Debut Manis Lucas Da Cunha dan Drama Menit Akhir Michael Olise Bawa Prancis Taklukkan Belgia
Kabar YPU – 29 September 2026 | Stadion King Baudouin di Brussels menjadi saksi bisu drama intens dalam lanjutan UEFA Nations League A Grup 1 pada Selasa malam. Tim nasional Prancis berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Belgia lewat gol dramatis Michael Olise di menit ke-88. Pertandingan ini menjadi sorotan dunia bukan hanya karena hasil akhirnya, melainkan karena debut impresif lucas da cunha yang tampil solid di lini tengah Les Bleus.
Di bawah arahan pelatih Zinédine Zidane, Prancis melakukan perubahan besar pada komposisi pemain mengingat absennya Kylian Mbappe akibat cedera lutut. Zidane memberikan kepercayaan kepada pemain-pemain baru, termasuk lucas da cunha, pemain asal klub Como yang sebelumnya sempat bermain di kasta kedua Liga Italia. Kehadiran pemain muda ini memberikan warna baru dalam skema permainan Prancis yang berusaha mendominasi penguasaan bola sejak menit awal.
Dominasi Prancis dan Keberuntungan Tiang Gawang
Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif lambat dari kedua belah pihak. Namun, Prancis langsung menunjukkan taringnya pada menit ke-12 melalui aksi individu Desire Doue yang berhasil melewati tiga pemain bertahan Belgia sebelum akhirnya tembakannya membentur mistar gawang. Tekanan terus berlanjut, dan Prancis hampir mendapatkan penalti pada menit ke-21 dan ke-25, namun keputusan wasit tetap membiarkan pertandingan berjalan.
Keberuntungan seolah belum memihak Les Bleus di babak pertama. Selain tembakan Doue, lucas da cunha juga sempat memberikan ancaman serius melalui tendangan keras dari jarak sekitar 25 yard yang mengenai tiang gawang pada menit ke-53. Meski gagal mencetak gol, performa di lini tengah yang dikomandoi oleh kombinasi lucas da cunha dan Eduardo Camavinga terbukti mampu meredam agresivitas lini tengah Belgia yang diperkuat oleh Kevin De Bruyne.
| Statistik Pertandingan | Prancis | Belgia |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 1 | 0 |
| Poin di Grup 1 | 6 | 3 |
| Peluang Emas | Tinggi | Sedang |
Momentum Kemenangan Michael Olise
Memasuki babak kedua, Zidane melakukan langkah strategis dengan memasukkan pemain cadangan untuk mengubah alur permainan. Masuknya Rayan Cherki dan Michael Olise pada menit ke-77 menjadi kunci perubahan taktik Prancis. Puncaknya terjadi pada menit ke-88, ketika Olise menerima operan dari Cherki, melakukan penetrasi cepat dari sisi kanan, lalu melepaskan tembakan rendah yang akurat ke sudut kiri gawang Senne Lammens.
Gol tersebut seketika meruntuhkan pertahanan Belgia dan memastikan tiga poin penuh bagi Prancis. Kemenangan ini membawa Les Bleus kokoh di puncak klasemen Grup 1 dengan raihan enam poin dari dua pertandingan, sementara Belgia harus tertahan di posisi kedua dengan tiga poin. Bagi Zidane, hasil ini adalah validasi atas kepercayaan yang ia berikan kepada skuad campuran antara pemain berpengalaman dan talenta baru.
Refleksi Debut dan Masa Depan Les Bleus
Pasca pertandingan, lucas da cunha mengungkapkan rasa bangganya bisa mengenakan seragam kebanggaan Prancis. Ia menyebut bahwa perjalanan dari divisi dua di Italia hingga mencapai level internasional adalah bukti bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Meskipun beberapa pengamat media sempat memberikan kritik terhadap pemain lain seperti Maghnes Akliouche yang dianggap kurang tegas di zona penyelesaian, Zidane tetap memberikan pembelaan penuh terhadap seluruh pemainnya.
Zidane menegaskan bahwa ia percaya pada kemampuan setiap pemain dalam skuadnya dan berencana untuk terus mengeksplorasi potensi seluruh pemain yang tersedia. Dengan kemenangan ini, Prancis memiliki momentum besar sebelum menghadapi Italia di laga berikutnya, sementara Belgia harus segera bangkit untuk menghadapi Turki guna menjaga peluang mereka di turnamen ini.
Kemenangan tipis ini membuktikan bahwa kedalaman skuad Prancis di bawah asuhan Zidane tetap sangat mumpuni meskipun tanpa kehadiran pemain bintang seperti Mbappe. Kehadiran talenta baru seperti lucas da cunha memberikan harapan akan regenerasi lini tengah yang kuat untuk masa depan sepak bola Prancis.



Post Comment