Kabar YPU – 02 Oktober 2026 | Pertandingan penutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menyisakan drama luar biasa di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang. Duel panas singapore vs malaysia berakhir dengan skor mencolok 6-0 untuk kemenangan Harimau Malaya. Meski Malaysia mendominasi permainan sejak awal, hasil ini justru memicu gelombang kontroversi, mulai dari kecurigaan pengaturan skor hingga ketegangan di media sosial antar pendukung negara tetangga.
Malaysia mengamuk sejak babak pertama melalui gol penalti dari Bergson dan sepakan Stuart Wilkin yang mengubah skor menjadi 2-0. Memasuki babak kedua, dominasi Malaysia semakin tak terbendung. Bergson mencetak dua gol tambahan untuk melengkapi hat-trick, disusul oleh gol dari Paulo Josue dan Syahir Bashah. Kemenangan telak dalam laga singapore vs malaysia ini menjadi catatan sejarah kelam bagi Singapura, karena merupakan kekalahan terbesar mereka sejak Merdeka Tournament 1978.
| Pencetak Gol | Tim | Menit/Jenis |
|---|---|---|
| Bergson | Malaysia | Penalti & 2 Gol Lainnya |
| Stuart Wilkin | Malaysia | Open Play |
| Paulo Josue | Malaysia | Open Play |
| Syahir Bashah | Malaysia | Open Play |
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas performa anak asuhnya. Ia mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar dan menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang memalukan. Di sisi lain, meskipun menang besar, pemain Malaysia Daniel Ting mengaku kecewa karena hasil tersebut belum cukup untuk membawa Malaysia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia harus rela menempati posisi kedua karena kalah selisih gol dari Timnas Indonesia.
Skor mencolok dalam laga singapore vs malaysia ini langsung memicu reaksi keras netizen. Akun Instagram Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) diserbu komentar yang mempertanyakan kejanggalan hasil pertandingan. Banyak pihak merasa hasil 0-6 sangat tidak lazim mengingat kualitas pertahanan Singapura yang sebelumnya dikenal mampu menahan imbang tim-tim kuat seperti Vietnam dan Thailand. Bahkan, pelatih Indonesia, John Herdman, sempat melontarkan keheranan atas skor ‘ajaib’ tersebut.
Ketidakpuasan ini semakin diperparah dengan munculnya kembali bayang-bayang sejarah pengaturan skor di kawasan Asia Tenggara. Malaysia memiliki catatan panjang terkait skandal match fixing, termasuk kasus besar pada 1994 yang melibatkan ratusan pemain. Sementara itu, Singapura pernah terseret dalam investigasi jaringan perjudian internasional oleh Europol pada 2013. Sejarah kelam inilah yang membuat publik langsung mengaitkan hasil laga singapore vs malaysia dengan isu pengaturan skor.
Ketegangan tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga merambah ke media sosial melalui komentar striker Malaysia, Bergson da Silva. Ia sempat mengkritik durasi tambahan waktu pada pertandingan Indonesia melawan Bangladesh, yang memicu perdebatan panas dengan netizen Indonesia. Meskipun penuh dengan drama dan kecurigaan, turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 tetap menjadi sorotan utama sepak bola Asia Tenggara seiring dengan langkah Indonesia yang berhasil mengamankan tiket ke partai final.
Kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga bagi Singapura untuk mengevaluasi level kompetisi mereka, sementara bagi Malaysia, kemenangan ini menjadi kemenangan pahit yang tidak mampu mengantarkan mereka ke partai puncak.

Leave a comment