Kabar YPU – 12 Oktober 2026 | Pertarungan sengit tersaji dalam partai final tunggal putri China Open 2026 yang mempertemukan bintang lokal Zheng Qinwen dengan talenta muda berbakat Rusia, mirra andreeva. Dalam laga yang berlangsung di Capital Group Diamond Court, Beijing, pada Minggu (11/10/2026), Zheng Qinwen berhasil mengukuhkan dominasinya di hadapan pendukung tuan rumah dengan menundukkan mirra andreeva melalui skor 7-5 dan 6-4.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi tenis Tiongkok, di mana Zheng Qinwen resmi menjadi pemain asal Tiongkok pertama yang berhasil mengangkat trofi di turnamen level WTA 1000 ini. Perjalanan Zheng menuju podium juara terbilang sangat luar biasa; ia datang sebagai pemain wildcard dan harus menumbangkan lima pemain unggulan untuk mencapai puncak tertinggi di Beijing.
Pertandingan berjalan sangat kompetitif sejak set pertama. Zheng, yang sebelumnya sempat absen selama hampir enam bulan akibat cedera siku pada lengan dominannya, menunjukkan performa yang kembali tajam. Ia menggunakan pukulan forehand yang sangat kuat untuk mengendalikan reli dan melancarkan winner cepat yang sulit diantisipasi. Meskipun sempat tertinggal 4-5 di set pertama dan menghadapi tiga break point krusial, Zheng berhasil bangkit dan membalikkan keadaan hingga menutup set pertama dengan skor 7-5.
Memasuki set kedua, ketegangan semakin memuncak. mirra andreeva, yang merupakan juara French Open tahun ini, sempat memberikan perlawanan sengit. Setelah sempat unggul 1-1, Zheng kembali menunjukkan ketenangan mentalnya. Di saat skor imbang 4-4, Zheng berhasil melakukan break penting dan mengunci kemenangan melalui sebuah servis ace yang sempurna di gim berikutnya. Kemenangan ini memakan waktu total satu jam 42 menit.
Di sisi lain, kekalahan ini menyisakan sedikit rasa kecewa bagi mirra andreeva, terutama terkait atmosfer dukungan di stadion. Meskipun ia mendapatkan dukungan selama perjalanan menuju final, penonton di Beijing secara terang-terangan memberikan dukungan penuh kepada Zheng Qinwen. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Andreeva sempat melontarkan sindiran halus yang dibalut tawa mengenai hal tersebut.
“Ini adalah minggu yang sangat menyenangkan bermain di Beijing. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung saya sepanjang minggu. Saya pikir mungkin hari ini saya akan mendengar sebutan ‘Xiao Mi La’ (Mirra Kecil yang Pedas), tapi ternyata tidak ada,” ujar Andreeva dengan nada bercanda saat sesi wawancara di lapangan.
Berikut adalah perbandingan statistik dan peringkat kedua pemain sebelum dan sesudah turnamen:
| Detail Statistik | Zheng Qinwen | Mirra Andreeva |
|---|---|---|
| Peringkat Sebelum Turnamen | 54 | 5 |
| Peringkat Setelah Turnamen | 28 | 3 |
| Status di Turnamen | Wildcard | Unggulan ke-4 |
| Gelar Terakhir | Tokyo 2024 | French Open 2026 |
Bagi Zheng Qinwen, kemenangan ini adalah penebusan setelah kegagalan di China Open 2025 akibat cedera. Sementara bagi mirra andreeva, meskipun harus menelan kekalahan, ia tetap mencatatkan pencapaian luar biasa dengan mencapai lima final sepanjang musim 2026 dan menjadi salah satu petenis muda paling dominan di dunia saat ini.
Turnamen China Open 2026 ini akan dikenang sebagai ajang di mana sejarah baru tenis Tiongkok ditulis, sekaligus menjadi panggung pembuktian kematangan mental para pemain elit dunia dalam menghadapi tekanan tinggi di turnamen besar.

Leave a comment