Kabar YPU – 06 Oktober 2026 | Perjalanan karier Novak Djokovic kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah sebuah drama luar biasa terjadi di babak semifinal China Open di Beijing. Setelah sempat diragukan kemampuannya akibat performa buruk dan masalah kesehatan di US Open, bintang asal Serbia ini berhasil membuktikan bahwa ia belum habis. Djokovic kini bersiap melangkah ke partai puncak untuk menghadapi Alex de Minaur, membawa harapan besar untuk mengakhiri masa paceklik gelarnya yang telah berlangsung sejak November 2025.
Babak semifinal yang seharusnya menjadi duel panas antara dua mantan peringkat satu dunia, Djokovic dan Daniil Medvedev, justru berakhir dengan skenario yang tak terduga. Setelah bertarung sengit selama lebih dari dua setengah jam, pertandingan berakhir secara mendadak ketika Medvedev dinyatakan diskualifikasi oleh wasit Mohamed Lahyani. Hal ini terjadi setelah Medvedev secara tidak sengaja memukul bola ke arah kerumunan penonton yang mengakibatkan seorang penggemar di baris depan terluka. Meskipun Medvedev menyatakan bahwa tindakan tersebut murni kecelakaan dan bukan karena amarah, aturan ketat ATP mengenai perilaku berbahaya memaksa wasit untuk mengambil keputusan diskualifikasi.
Djokovic menanggapi insiden tersebut dengan penuh empati. Ia mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap penonton yang terluka dan menyatakan bahwa ia memahami perasaan tersebut karena pernah mengalami kejadian serupa di US Open beberapa tahun lalu. Keberhasilan melaju ke final ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi Djokovic untuk meraih gelar ketujuh di Beijing, tetapi juga memperpanjang rekor dominasinya di turnamen ini menjadi 34 kemenangan tanpa kekalahan.
Berikut adalah rincian hadiah uang yang diperebutkan dalam final China Open tahun ini:
| Posisi | Hadiah (GBP) | Hadiah (USD) | Kenaikan dari Tahun Sebelumnya |
|---|---|---|---|
| Juara | £577,148 | $764,750 | 1.8% |
| Runner-up | £310,539 | $411,480 | 1.8% |
Di balik kemenangan demi kemenangan di Beijing, bayang-bayang masalah kesehatan sempat menghantui perjalanan Djokovic. Kekalahan memilukan di US Open, di mana ia tampak kesulitan bernapas dan mengalami kram hebat, sempat memicu spekulasi mengenai masa pensiunnya. Banyak pengamat tenis, termasuk legenda seperti Tim Henman dan Marion Bartoli, sempat mempertanyakan apakah ia harus memprioritaskan kesehatan di atas ambisi kompetisi. Namun, performa impresifnya di Beijing, termasuk kemenangan atas Alexander Zverev dan Jannik Sinner, seolah menjawab keraguan tersebut.
Bagi Djokovic, turnamen ini bukan sekadar mengejar trofi atau hadiah uang, melainkan tentang menjaga mimpi besarnya untuk tetap berkompetisi di Olimpiade Los Angeles 2028. Keberhasilannya menembus final di usia yang tidak lagi muda menunjukkan bahwa mentalitas juara dan determinasi yang ia miliki masih sangat kuat. Jika ia berhasil mengalahkan Alex de Minaur di partai final, ini akan menjadi momentum kebangkitan yang luar biasa setelah masa sulit yang ia alami sepanjang musim 2026.
Pertandingan final ini akan mempertemukan Djokovic dengan Alex de Minaur, yang juga tampil impresif setelah melaju ke final melalui kemenangan atas Hubert Hurkacz yang terpaksa mundur karena cedera. Duel ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di sirkuit ATP tahun ini, mengingat sejarah panjang dan ambisi besar yang dibawa oleh kedua pemain ke lapangan tengah Beijing.

Leave a comment