Skip to content

Farel Prayoga Gandeng Princess Hurrem Rilis Hatters, Langkah Tepat Balas Serangan Bullying di Media Sosial

Farel Prayoga Gandeng Princess Hurrem Rilis Hatters, Langkah Tepat Balas Serangan Bullying di Media Sosial

Reaksi Farel Prayoga Terhadap Bullying Melalui Lagu

Farel Prayoga, penyanyi muda yang telah menorehkan karier gemilang sejak masa kecil, mengungkapkan bahwa lagu “Hatters” merupakan respons pribadinya terhadap seruan negatif di media sosial. Pada pertemuan di kawasan Ciputat, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026), ia menyatakan bahwa “lirik ini adalah jawaban bagi haters.” Menurutnya, ketika dihadapkan pada kritik, ia memilih menanggapi dengan prestasi kreatif, bukan emosi. “Kalau dari aku pribadi sebenarnya lagu ini seperti jawaban dari haters. Jadi ketika kita di-bully, kita coba balas pakai prestasi,” ujarnya.

Yurike Prastika Baru-baru Ini Mengungkapkan Bahwa Ia Tak Pernah Diberi Tahu Sejak Awal Bahwa Ia Menderita Kanker Payudara Stadium 4
Baca juga:
Yurike Prastika Baru-baru Ini Mengungkapkan Bahwa Ia Tak Pernah Diberi Tahu Sejak Awal Bahwa Ia Menderita Kanker Payudara Stadium 4

Keputusan Farel untuk mengekspresikan perasaannya lewat musik bukanlah langkah pertama. Setelah memukau publik dengan penampilan Ojo Dibandingke di Istana Merdeka, ia memutuskan bahwa musik adalah medium terbaik untuk membuktikan diri. Ia menekankan bahwa setiap karya baru menjadi “tangga” yang menuntun penonton melewati kritik negatif, sekaligus menegaskan nilai diri.

Kolaborasi dengan Princess Hurrem: Inspirasi dan Keterlibatan

Princess Hurrem, penyanyi cilik yang juga menulis lirik “Hatters,” mengungkapkan kekagumannya terhadap perjalanan karier Farel. Ia mengakui bahwa terinspirasi oleh Farel sejak kecil, sehingga memutuskan untuk mengajak Farel dalam kolaborasi ini. “Karena Kak Farel keren banget dan aku terinspirasi dari Kak Farel, bisa nyanyi. Keren banget, dari kecil sudah bisa. Jadi kita mengajak Kak Farel,” kata Princess Hurrem.

Kolaborasi ini lahir dari rasa kagum Princess terhadap dedikasi dan bakat Farel. Ia berharap bahwa kombinasi suara dan lirik keduanya dapat menyampaikan pesan yang lebih kuat. Dalam pernyataannya, Princess menekankan bahwa “Hatters” tidak hanya sekadar lagu, melainkan juga pesan solidaritas bagi para yang mengalami bullying.

Pengaruh Unsur Musik Jawa dalam “Hatters”

Meskipun tema lagu bersifat modern, aransemen “Hatters” tetap menonjolkan unsur musik Jawa. Farel, yang tumbuh dalam genre campursari, koplo, dan dangdut, menyatakan bahwa “arsenmen jawanya itu pasti agar mengikuti alur aku juga.” Ia menekankan pentingnya mempertahankan karakter musikal khasnya. “Karena aku berawal dari campursari, koplo, dangdut, jadi kita berusaha mengeluarkan karakter asli,” tambahnya.

Andien dan Raditya Dika Terkena Abu Vulkanik; Sebuah Pesawat Terpaksa Membalikkan Arah Terbangnya Akibat Kondisi Udara Berbahaya
Baca juga:
Andien dan Raditya Dika Terkena Abu Vulkanik; Sebuah Pesawat Terpaksa Membalikkan Arah Terbangnya Akibat Kondisi Udara Berbahaya

Penggunaan elemen musik Jawa dalam lagu ini tidak hanya memperkaya nuansa musik, tetapi juga menegaskan identitas budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Farel. Dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern, “Hatters” menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan warisan musik Indonesia.

Strategi Rilis dan Pencapaian

Lagu “Hatters” resmi dirilis melalui kanal YouTube FP Music pada 23 Agustus 2026. Rilis ini menandai langkah penting bagi kedua artis dalam memperluas jangkauan pendengar. Melalui platform digital, mereka dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan menampilkan pesan anti-bullying secara langsung.

Strategi rilis ini juga memperlihatkan bagaimana Farel dan Princess menggunakan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan pesan positif. Dengan memanfaatkan channel YouTube, mereka dapat menampilkan kualitas produksi musik yang tinggi serta visual yang menarik, sehingga memudahkan pendengar untuk memahami makna lagu.

Pengaruh “Hatters” terhadap Publik dan Komunitas

Lagu ini tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga menjadi platform bagi para pendengar yang pernah mengalami perundungan. Pesan “balas pakai prestasi” yang disampaikan oleh Farel resonan dengan banyak orang yang merasa tertekan oleh kritik online. “Hatters” mengajak pendengar untuk memanfaatkan bakat dan kreativitas sebagai alat pembelaan diri.

Gelombang Budaya Global: Dari Dentum Musik Yalla Habebe hingga Kemeriahan Pop Culture di Abu Dhabi
Baca juga:
Gelombang Budaya Global: Dari Dentum Musik Yalla Habebe hingga Kemeriahan Pop Culture di Abu Dhabi

Reaksi positif dari komunitas musik Indonesia menunjukkan bahwa “Hatters” berhasil menyalurkan semangat pemberdayaan. Banyak pendengar yang mengapresiasi keberanian Farel dan Princess dalam menghadapi kritik, serta apresiasi atas upaya mereka mengintegrasikan unsur budaya Jawa dalam musik modern.

Dampak Jangka Panjang bagi Karier Farel Prayoga

Dengan rilis “Hatters,” Farel Prayoga menegaskan posisinya sebagai penyanyi yang tidak hanya mengandalkan bakat vokal, tetapi juga kepedulian sosial. Kolaborasi ini memperluas jaringan profesionalnya, membuka peluang kolaborasi dengan artis lain yang memiliki visi serupa.

Lebih jauh, “Hatters” menjadi contoh bagi musisi muda yang ingin menanggapi kritik negatif. Melalui karya, Farel menunjukkan bahwa balasan atas serangan bullying tidak harus bersifat destruktif, melainkan dapat menjadi kekuatan kreatif yang membangun.

Kesimpulan

Farel Prayoga dan Princess Hurrem, melalui lagu “Hatters,” menegaskan bahwa musik dapat menjadi senjata yang konstruktif melawan bullying. Kolaborasi ini tidak hanya menampilkan kekuatan vokal dan lirik, tetapi juga mempromosikan identitas budaya melalui unsur musik Jawa. Rilis melalui kanal YouTube FP Music pada 23 Agustus 2026 menandai langkah berani kedua artis untuk menyuarakan pesan anti-bullying secara publik. Dengan memanfaatkan prestasi kreatif sebagai balasan, mereka memberikan contoh bagi generasi muda tentang bagaimana menanggapi kritik dengan integritas dan kebanggaan atas diri sendiri. Terbukti, “Hatters” tidak sekadar lagu, melainkan gerakan sosial yang menginspirasi dan memperkuat komunitas musik Indonesia.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan