengan satu poin.
Secara statistik, laga ini menunjukkan dominasi efisiensi Madrid di menit-menit krusial dibandingkan Roma yang sempat tampil dominan di awal. Berikut adalah ringkasan pertandingan:
| Detail Pertandingan | Informasi |
|---|---|
| Skor Akhir | AS Roma 3-4 Real Madrid |
| Pencetak Gol Roma | Marten de Roon (20′), Donyell Malen (51′, 57′) |
| Pencetak Gol Madrid | Kylian Mbappe (25′), Carlos Espi (83′), Endrick (85′), Antonio Rudiger (90′) |
| Lokasi | Stadion Olimpico, Roma |
| Wasit | Francois Letexier |
Kemenangan ini membuktikan bahwa Real Madrid memiliki DNA sebagai raja Eropa yang tidak pernah menyerah sebelum peluit akhir berbunyi. Bagi AS Roma, meskipun tampil dominan di sebagian besar laga, kegagalan menjaga fokus di sepuluh menit terakhir menjadi pelajaran berharga dalam kompetisi tertinggi Eropa ini.

Leave a comment